Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Begini Penjelasan BNPT RI Soal Radikalisme

by Irfan Mualim
08.03.2024
in Nasional
A A
BNPT RI dan Densus 88 Bangun Soliditas dalam Program Deradikalisasi

DEPOK – Radikalisme merupakan salah satu paham atau ideologi yang menginginkan terjadinya perubahan tatanan sosial, politik, dan ideologi yang sudah menjadi konsensus di suatu negara.

Demikian dikatakan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Brigjen Polisi R Achmad Nurwakhid, pada podcast Observasi Harian Radar Depok, dikutip dari laman radardepok.com, Jumat (8/3/2024).

Nurwakhid menjelaskan, Negara Indonesia sudah memiliki konsensus nasional yaitu Pancasila, Bineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Radikalisme itu, kegiatan untuk merubah ideologi suatu negara yang sudah ditetapkan, dengan cara-cara kekerasan ataupun dengan cara-cara ekstrim,” ujarnya.

Menurut dia, radikalisme inilah yang menjiwai semua aksi terorisme di seluruh negara. Sehingga, aksi terorisme bukan tujuan sebenarnya. Namun, hanya dijadikan salah satu alat propaganda untuk mencapai tujuan tertentu.

“Tujuannya dari kelompok-kelompok radikalisme itu adalah gerakan politik kekuasaan, yang menginginkan perubahan tatanan sosial, Dengan cara-cara ekstrim ataupun dengan cara-cara kekerasan,” kata dia.

Nurwakhid menjelaskan, bukan hanya sekadar kekerasan fisik untuk menjadikan kelompok ekstrim. Maka dari itu, definisi terorisme di dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pindahan terorisme.

“Disebutkan bahwa terorisme adalah tindakan atau perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan. Jadi kekerasannya tidak hanya fisik, tapi juga bisa verbal atau non fisik,” katanya.

Kekerasan verbal, kata Nurwakhid, berupa kata-kata, ancaman, dan lain sebagainya, yang menimbulkan suasana teror dan membuat rasa takut secara masif, meluas di tengah masyarakat.

“Apalagi dengan menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan atau kehancuran terhadap fasilitas umum, fasilitas lingkungan hidup, obyek-obyek vital, fasilitas internasional,” ujar dia.

Dengan menggunakan motifnya ideologi, politik, ataupun gangguan keamanan. Menurut dia, BNPT harus mematahkan seluruh motif tersebut dengan berbagai upaya yang ada, salah satunya dengan deradikalisasi.

Gerakan Politik Atas Nama Agama, Salah Satu Cara Aksi Radikalisme

Nurwakhid mengatakan, berdasarkan perspektif atau terminologi asing, ekstremisme dalam konteks bangsa Indonesia dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu, radikalisme atau ekstremisme kanan yang mengatasnamakan agama, apapun agamanya, radikalisme atau ekstremisme kiri atau sering disebut ekki dan yang mengatasnamakan komunisme, maksisme atau leninisme.

Menurut dia, gerakan politik yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan kekuasaan ini merupakan salah satu cara yang sering dipakai dalam aksi radikalisme.

“Dalam konteks Indonesia, semua ekstrem tadi pernah terjadi dan menjadi teroris. Contoh, ekstrem kiri yang mengatasnamakan PKI atau komunisme. Dulu ada pemberontakan Di 30 SPKI tahun 1965. Bahkan sebelumnya, pemberontakan PKI Madion,” katanya.

Nurwakhid menjelaskan, yang terjadi saat ini adalah yang di alami di Papua, yaitu permasalahan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Jika ekrtrem kanan, itu yang paling sering. Seperti pemberontakan DITII, Kartos Wirjo. Yang ingin mendirikannegara Islam Indonesia atau NII. Nah, kalau untuk radikalisme mengatasnamakan agama atau ekstrem kanan yang di Indonesia, sekarang genealoginya semua dari NII,” ujar dia.

Hal yang harus dipahami masyarakat, kata Nurwakhid, radikalisme atau ekstremisme bisa dianalogikan itu merupakan ibarat virus. Virus ideologi ini berpotensi bisa memapar berbagai unsur masyarakat. Tidak melihat suku, ras, agama, jabatan, profesi, bahkan tidak melihat kadar intelektualitas seseorang.

“Seorang Jenderal, seorang profesor, seorang ulama sekalipun. Kalau terpapar virus Ideologi radikal ini, dijamin dia nggak akan bisa berpikir secara substansial. Tidak akan bisa melihat secara spiritual,” katanya.

Saat ini, ada beberapa kelompok masyarakat yang selalu mengembangkan persepsi ketidakadilan kepada pemerintah.

“Ini sebenarnya benar-benar virus itu ada, ini yang sering disebut virus takfiri, yaitu adalah adalah paham dengan mengkafirkan orang lain yang berbeda,” kata dia.

Nurwakhid menuturkan, saat ini tidak hanya yang beda agama. Bahkan sesama agama, hanya beda mazhab, beda paham pun saling mengkafirkan.

“Jadi, orang itu orang yang berpaham takfiri, yang cenderung mengkafirkan orang lain yang berbeda itu hatinya tertutup,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) dan warga Depok untuk mencegah dengan berbagai upaya dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme.

“Hal ini tentunya dalam rangka membangun kewaspadaan dini terhadap penyebaran paham radikal,” ujarnya mengakhiri.

Tags: BNPTRadikalismeTerorisme
Previous Post

Kapolri Apresisasi Korps Brimob pada Setiap Misi Kemanusian hingga Operasi Keamanan

Next Post

Jenderal Maruli Disematkan Brevet Anti Teror dari Satgultor 81 Kopassus

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Jenderal Maruli Disematkan Brevet Anti Teror dari Satgultor 81 Kopassus

Jenderal Maruli Disematkan Brevet Anti Teror dari Satgultor 81 Kopassus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In