Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

BPET MUI: Masalah Palestina itu Sederhana, Hanya Persoalan Kemanusian

by Irfan Mualim
17.10.2023
in Nasional
A A
Dukungan Palestina

JAKARTA – Konflik Palestina-Israel tidak lepas dari politisasi kaum radikal. Isu penegakan khilafah yang menunggangi permasalahan dua negara ini membuat situasi makin kontraproduktif. Pembajakan isu ini hanya akan menyelewengkan atau bahkan menghilangkan fokus dari masalah yang sebenarnya.

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris BPET (Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme) MUI, M. Najih Arromadloni, di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

“Sebetulnya masalah Palestina ini kan sederhana, ini persoalan kemanusiaan. Makanya beberapa tokoh dunia pernah mengatakan bahwa ‘Anda tidak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina, Anda hanya perlu menjadi manusia.’ Ini persoalan kemanusiaan,” ujar Gus Najih panggilan karibnya.

BACA JUGA

Donald Trump

Kontroversi Rencana Donald Trump: Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza

12.02.2025
Tentara Israel Berterima Kasih kepada Brigade Al-Qassam

Tentara Israel Berterima Kasih kepada Brigade Al-Qassam: Cerita di Balik Pengembalian Tahanan

26.01.2025

Menurutnya, di era modern ini tentunya sangat miris jika masih ada suatu bangsa yang masih belum mendapatkan kemerdekaannya di atas tanah airnya sendiri. 

Rakyat Palestina masih terus diusir dan ditindas. Wilayah Gaza tak ubahnya seperti penjara yang sangat besar bagi rakyat Palestina yang masih bertahan.

Ia menambahkan, bangsa Indonesia harus cermat dalam menyikapi persoalan yang muncul ke ruang publik. Perlu diingat bahwa berbagai pergerakan pengusung khilafah ditengarai sebagai gerakan yang digerakkan intelijen untuk membelokkan substansi permasalahannya. Gerakan-gerakan khilafah seperti Hizbut Tahrir didirikan hampir bersamaan dengan dijajahnya Palestina.

“Ketika banyak negara di Timur Tengah memperjuangkan nasionalisme dan independensi Palestina, para pengusung khilafah ini malah mempropagandakan pentingnya sistem khilafah,” katanya. 

“Propaganda yang mereka bawa seolah membawa angin sejuk, sehingga membius banyak orang dan membuat lupa akan masalah Palestina. Gerakan pengusung khilafah berhasil memecah fokus masyarakat, dari yang tadinya memperjuangkan kemerdekaan Palestina menjadi kampanye penegakan sistem khilafah yang digadang-gadang bisa menciptakan utopia,” lanjut Gus Najih.

Untuk itu, Gus Najih berpesan agar semua terus berupaya dalam membela Palestina melalui kerangka yang legal. Sebagai rakyat Indonesia, masyarakat Indonesia bisa menyampaikan aspirasi itu melalui Pemerintah atau melalui perwakilan rakyat yang duduk di parlemen. Selalu hindari upaya-upaya solidaritas yang illegal, bahkan menjurus pada radikalisme.

“Kita harus percaya bahwa pemerintah Indonesia hingga saat ini masih terus berkomitmen dan bekerja keras untuk mewujudkan perdamaian di bumi Palestina. Indonesia terus berupaya melakukan advokasi untuk Palestina di forum-forum internasional,” katanya. 

“Saya kira Presiden Indonesia sudah secara tegas berbicara di berbagai forum internasional, menyinggung masalah Palestina yang harus segera diselesaikan. Maka dari itu, jangan sampai kita sebagai rakyat justru melakukan langkah-langkah yang melanggar hukum, apalagi jika menjurus pada radikalisme,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya konflik dua negara ini sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penyelesaian yang diterima oleh kedua belah pihak.

“Awal mula konflik Israel-Palestina adalah kelanjutan dari penjajahan yang dulu pernah dilakukan oleh Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya di wilayah Timur Tengah. Dampak dari agresi ini nyatanya terus berlanjut sampai sekarang. Tentu masalah utama dari konflik Israel-Palestina adalah penjajahan itu sendiri, bukan masalah agama ataupun lainnya. Ini adalah murni soal politik, yaitu satu negara yang menjajah atau menindas negara lainnya,” katanya.

Gus Najih menjelaskan, sebagai masyarakat idealnya bisa terus mengupayakan dan mengkampanyekan terjadinya perdamaian dunia, termasuk di wilayah Palestina dan sekitarnya. 

Perdamaian dunia bisa terwujud secara sempurna kalau persoalan Palestina-Israel ini bisa diselesaikan. Jika dibiarkan, konflik Israel-Palestina ini menjadi isu yang memantik ketegangan global secara terus menerus.

“Bahkan episentrum konflik Timur Tengah itu sebetulnya ada di persoalan Palestina-Israel, sehingga kita mestinya sebagai masyarakat Indonesia yang beradab (civil society), punya hak untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. Kita harus terus berjuang untuk kemerdekaan manusia, siapapun dan dimanapun, termasuk di Palestina,” ujar dia.

Dirinya menambahkan, solusi dari permasalahan ini sebetulnya sederhana, bangsa Indonesia harus bisa terus mendorong untuk berhentinya penjajahan yang dilakukan oleh Israel dan patuhi hukum-hukum internasional.

“Kalau Israel menghentikan penjajahannya, kemudian mematuhi hukum-hukum internasional, dan ketika semua pihak bisa menahan diri, serta mewujudkan solusi dua negara sebagaimana yang sudah menjadi pandangan pemerintah Indonesia, saya kira persoalan Palestina-Israel ini bisa diselesaikan dengan cara yang terbaik,” katanya.

Tags: IsraelPalestina
Previous Post

Ini Tanda Kehormatan Panglima TNI dari Kerajaan Malaysia

Next Post

KKB Papua Kembali Berulah, Bunuh Tujuk Orang Penambang Emas

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
KKB Papua Kembali Berulah, Bunuh Tujuk Orang Penambang Emas

KKB Papua Kembali Berulah, Bunuh Tujuk Orang Penambang Emas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In