Cegah Radikalisme, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Gandeng Densus 88 Lakukan Ini

Nasional960 Dilihat

TERNATE – Wilayah kerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) cukup luas, sehingga hal itu dapat memperbesar peluang untuk bersinggungan dengan radikalisme maupun tindak pidana terorisme.

Demikian dikatakan General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, pada kegiatan sosialisasi “Pencegahan Tindak Pidana Terorisme dan Radikalisme” di Ternate, Jumat (29/9/2023).

“Untuk itu kami berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, upaya kita bersama untuk mengantisipasi paham-paham tersebut, jangan menyebar di dalam insan PLN,” ujarnya.

Ia mengatakan, sosialisasi yang bekerja sama dengan Satgas Wilayah Maluku Utara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri itu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap ancaman radikalisme di lingkungan insan PLN.

“Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka mencegah penyebaran radikalisme di lingkungan kerja kami. Jika paham itu menyebar dikhawatirkan menjadi ekstremisme dan aksi terorisme bisa saja terjadi. Kita perlu cegah hal itu,” kata Awat.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Satgas Wilayah Maluku Utara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Ipda Herry Rinsampessy, mengapresiasi inisiatif yang diambil PLN dalam rangka pencegahan radikalisme di lingkungan kerjanya.

“Kami berterima kasih kepada manajer dan seluruh pegawai PLN dalam melaksanakan sosialisasi ini demi pencegahan paham-paham yang bisa merusak NKRI, karenanya kami sangat mendukung kegiatan ini yang dapat menjadi langkah preventif kita semua dalam mewujudkan Indonesia lebih kuat dan hebat,” ujarnya.

Herry menerangkan terkait tindakan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan membagi pengalamannya selama bertugas di Densus 88 Antiteror.

“Kini radikalisme dan terorisme menyasar ke seluruh lembaga pemerintah tidak hanya di BUMN, namun juga instansi pemerintah lainnya,” katanya.

Sementara, Manajer PLN UP3 Tobelo, Sarif Selang, dalam sambutannya menyampaikan di era digitalisasi saat ini memudahkan transfer informasi yang bergerak begitu cepat. 

Karenanya, serakan semacam itu yang perlu pihaknya antisipasi, guna mewujudkan lingkungan kerja bersih dari paham dan tindak pidana teroris.

“Kami sadar betul bahwa di era digital saat ini, paham seperti ini sangat mudah masuk utamanya melalui media sosial, untuk itu diperlukan pencegahan dini agar dapat membentengi kita dari paham radikalisme,” katanya.

“Kegiatan ini kami harapkan tidak sia-sia, karena ini sangat penting untuk kita ketahui dan menjadi langkah antisipasi seluruh karyawan di dalam Perusahaan kita,” tambah Sarif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *