Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Awas! Potensi Radikalisme dan Terorisme Pasca Hancurnya ISIS dan Berkuasanya Taliban di Afghanistan

by Irfan Mualim
11.09.2021
in Nasional
A A
Awas! Potensi Radikalisme dan Terorisme Pasca Hancurnya ISIS dan Berkuasanya Taliban di Afghanistan

Eks Deputi Kerjasama Internasional dan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol (Purn) Hamidin

TANGERANG – Indonesia harus mewaspadai potensi radikalisme dan terorisme pasca kehancuran kelompok ISIS di Irak dan Suriah, dan berkuasanya kelompok Taliban di Afghanistan. Pasalnya, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan jaringan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Suriah dan Irak pada era 2014-2019, serta ikut pelatihan dengan Taliban di Afghanistan pada 1990-an yang melahirkan kelompok Al Jamaah Al Islamiyah.

Eks Deputi Kerjasama Internasional dan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol (Purn) Hamidin, mengatakan ISIS memang sudah selesai, tetapi simpatisan dari Indonesia yang ingin kembali masih banyak.

“Al Jamaah Al Islamiyah Indonesia yang kita ketahui bersama, ada generasi 1 sampai 4 dan sudah diidentifikasi oleh negara. Ini menjadi tantangan bangsa Indonesia untuk melawan radikalisme dan terorisme,” ujarnya di Tangerang, Jumat (10/9/2021).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Menurut dia, ada beberapa alasan para simpatisan ISIS dan isu Taliban di Afghanistan yang harus diwaspadai. Pertama, pasca kekalahan ISIS, tidak semua kembali ke Negara. Hal itu telah dilihatnya saat mendatangi langsung Irbil, Irak pada 2017 silam saat menjemput deportan eks simpatisan ISIS.

Misal, ada eks militan asal Indonesia yang tidak pulang ke Indonesia, tetapi pulang ke Tunisia karena menikah dengan orang Tunisia. Kemudian ada militan dari negara lain yang justru ke Indonesia.

“Saya menyebut mereka relocator. Mereka adalah orang dari suatu negara, ikut berjuang pada ISIS, kembali dan kemudian tinggal di suatu negara tertentu dan bergabung dengan sel-sel terorisme di negara tersebut,” kata dia.

Menurutnya, relocator pernah terjadi di Indonesia saat ramai-ramainya kelompok Al Qaeda, seperti Noordin M Top dan Dr. Azahari dari Malaysia. Pun dengan tokoh teroris lainnya Muhammad Hasan dari Singapura yang ditangkap tahun 2008 lalu.

“Sekarang orang yang dari ISIS bisa saja berada di tengah-tengah kita, kemudia dia bergabung kepada sel lamanya. Kemudian suatu saat ketika ada momentum, maka dia akan hidup lagi untuk menggelorakan itu,” katanya.

“Tidak semua relocator teridentifikasi saat masuk ke Indonesia. Seperti Muhammad Bojoglan dan kawan-kawan dari Uighur, yang pernah bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso,” Hamidin menambahkan.

Kedua, pengelana yang frustasi atau frustatated traveller. Saat ISIS berjaya, orang-orang ini sebenarnya ingin berangkat ke Suriah dan Irak namun tak ada sponsor atau yang mengajaknya ke dua negara itu. Akan tetapi gairahnya sangat tinggi.

“Kita sudah melihat bagaimana kasus misalnya penyerangan Kapolsek Tangerang. Dia mau berangkat, tapi tidak ada uang. Hanya melihat polisi dia hajar. Nah ini termasuk pengelana yang frustasi,” ujar dia.

Ketiga, sel-sel hibernasi alias sel tiarap. Dimana jika BNPT, Detasemen Khusus (Densus) 88, dan Badan Intelijen Negara (BIN) membuat kegiatan, maka mereka tiarap.

“Tapi bukan mati. Kendati demikian, semangat dan motivasi mereka tetap ada dan tinggi,” ujar Hamidin.

Keempat, sel tidur. Dimana kelompok tersebut tidak mempunya gerakan, tapi sebetulnya radikal. Bahkan tidak melakukan apa-apa, dan lebih banyak menunggu momen. Contohnya kasus teror bom Surabaya dan bom Gereja Katedral Makassar.

Oleh sebab itu, lanjut Hamidin, empat hal itulah yang harus diwaspadai terutama seiring berkuasanya Taliban di Afghanistan sekarang ini. Pasalnya, ideologi Tablian di masa lalu adalah ideologi terorisme.

“Semua kita paham itu. Jadi tetaplah kita Waspada, kita ikuti perkembangan perkembangan Taliban di sana. Kita berharap mereka akan melaksanakan apa yang sudah Taliban deklarasikan kepada Amerika dan lain-lain bahwa mereka akan menjadi demokrasi dan mengikuti tata aturan global,” katanya.

Selain itu, Hamidin mengungkapkan ada tantangan besar bangsa Indonesia dalam mewaspadai radikalisme dan terorisme di masa pandemi Covid-19. Dimana pandemi membuat banyak sektor terpuruk dan perekonomian nasional menurun, serta kegiatan masyarakat harus dibatasi. Di sisi lain, pemerintah juga fokus menangani pandemi Covid-19.

Menurutnya di tengah isu-isu pandemi Covid-19, bukan berarti isu terorisme selesai. Sebab, kadang-kadang kelompok-kelompok teroris memanfaatkan isu itu menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Misalnya mau percaya takut kepada siapa? Mau takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau takut kepada Covid ? Nah ini yang mereka campur adukkan. Sebetulnya jawabannnya tidak seperti itu. Dua duamya memang harus kita waspadai. Jadi kalau Allah memang tempat kita bermohon, tetapi Covid ini juga tidak bisa dihindari. Karena dia berada di tengah-tengah kita jadi saya kira dua hal ini harus sama-sama kita waspadai. Dan semua komponen bangsa harus turut serta didalamnya,” katanya.

Untuk itulah, ia menyarankan BNPT sebagai koordinator penanggulangan terorisme di Indonesia menggandeng ulama-ulama untuk ikut memberikan pencerahan. Sebab keterlibatan ulama sangat penting memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Ia khawatir bila masyarakat menerima pemikiran yang salah dan karena tidak ada yang meluruskan, akhirnya melaksanakan ajaran sesat tersebut. Terbukti banyak isu-isu menyesatkan selama pandemi, seperti pandemi adalah konspirasi.

“Saya kira itu untuk kelompok-kelompok radikal, selalu itu yang dijadikan bahan propaganda,” katanya.

Tags: RadikalismeTalibanTerorismeWNI Eks ISIS
Previous Post

Kelompok Terorisme Propaganda Via Sosmed, Dirjen Pothan Kemhan Kumpul Konten Kreator

Next Post

Penyebar Hoaks Meninggalnya Megawati Soekarnoputri Dipolisikan

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Penyebar Hoaks Meninggalnya Megawati Soekarnoputri Dipolisikan

Penyebar Hoaks Meninggalnya Megawati Soekarnoputri Dipolisikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In