Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Beda Pilihan Politik Bukan Alasan Pecah Belah, Persatuan dan Toleransi Kunci Jaga Bangsa

by Irfan Mualim
05.02.2024
in Nasional
A A
Beda Pilihan Politik Bukan Alasan Pecah Belah, Persatuan dan Toleransi Kunci Jaga Bangsa

BANTEN – Menjelang Pemilu 2024, suhu politik di Indonesia mulai memanas. Muncul kekhawatiran akan terjadinya polarisasi dan perpecahan di masyarakat akibat perbedaan pilihan politik. Di tengah situasi ini, pesan damai dan persatuan dari para tokoh agama sangatlah penting untuk didengar.

Salah satu tokoh agama yang lantang menyuarakan persatuan adalah KH. Embay Mulya Syarif, Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar. Kiai Embay mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pemilu 2024 sebagai ajang pesta demokrasi yang aman, adil, lancar, dan damai.

“Masyarakat harus ingat bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kita tidak perlu terpecah belah hanya karena berbeda pilihan. Fanatisme politik yang berlebihan harus dihindari agar tidak memicu konflik,” ujarnya di Serang, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

SBY Tegaskan: Prajurit TNI Harus Mundur Sebelum Berpolitik

24.02.2025

Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam merawat persatuan di tengah keragaman. Kiai Embay mencontohkan Piagam Madinah yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW sebagai panduan bagi masyarakat Madinah yang multikultural. Piagam Madinah menjadi bukti bahwa perbedaan bisa disatukan dengan kesepakatan dan toleransi.

Indonesia juga memiliki Pancasila sebagai dasar negara yang dianalogikan Kiai Embay sebagai “Piagam Madinah versi Indonesia.” Pancasila merupakan kesepakatan para pendiri bangsa untuk menyatukan bangsa yang beragam.

“Artinya, mengingkari Pancasila sama dengan mengingkari kesepakatan yang telah menyatukan bangsa ini,” katanya.

Untuk itu, Kiai Embay menghimbau para politisi untuk tidak menggunakan politik identitas dan ujaran kebencian demi meraih kekuasaan. Politik yang sehat harus mengedepankan persatuan dan kemajuan bangsa.

“Demi merawat persatuan Indonesia, kita harus kembali memahami bahwa bangsa ini berasal dari 200 kerajaan lebih yang terpisah-pisah di 17.000 pulau. Walaupun Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah dan ribuan suku, kita tetap bisa bersatu,” kata dia.

“Kepada semua politisi, janganlah sampai nikmat Allah yang berupa kebhinekaan dan persatuan bangsa ini dinodai hanya karena mendahulukan kepentingan politiknya. Jangan sampai ada dari kita yang menyebarkan kebencian yang sengaja dilakukan untuk memecah belah bangsa ini,” lanjutnya.

Kiai Embay menilai, tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan damai dan persatuan kepada masyarakat. Ia juga mengajak para ulama dan tokoh agama untuk aktif menyampaikan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan kepada umat.

Ketua Forum Pembaruan Pembaruan Kebangsaan Provinsi Banten ini mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan persatuan dan toleransi. Dengan begitu bangsa Indonesia dapat melewati kontestasi politik dengan damai dan meraih kemajuan bersama.

Kiai Embay pun mengajak segenap bangsa Indonesia untuk bisa mengapresiasi negaranya sendiri. Mengambil perbandingan dari peradaban Bangsa Arab, yang dienal sebagai bangsa yang sulit untuk disatukan, hingga kemudian terpecah menjadi beberapa negara yang berdiri sendiri.

“Diutusnya Rasulullah kepada Bangsa Arab kala itu membawa perubahan yang sangat signifikan. Dalam tempo 20 tahun, yang terbilang singkat untuk mengubah suatu peradaban, Rasulullah bisa menyatukan bangsa Arab yang terpecah belah dengan kebiasaan mereka berperang antar suku, menjadi satu negara yaitu negara Madinah. Hal ini diawali dengan hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah dan membuat 5 kesepakatan, yaitu disebut dengan Misak Madinah atau Piagam Madinah,” jelasnya.

Dari beberapa poin Piagam Madinah antara lain menyebutkan bahwa Rasulullah mempersaudarakan pendatang dan penduduk asli yaitu Muhajirin dan Anshar. Kemudian Rasulullah juga menyatukan Arab dengan non-Arab, contohnya Suhaib al-Rumi yang asalnya Romawi, dan ada Salman al-Farisi yang asalnya dari Persia serta lainnya.

Piagam Madinah juga berperan dalam menyatukan Muslim dan non-Muslim. Di dalamnya tertulis bahwa semua pemeluk agama berhak menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Kemudian Rasulullah juga menyatakan bahwa seluruh manusia di muka bumi adalah saudara seketurunan dari Nabi Adam ‘Alaihissalam, yang Allah ciptakan tanpa ayah tanpa ibu.

“Alhamdulillah dengan adanya Misak atau Piagam Madinah, bangsa Arab yang semula terpecah akibat seringnya perang suku karena lebih mengutamakan kesukuannya, kemudian mereka bisa bersatu menjadi sebuah negara yang bernama Daulah Madinah,” imbuh Kiai Embay.

Dirinya mengingatkan bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Maka dari itu, seluruh anak bangsa harus bisa menerima perbedaan itu. Islam sendiri mengajarkan untuk saling menghormati terhadap perbedaan apapun selama tidak bertentangan dengan aturan agama dan aturan negara.

Menurutnya, jika merawat keutuhan bangsa itu tidak hanya menghargai jerih payah para pejuang terdahulu dalam menggapai kemerdekaan, namun juga berarti bisa mengambil contoh dari Rasulullah SAW dalam mematuhi kesepakatan bernegara yang telah dibuat sebelumnya.

Mengakhiri penjelasannya, Kiai Embay pun berpesan, masyarakat perlu diingatkan bahwa perbedaan pilihan politik bukanlah alasan untuk berpecah belah. Persatuan dan toleransi adalah kunci untuk menjaga keutuhan bangsa.

“Pemilu 2024 yang dilakukan secara serentak ini merupakan upacara atau acara ritual bangsa Indonesia setiap 5 tahun sekali. Kita cukup laksanakan dengan tenang, senang, dan tidak perlu ada ribut gara-gara beda pilihan. Makanya itulah pentingnya menjaga kesepakatan yang namanya Pancasila,” katanya.

Tags: PersatuanPolitikToleransi
Previous Post

KKB Papua Bakar Puskesmas, Satgas Damai Cartenz Berhasil Tangkap Dua Orang dan Tembak Mati Satu Anggota KKB

Next Post

Kapuspen TNI: Adaptasi Perkembangan Teknologi Digital Sebagai Modal Ketahanan Informasi dan Kemandirian Teknologi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Kapuspen TNI: Adaptasi Perkembangan Teknologi Digital Sebagai Modal Ketahanan Informasi dan Kemandirian Teknologi

Kapuspen TNI: Adaptasi Perkembangan Teknologi Digital Sebagai Modal Ketahanan Informasi dan Kemandirian Teknologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In