JAKARTA – Sebuah kecelakaan besar terjadi di Gerbang Tol Ciawi, Kabupaten Bogor, yang memicu tim dari Korlantas Polri dan Polda Jawa Barat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tim ini terdiri dari Traffic Accident Analysis (TAA) dan Traffic Accident Research Center (TAA RC). Penyelidikan ini bertujuan untuk memahami penyebab kecelakaan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kasubdit Audit Korlantas Polri, Kombes Pol Dodi Daryanto, menjelaskan tim TAA menggunakan teknologi 3D Laser Scanner untuk merekam dan memetakan lokasi kecelakaan dalam tiga dimensi.
Ini adalah teknologi yang semakin populer di kalangan penegak hukum dan penyelidik kecelakaan di seluruh dunia, termasuk di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris.
“Penggunaan alat 3D Laser Scanner ini sangat penting karena memberikan gambaran visual yang lebih jelas mengenai kondisi jalan, posisi kendaraan, dan dinamika kecelakaan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Pria Paru Baya Terduga Teroris di Tasikmalaya
“Dengan demikian, kami bisa menyimpulkan faktor yang mempengaruhi kejadian ini dan bagaimana kejadian serupa bisa dihindari di masa depan,” lanjut dia.
Setelah melakukan analisis mendalam, tim menemukan beberapa fakta menarik. Dodi mengungkapkan, tidak ada jejak pengereman yang ditemukan di lokasi kecelakaan.
“Ini menunjukkan bahwa kendaraan tidak melakukan upaya pengereman sebelum kecelakaan terjadi,” katanya. Temuan ini mengindikasikan potensi kerusakan pada sistem pengereman kendaraan yang terlibat.
“Sangat penting untuk memverifikasi apakah sistem pengereman kendaraan bermasalah, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” lanjutnya, menunjukkan pentingnya pemeriksaan menyeluruh dalam setiap kasus kecelakaan.
Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Dodi menekankan, penyelidikan harus mencakup berbagai faktor, tidak hanya kendaraan, tetapi juga faktor manusia, kondisi jalan, dan lingkungan.
Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang apa yang menyebabkan kecelakaan. Misalnya, di negara lain, seperti Jerman, analisis kecelakaan sering melibatkan pengkajian terhadap perilaku pengemudi dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan berkendara.
Tim juga berkomitmen untuk melanjutkan pemeriksaan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.
Proses olah TKP dan analisis masih berlangsung, Dodi menegaskan, hasil lebih mendalam akan segera diumumkan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan kejadian ini dapat dipahami dengan baik, dan kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.
Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah serius di Indonesia. Menurut data Korlantas Polri, selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025, tercatat sebanyak 1.955 kecelakaan, mengalami penurunan 17% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa upaya keselamatan yang dilakukan mulai membuahkan hasil, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lebih lanjut.
Dengan teknologi dan pendekatan yang tepat, diharapkan angka kecelakaan dapat terus ditekan, dan keselamatan di jalan raya dapat terjaga dengan baik.
1 komentar