BNPT: Diperlukan Pertahelix Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

Nasional1798 Dilihat

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Direktorat Perlindungan, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan strategi yang holistik dalam meningkatkan pengamanan fasilitas publik di Indonesia dari potensi aksi teror.

Perlu kerja sama dengan sektor publik, swasta, akademisi, masyarakat sipil, dan media, untuk mengembangkan strategi yang holistik dan terintegrasi dalam mencegah terorisme.

Demikian diungkapkan Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT RI, Kolonel Laut Setyo Pranowo, dalam sambutannya mewakili Direktur Perlindungan BNPT RI, Brigjen Pol Imam Margono, di Gedung Koperasi Astra Jakarta beberapa waktu lalu.

Dikutip dari website resmi BNPT RI, Senin (10/4/2023), Setyo Pranowo mengatakan, pencegahan tindak pidana terorisme tidak bisa berjalan sendiri.

Karena itu, diperlukan kerja sama multipihak (Pentahelix) demi mencegah dan menanggulangi paham intoleransi radikal terorisme.

“BNPT RI tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, Pentahelix sangat penting dalam pencegahan terorisme,” katanya.

Menurut dia, salah satu strategi yang terintegrasi tersebut diimplementasikan melalui kerjasama kemitraan dengan PT Sigap Prima Astrea (SIGAP), yang ditandai melalui Perjanjian Kerjasama tentang Pelindungan Sarana Prasarana Pada Fasilitas Publik Dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Terorisme.

Di lain pihak, Presiden Direktur SIGAP, Suwito mengungkapkan, untuk menjaga sustainability, sebagai pelaku usaha khususnya usaha jasa pengamanan, pihaknya juga memiliki peranan penting dan strategis untuk turut serta secara aktif melakukan pencegahan paham intoleransi radikal dan terorisme.

“Pada era teknologi dan era kolaborasi ini kami sangat bersyukur dapat bekerja sama dengan BNPT RI yang merupakan lembaga negara yang bertugas dalam penanggulangan terorisme,” katanya.

“Oleh karena itu, kedepan tentunya kami yakin akan ada banyak agenda yang akan dibuat bersama BNPT RI untuk melaksanakan sinergitas dalam pencegahan terorisme,” lanjutnya.

Sekadar diketahui, PT Sigap Prima Astrea (SIGAP) sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dimana awalnya berkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan penjagaan dan sistem keamanan bagi Astra Corporate Group.

Saat ini SIGAP memperluas bisnis dan pemenuhan penjagaan serta sistem keamanan di perusahaan lain. SIGAP menghadirkan layanan dan kebutuhan pengamanan bagi User melalui prinsip QCDSHM (Quality, Cost, Delivery, Safety, Health and Morale).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *