Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada Seruan Khilafah dalam Aksi Bela Palestina

by Irfan Mualim
12.06.2024
in Nasional
A A
Waspada Seruan Khilafah dalam Aksi Bela Palestina

JAKARTA – Agresi militer Israel terhadap Palestina menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Tidak hanya agresi, Israel juga melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza melalui serangan militer yang membabi buta.

Ribuan nyawa orang Palestina setiap hari harus melayang, sementara cita-cita kemerdekaan Palestina masih jauh dari harapan. Kondisi itu diperparah oleh standar ganda Hak Asasi Manusia (HAM) yang disematkan oleh negara-negara sekutu Israel terhadap mereka. Sialnya lagi, tragedi kemanusiaan ini seringkali dimanfaatkan sebagai narasi marketing bagi mereka yang mengusung ideologi khilafah.

Direktur Eksekutif Intersolutional Conference of Islamic Scholars (ICIS), Khariri Makmun, menyayangkan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan penderitaan rakyat Palestina untuk melancarkan narasi politik apapun, termasuk yang bernafaskan khilafah.

BACA JUGA

Donald Trump

Kontroversi Rencana Donald Trump: Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza

12.02.2025
Penarikan Pasukan Israel

Penarikan Pasukan Israel dari Rafah

20.01.2025

“Mem-framing isu kemanusiaan di Palestina dengan agenda khilafah justru akan merugikan rakyat Palestina,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: BNPT RI Cek Sistem Keamanan Kilang Pertamina di Balikpapan

Permasalahan Palestina, kata Khariri, sudah menjadi isu global yang berkaitan dengan pelanggaran HAM, genosida, dan kejahatan kemanusiaan. Aktor-aktor yang menggerakkan isu Palestina semakin meluas, dan tidak dibatasi oleh sentimen ideologi, agama, negara, suku dan ras.

“Mari kita tunjukkan kepedulian bersama dengan mengawal kemerdekaan dan keadilan untuk Palestina agar tidak ditumpangi oleh pengusung ideologi Khilafah,” kata dia.

Demonstrasi Bela Palestina, Berkontribusi pada Destabilisasi Indonesia

 

Ia menambahkan, pengerahan massa dalam demonstrasi “Bela Palestina” kadang malah berkontribusi pada destabilisasi Indonesia.

Khilafah adalah salah satu isu yang sering diangkat dalam kesempatan tersebut. Padahal, demonstrasi di dalam Indonesia sendiri bukanlah cara yang efektif dalam menyuarakan dukungan diplomasi pada Palestina di depan wajah dunia internasional.

“Upaya-upaya yang kontraproduktif dalam mendukung Palestina justru mereduksi dan mengecilkan segala perjuangan Indonesia untuk Palestina,” katanya.

Baca Lagi: BNPT RI ‘Minta’ Penambahan Anggaran, Begini Penjelasannya

Menurut dia, terlalu menyederhanakan masalah jika persoalan Palestina dibawa pada narasi, ‘karena tidak ada Khilafah.’ Namun, publik sudah cukup paham dengan kebiasaan kelompok-kelompok seperti ini, karena apapun isunya, baik politik, sosial, atau apapun itu, pasti akan dibawa pada ideologi perjuangan mereka, yaitu khilafah.

Pengasuh Pesantren Algebra di Ciawi Bogor ini menambahkan, berbagai bentuk dukungan yang mengalir pada Palestina faktanya datang dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Tidak hanya lintas negara, namun juga lintas agama dan ideologi. Hal ini ditunjukkan dari semakin masifnya dukungan terhadap Palestina, tidak hanya dari negara Timur Tengah dan Asia, namun juga Amerika dan Eropa.

“Saya khawatir jika platform dukungan terhadap Palestina diletakkan pada ideologi khilafah, ini akan mengecewakan dan mencederai semangat bersama umat manusia dalam menentang penjajahan di atas dunia,” ujar dia.

“Sejak awal banyak negara dan komunitas internasional dengan latar belakang yang berbeda, turut mendukung Palestina dengan asas kemanusiaan,” lanjut dia.

Salah satu peristiwa terbaru yang sempat menyita perhatian seluruh dunia adalah ketika Israel membombardir kamp pengungsi yang ada di Rafah, Gaza.

Jatuhnya banyak korban dari masyarakat sipil dianggap sebagai niat sesungguhnya Israel melepaskan roketnya, dan ini sudah bisa dikatakan sebagai genosida di abad modern.

Indonesia Harus Siapkan Ini pada Perdamaian di Palestina

 

Menurut Khariri, Indonesia perlu menyiapkan second track diplomacy. Maksudnya adalah dengan mendatangkan figur yang dipandang netral dan tidak mewakili Pemerintah, untuk melakukan penjajakan dengan para tokoh Hamas.

“Sama dengan kemarin ketika Taliban pertama kali berkuasa di Afghanistan, Indonesia juga memfasilitasi pembicaraan langsung dengan tokoh-tokoh Taliban yang ada di Qatar,” katanya.

“Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya rasa perlu ada dialog dengan kelompok-kelompok garis keras seperti Hamas melalui pendekatan second track diplomacy,” katanya lagi.

Baca Lagi: Menhan Prabowo: Indonesia Siap Kerja Sama Memastikan Perundingan Perdamaian di Palestina

Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat ini berharap, agar masyarakat Indonesia bisa melihat persoalan Palestina dengan proporsional.

Dirinya berpendapat bahwa platform kemanusiaan harus menjadi landasan penyelesaian konflik di Palestina. Banyak hal yang terjadi disana tidak sesederhana dilihat.

“Hanya Indonesia dengan negara-negara tertentu nyatanya tidak mampu. Bahkan OKI (Organisasi Konferensi Islam) saja yang berisi lebih banyak negara Timur Tengah belum bisa meredakan konflik. Dibutuhkan kekuatan lintas negara, agama, dan ideologi untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel,” kata Khariri mengakhiri.

Tags: Aksi Bela PalestinaKhilafahPalestina
Previous Post

Menhan Prabowo: Indonesia Siap Kerja Sama Memastikan Perundingan Perdamaian di Palestina

Next Post

Perlu Kerja Sama ASEAN dan Australia dari Ancaman Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Perlu Kerja Sama ASEAN dan Australia dari Ancaman Terorisme

Perlu Kerja Sama ASEAN dan Australia dari Ancaman Terorisme

Comments 2

  1. Ping-balik: Perlu Kerja Sama ASEAN dan Australia dari Ancaman Terorisme
  2. Ping-balik: Pelaksanaan Deradikalisasi di Indonesia, BNPT RI dan BRIN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In