Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

BNPT RI Beberkan Lima Narasi Sebagai Virus Radikalisme

by Irfan Mualim
06.10.2023
in Nasional
A A
BNPT RI Beberkan Lima Narasi Sebagai Virus Radikalisme

YOGYAKARTA – Harus diketahui lima narasi sebagai virus radikalisme yang berkembang saat ini, yaitu virus anti-Pancasila, virus anti-NKRI, virus anti-Kebhinekaan, virus kekerasan, dan virus anti terhadap pemerintahan yang sah.

Demikian diungkapkan Kasubdit Bina Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Kolonel Pas Sujatmiko, pada kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Cinta Anak Negeri Bersama Mitra Deradikalisasi di Yayasan Bumi Damai, Muntilan, Yogyakarta, Kamis (5//10/2023).

Oleh karena itu, Sujatmiko meminta agar para mitra deradikalisasi untuk tidak anti terhadap pemerintahan yang sah. 

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

“Pemerintahan yang sah artinya didirikan sesuai kesepakatan seluruh bangsa Indonesia, oleh sebab itu perlu dihormati dengan kritik yang baik,” katanya.

Selain itu, Sujatmiko juga mengajak perwakilan instansi yang hadir untuk memaksimalkan kolaborasi dalam pelaksanaan di lapangan agar selalu bersama-sama, kompak, saling memberi masukan dan informasi untuk kebaikan dan tujuan bersama menuju Indonesia yang damai.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi yang merupakan salah satu nilai penting dalam budaya dan tradisi Indonesia.

“Terutama dalam konteks masyarakat yang memiliki nila-nilai kebersamaan menjadi lebih kuat dalam membangun hubungan, mempererat persaudaraan dan kepercayaan,” ujar dia. 

“Oleh sebab itu apabila masih ada perbedaan pemikiran, lebih baik dapat didiskusikan pada kesempatan yang baik ini. Karena yang berbeda itu sejatinya sama-sama mencari kebaikan, artinya samasama mencari keselamatan di dunia dan akhirat,” lanjut Sujatmiko.

Dalam kesempatan itu, Guru Besar Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah, Prof M. Azhar, mengajak para mitra deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (napiter) untuk menyatukan tekad kembali pada ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin serta ideologi terbaik bangsa Pancasila. 

Menurut dia, hal tersebut sangat penting untuk menyongsong menuju masa depan yang baik bagi para mitra deradikalisasi.

“Yang sulit saat ini yaitu menyatukan kedudukan pribadi kita sebagai umat dan warga negara. Mudah-mudahan kedepan kita semua dapat menyatakan dengan tegas bahwa Saya Muslim, Saya Pancasila secara bersamaan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, bahwa pencetus Pancasila merupakan tokoh ulama-ulama besar di Indonesia baik dari Muhammadyah maupun dari Nahdlatul Ulama (NU).

“Jadi semua peraturan yang dibuat itu untuk kebaikan kita semua. Menjadi umat yang baik harus taat kepada perintah agama, menjadi masyarakat yang baik harus taat kepada aturan pemerintah,” katanya.

Prof Azhar berpesan kepada para mitra deradikalisasi, betapa pentingnya memahami perbedaan antara konsep khalifah dan khilafah.

Menurut dia, khalifah merujuk pada individu yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi dan mengurusnya, sedangkan khilafah mengacu pada institusi, lembaga, atau bentuk pemerintahan yang sering kali digunakan dalam konteks politik dan sejarah Islam.

Ia juga menambahkan, keberadaaan anak-anak saat ini yang dapat dikenal dengan generasi strawberi, karena dianggap sangat rapuh dan cepat tersinggung. Dengan melakukan perubahan kecil sejak dini akan merubah masa depan anak menjadi lebih baik.

“Dengan melakukan musyawarah dengan keluarga secara rutin menumbuhkan rasa anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam tujuan keluarga. Hal kecil ini dapat disebut demokrasi. Demokrasi yang ditanamkan sejak dini yang diawali di lingkup terkecil diharapkan dimasa yang akan datang dapat berkembang dikalangan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Bumi Damai Yogyakarta, Nurali Iswandi, mengatakan seluruh warga ngara adalah anak-anak bangsa yang berperan untuk menjaga keutuhan dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Ia berharap, dengan adanya Rumah Singgah Bumi Damai yang menampung 190 orang terdiri dari anak yatim dan keluarga naprapidana terorisme mampu menyelamatkan anak bangsa

“Diharapkan kita bersama-sama bisa melakukan karya nyata untuk membantu mengurai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Tags: BNPTNarasiRadikalismeVirus Radikalisme
Previous Post

Kepala BNPT RI: Tugas Kami Memastikan Sistem Pengamanan Memenuhi Standar

Next Post

Panglima TNI Langsung ‘Gercep’ Usai Presiden Jokowi Bicara Soal Ini

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Panglima TNI: Semua Satuan Tugas Pengamanan Harus Bekerja Maksimal Antisipasi Ancaman KTT Ke-43 ASEAN

Panglima TNI Langsung ‘Gercep’ Usai Presiden Jokowi Bicara Soal Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In