Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Sekolah Damai, Upaya BNPT RI Cegah Intoleransi dan Bullying di Satuan Pendidikan

by Irfan Mualim
11.06.2024
in Nasional
A A
Sekolah Damai, Upaya BNPT RI Cegah Intoleransi dan Bullying di Satuan Pendidikan

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI terus melakukan sosialiasi pencegahan intoleransi, kekerasan, dan bullying di satuan pendidikan melalui program Sekolah Damai.

Program ini adalah salah satu dari tujuh program prioritas BNPT RI tahun 2024. Program ini sangat penting, karena tiga dosa besar dunia pendidikan Indonesia itu adalah cikal bakal dari seseorang menjadi radikal dan kemudian meingkat menjadi teroris.

Direktur Pencegahan BNPT RI, Prof Idris, mengatakan Sekolah Damai adalah upaya untuk merapatkan barisan menjaga anak-anak dari paparan intoleransi, kekerasan, dan bullying, yang bisa membawa mereka masuk ke jaringan radikal terorisme.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Oleh karena itu, penting bagi para guru untuk memahami fenomena ini agar mampu memberikan pencerahan dan pemahaman yang baik kepada para anak murid.

Baca Juga: Rumania dan Indonesia Kerja Sama Perangi Terorisme

“Tugas kita para guru adalah menterjemahkan bahasa nilai-nilai Pancasila ke bahasa kids zaman now. Jadi tidak bisa lagi kita menjelaskan nilai-nilai Pancasila hanya dengan pengertian sila pertama sampai sila kelima. Tapi beri penjelasan dengan kalimat dan cara-cara anak-anak zaman sekarang,” ujarnya saat membuka Sekolah Damai di SMAN 39 Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2024).

Menurut dia, Pancasila adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dan telah turun temurun diwariskan oleh founding fathers dan nenek moyang bangsa Indonesia.

Bahkan, Pancasila terbukti mampu menyatukan berbagai keragaman Indonesia. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan dipahamkan kepada generasi muda.

Prof Irfan mencontohkan, banyak negara di dunia yang terlibat perang saudara karena hanya berbeda etnis atau suku karena mereka tidak memiliki Pancasila.

Sekolah Damai, Guru Menjadi Corong Menyuarakan Nilai Perdamaian agar Anak Tak Terpapar Radikal Terorisme

 

Lebih lanjut, Sekolah Damai di SMAN 39 adalah kegiatan kelima setelah sebelumnya Sekolah Damai digelar di Palu (Sulawesi Tengah), Serang (Banten), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Semarang (Jawa Tengah). Pelatihan Guru ini diikuti guru-guru PKN, BK, dan Agama dari SMAN 39, dan dari tujuh sekolah di Jaktim.

“Kegiatan ini untuk mensosialisasikan nilai-nilai kedamaian di sekolah. Diharapkan para guru ini menjadi corong untuk menyuarakan nilai nilai perdamaian agar anak-anak kita tidak mudah terpapar paham radikal terorisme,” kata dia.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan Sekolah Damai, para guru dan siswa mendapat menu pilihan yang bisa mendamaikan antara sesama.

Baca Lagi: Salam Lintas Agama, Upaya Merawat Kemajemukan Indonesia

Kalau selama ini banyak ditemukan menu intoleransi di media sosial, sekarang mereka (guru dan siswa) harus aktif memviralkan menu kebaikan bahwa Indonesia itu negara penuh kedamaian, bahwa kekerasan itu adalah tidak berdasar serta tidak sesuai dengan agama apapun di Indonesia.

“Harapan kita kedepan agar anak anak semakin tercerahkan sehingga dapat membedakan paham sesat dan ajaran agama yang benar. Juga mana yang bertentangan dengan nilai nilai Pancasila,” katanya.

Cegah Perilaku Intoleransi, Guru Harus Budayakan Komunikasi ke Anak Didik

 

Prof Irfan meminta, para guru terus membudayakan dialog dan komunikasi dengan anak didik untuk mencegah perilaku intoleran. Tentu cara dan strateginya harus diubah, tidak bisa konvensional lagi seperti dulu. Apalagi di tengah kemajuan era globalisasi saat ini.

“Para guru untuk banyak-banyak belajar. karena sekarang ini anak-anak bisa dikatakan lebih cerdas karena dia setiap saat selalu berinteraksi dengan dunia maya. Sekolah Damai ini ada karena anak-anak kita sekarang diserang. Gadget yang melekat pada anak menjadi ruang propaganda yang efektif membentuk anak menjadi pribadi yang intoleran,” jelas dia.

Baca Lagi: Cegah Dini Pontensi Radikal Terorisme, BNPT RI Sosialisasikan Buku Saku

Dikatakannya, dengan maraknya dunia digital yang sudah menguasai generasi muda, maka perlu strategi baru bagi seorang guru baik itu guru bidang agama, guru bidang Pancasila dan bidang lainnya untuk dapat menanamkan nilai-nilai perdamaian, nilai-nilai positif melalui aplikasi yang ada di dunia maya.

Prof Irfan menegaskan, tahun 2023 lalu, Indonesia zero terrorist attack atau tidak ada serangan teroris di Indonesia. Namun keberhasilan itu tidak boleh membuat lengah, justru kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

Pasalnya, saat ini terjadi perubahan pola strategi kelompok radikal terorisme, dimana kaum perempuan, remaja, dan anak-anak. Karenanya, melalui Sekolah Damai diharapkan, bisa menyelematkan anak-anak dan remaja dari paparan intoleransi, kekerasan, dan bullying, yang bisa mengarah ke radikal terorisme.

Sekolah Damai Diharapkan dapat Melawan Intoleransi dan Kekerasan di Satuan Pendidikan

 

Sementara Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menyambut baik gelaran Sekolah Damai di SMAN 39. Ia berharap, kegiatan ini membawa manfaat dalam melawan berbagai bentuk intoleransi, kekerasan, dan bullying di satuan pendidikan.

“Bicara intoleransi tentunya menjadi salah satu penyebab terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan satuan pendidikan. Ini jelas menimbulkan lingkungan sekolah tidak kondusif. Intinya, isu intoleransi, kekerasan, dan bullying masalah serius yang sangat mengganggu tatanan di sekolah,” ujar dia.

Baca Lagi: ASN Polri Harus Mewaspadai Radikal Terorisme dan Intoleransi di Lingkungannya

Sebenarnya, lanjut Purwosusilo, Disdik DKI Jakarta telah menerbitkan surat edaran nomor 0061/SE/2023 tentang Tim Pencegahan dan Penangan Kekerasan (TPPK) di lingkungan satuan pendidikan. Keberadaan TPPK itu untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Ia berharap, keberadaan SE tidak hanya secara administratif saja, tetapi harus fokus dengan implementasi di setiap sekolah. Nantinya TPPK masing-masing sekolah setiap istirahat ada yang monitor tempat-tempat tertentu yang memungkinkan anak-anak melakukan sesuatu yang tidak terpantau.

“Selain itu juga mendorong peserta didik untuk melapor jika mengalami intoleransi dan bullying, juga bila melihat orang lain di bullying. Maka siapkan kanan aduan sehingga bisa lebih mudah melakukan pemetaan,” katanya.

Tags: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RIBullyingGuruIntoleransiPancasilaRadikalSekolahSekolah DamaiTerorisme
Previous Post

BPIP Siapkan Paskibraka HUT ke-79 di IKN

Next Post

Ribuan Personel Polri dan Para Jenderal Bakal di Pindahkan ke IKN

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Personel Polri Bakal di Pindahkan ke IKN

Ribuan Personel Polri dan Para Jenderal Bakal di Pindahkan ke IKN

Comments 3

  1. Ping-balik: BNPT RI Cek Sistem Keamanan Kilang Pertamina di Balikpapan
  2. Ping-balik: Indonesia Siap Kerja Sama Perundingan Perdamaian di Palestina
  3. Ping-balik: Waspada Seruan Khilafah dalam Aksi Bela Palestina | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In