Dampak Perang di Sudan, Dua WNI Berhasil Dipulangkan ke Tanah Air

JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sudan pada Rabu (15/5/2024) memulangkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak perang ke Tanah Air.

Kedua orang WNI tersebut yakni Nurhidayah, yang diketahui merupakan warga asal Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) dan putranya yang berusia 6 tahun.

Diunggah laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Sabtu (18/5/2024), Nurhidayah adalah WNI pasangan kawin campur dengan WN Filipina yang menetap di kota Khartoum, serta memiliki seorang anak.

Sejak awal konflik bersenjata di Sudan, Nurhidayah bersama keluarga memutuskan untuk tetap menetap di Khartoum. Namun akibat konflik yang meluas dan mengancam keselamatan, Nurhidayah memohon bantuan KBRI untuk membantu proses evakuasi dan memfasilitasi pemulangan ke Indonesia.

KBRI telah membantu dan memfasilitasi evakuasi kedua WNI tersebut, pada tanggal 6 Mei 2024, dari wilayah konflik di Khartoum menuju lokasi yang lebih aman di Port Sudan.

Nurhidayah beserta anaknya diberikan fasilitas akomodasi di Tempat Singgah Sementara (TSS) KBRI Khartoum di Port Sudan untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat dan aman sebelum dipulangkan.

Selanjutnya, KBRI membantu dan memfasilitasi pengurusan administrasi dan dokumen keimigrasian serta tiket kepulangan keduanya sesuai ketersediaan jadwal penerbangan keluar Sudan.

Saat melepas kepulangan Nurhidayah dan anaknya dari Port Sudan, Dubes RI, Sunarko menyampaikan rasa syukur, karena proses evakuasi Nurhidayah dan anaknya dari wilayah konflik berjalan dengan lancar terlepas dari kondisi dan keterbatasan yang ada.

Dubes RI juga menitipkan salam kepada keluarga Nurhidayah di Indonesia dan mendoakan kelancaran perjalanan kembali ke Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Nurhidayah mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Indonesia dan bantuan dari KBRI yang terus diberikan sejak awal konflik hingga kepulangannya ke Indonesia.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas fasilitasi dan bantuan Pemerintah, sehingga dapat bertemu kembali dengan keluarganya di Indonesia.

‚Äč

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *