Operasi Udara Maritim Bakamla, 5 KIA Filipina Diamankan

Kabar Mabes4 Dilihat

GARDANASIONAL, TARAKAN – Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggelar patroli udara dalam Operasi Udara Maritim di wilayah Indonesia Tengah, Tarakan, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Targetnya yakni pemantauan kegiatan illegal fishing, illegal logging, illegal mining, dan people smuggling.

Kasubbag Humas Bakamla RI, Letkol Bakamla Mardiono, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, operasi dengan sandi Bhuana Nusantara VIII ini fokus pada area perairan Tarakan dan Luwuk, Kalimantan Utara. Karenanya saat beroperasi, personel mendeteksi lima Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Filipina diduga melakukan bongkar muat, di wilayah perairaan Kalimantan Utara.

“Selain itu, aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl juga terpantau,” tulisnya di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Usai mengetahui kegiatan ilegal tersebut, Tim Operasi Udara Maritim berkomunikasi dengan Tim Operasi Laut, dan Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla RI, kemudian berkoordinasi dengan Patmar TNI AL yang sedang beroperasi di Tarakan.

Selang beberapa saat, Patmar TNI AL menahan KIA Filipina tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kemaritiman Indonesia terkait.

“Kegiatan pemantauan ini berlanjut ke Operasi Bhuana Nusantara IX dengan wilayah dan target operasi yang sama,” ujarnya.

Diketahui, Tim Operasai Udara Maritim terdiri dari Letkol Bakamla Susilo Anggoro sebagai Supervisi, Mayor Bakamla Ferry Darmawan sebagai Komandan Operasi, Lettu Bakamla Ershad dan Letda Bakamla Diah Rosa sebagai observer, Serka Bakamla Riko sebagai komunikasi, serta Serka Fauzi sebagai citra udara dari TNI AU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *