Surion, Heli Serbu Milik Marinir Korsel

Persenjataan9 Dilihat

GARDANASIONAL, JAKARTA – Sejak 2010 Korea Aerospace Industries bersama Agency for Defense Development, Korea Aerospace Research Institute dan Airbus Helicopters, telah mengembangkan KAI KUH-1, yakni jenis medium transport helicopter yang dikembangkan dari basis keluarga helikoper Super Puma dan H225M Caracal.

Namun pasca diresmi pada 22 Mei 2013, hingga kini Surion dalam berbagai versi telah diproduksi 70-an unit untuk kebutuhan militer dan sipil. Kabar terbaru datang dari Seoul International Aerospace and Defence Exhibition (ADEX) 2019, dimana Korea Aerospace Industries (KAI) memperkenalkan wujud varian terbaru Surion, yang diberi label Surion Marine Attack Helicopter (MAH).

Dirilis Janes.com, Kamis (17/10/2019), KAI memperkenalkan jenis helikopter yang merupakan hasil konversi dari Surion Utility Helicopter menjadi helikopter serbu bersenjata lengkap untuk kebtuhan Korps Marinir Korea Selatan (RoKMC).

Dari model skala yang diperlihatkan di ADEX 2019, Surion MAH dilengkapi kanon laras putar gatling gun kaliber 20 mm pada bagian bawah hidung, sementara tepat pada hidungnya disematkan kubah sensor electro-optical/infrared (EO/IR). Konfigurasi model tersebut mirip dengan yang diterapkan pada desain KAI Light Armed Helicopter (LAH) yang kini tengah dikembangkan untuk kebutuhan AD Korea Selatan.

Sebagai helikopter serbu dengan senjata mematikan, Surion MAH dilengkapi stub wing pada sisi kiri dan kanan bodi. Masing-masing stub wing terdiri dari tiga hard point, dengan komposisi tabung peluncur roket FFAR kaliber 70 mm, quad launcher untuk rudal udara ke permukaan, dan rudal udara ke udara Mistral Atam.

Seperti halnya pada pengembangan LAH, KAI dalam proyek Surion MAH tetap menggadeng Airbus Helicopters. Pihak KAI menyebut, nantinya Surion MAH akan menjadi satu-satunya helikopter angkut sedang yang memasang kanon gatling gun di bawah hidung.

“Konsep penempatan kanon di bawah hidung untuk kelas helikopter ini bukan perkara mudah, lantaran ada masalah pada efek tolak balik (recoil), bobot sistem senjata sampai pusat gravitasi, dan disini kami hadir dengan solusi berdasarkan pengalaman panjang dalam desain dan produksi helikopter,” ujar perwakilan Airbus Helicopters.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *