Kekurangan Guru, Dua Anggota Satgas Perbatasan TNI Turun Tangan

Kabar Mabes11 Dilihat

GARDANASIONAL, MALUKU – Dua Prajurit TNI Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti (TS) yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) melaksanakan kegiatan di bidang pendidikan, membantu program pemerintah percepatan kemajuan pendidikan, khususnya di Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan yang dilakukan dua Prajurit TNI Yonif Raider Khusus 136/TS dari Pos Negeri Lima SSK I Satgas Ops Pamrahwan Maluku adalah memperbantukan menjadi tenaga pengajar di SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Menjadi tenaga pengajar seperti ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Kostrad yang sedang bertugas di daerah Negeri Lima.

Praka Lesmana dan Pratu Iqbal yang merupakan personel dari Pos Negeri Lima SSK I Satgas Ops Pamrahwan Maluku Yonif Raider Khusus 136/TS, ikut mengabdikan menjadi guru pengajar sekaligus Wali Kelas 2 dan Kelas 5 di SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa, guna mengisi kekosongan tenaga pendidik yang tersedia.

Komandan Pos (Danpos) Negeri Lima, Lettu Inf M. Yusuf, mengatakan selain memberikan pelajaran membaca, menulis dan berhitung. Selain itu personel tersebut juga memberikan materi peraturan baris berbaris, materi wawasan kebangsaan, olah raga serta kedisiplinan lainnya kepada para murid.

Menurutnya, dipilihnya Praka Lesmana dan Pratu Iqbal adalah dikarenakan kedua personel tersebut memiliki kemampuan untuk mengajar, yang sebelumnya sudah dipersiapkan sejak masih berada di home base.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa, Nursing Ningkeula, mengungkapkan saat ini di Madrasah Ibtidaiyah Yasifa hanya memiliki tujuh orang tenaga pendidik yang semuanya merupakan tenaga honorer.

“Dari ketujuh guru tersebut hanya tiga guru saja yang aktif untuk mengajar, sementara jumlah murid yang ada berjumlah 56 orang, sehingga hal tersebut yang membuat terkendalanya proses belajar mengajar di sekolah kami,” ungkapnya.

“Semoga personel satgas selalu bersedia untuk mengajar hingga terpenuhinya jumlah tenaga pengajar guru di SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *