Gibran Rakabuming: Solo Sudah Jadi Kota Paling Toleran di Indonesia, Bukan Penghasil Teroris

Nasional1697 Dilihat

SOLO – Kota Solo tercatat sebagai daerah paling toleran nomor 4 di Indonesia, padahal kota ini dulunya dikenal sebagai daerah penghasil teroris.

Demikian diungkapkan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, saat menghadiri acara Wahana Negara Rahaja (WNR) yang diselenggarakan oleh Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) di salah satu hotel di Kota Solo, Jumat (29/9/2023).

“Terima kasih Solo sudah dipilih sebagai tuan rumah, ini luar biasa sekali, karena kota ini biasanya dikenal sebagai kota yang kurang toleran, penghasil teroris. Namun, sekarang sudah berubah,” ujarnya.

Ia mengklaim, setelah dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surakarta pada 2021, image sebagai kota intoleran mulai memudar. Solo berangsur-angsur mendapat predikat kota toleran.

“Jadi dulu memang Solo jelek, tetapi ketika saya mulai diberi amanah di sini, Solo masuk sebagai kota toleran nomor sembilan.  Sekarang naik ke nomor empat sebagai kota paling toleran di Indonesia,” kata dia.

Masuknya Solo sebagai kota toleran no 4 itu tak terlepas dari banyaknya event yang digelar yang berkaitan dengan keagamaan. Banyaknya event keagamaan yang digelar di Balai Kota Surakarta ditengarai Gibran menjadi salah satu penyebabnya.

“Jadi sekarang warga bebas untuk mengadakan acara keagamaan apapun. Dulu yang namanya memasang pohon natal saja banyak yang takut. Sekarang saya memperbolehkan pasang di depan Balai Kota Surakarta, ornamen natal kami perbolehkan juga,” katanya.

Soal tempat peribadatan, Gibran menambahkan, pihaknya memberikan jaminan yang sama bagi semua umat beragama yang ada di Kota Solo.

“Kalau ada rumah ibadah yang dipersulit, disegel, saya yang pertama buka segelnya kembali. Solo sudah banyak perubahan dan menunjukkan progres yang cukup baik,” ujar dia. 

Sementara Ketua Umum Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), Herwindra Aiko Senosoenoto, mengatakan alasan Solo dipilih sebagai tempat pertemuan. Menurutnya, Solo sebagai kota yang tepat untuk acara pertemuan tersebut.

“Jadi dipilih Kota Solo pilihan dari umat. Kebanyakan umat kita keturunan Tionghoa, sebagian umat pribumi. Justru di Solo ini membangun saling pengertian sehingga tidak ada perbedaan keturunan Tionghoa dan Pribumi. Solo kota yang tepat membangun suasana itu,” katanya.

Menurutnya akan ada sekitar 200 vihara yang akan di bangun di Indonesia.

“Nanti akan dihadiri Menteri Agama. Kita akan meluncurkan taman bermain di setiap vihara di Indonesia. Ada sekitar 200 vihara dibangun, taman bermain untuk membantu pendidikan anak-anak di lingkungan vihara. Sekarang kira-kira sepuluh vihara, tetapi akan terus dibangun sampai seluruh vihara yang akan mempunyai taman bermain,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *