Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Bulan Ramadan, Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah Solidaritas Sesama Manusia

by Irfan Mualim
15.03.2024
in Nasional
A A
Perayaan Maulid Nabi Muhammad Sebagai Ajang Mempererat Silaturahmi

BOGOR – Bulan suci Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Karena itu, umat Islam berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah wajib dan sunnah. Namun tidak hanya ibadah, umat Islam juga dihadapkan tantangan untuk melawan hawa nafsu. Juga bagaimana memahami makna keseimbangan ibadah dan harmoni hidup bermasyarakat.

Sekjen PB – DDI (Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad), H. Muh. Suaib Tahir, menjelaskan pentingnya menjalani bulan suci ini dengan khidmat dan sekaligus memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama manusia.

“Menjadi suatu keharusan bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara ibadah kepada Tuhan dan kewajiban sosial terhadap sesama manusia. Bulan Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan kuantitas ibadah, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan bermasyarakat,” ujarnya di Bogor, Jumat (14/3/2024).

BACA JUGA

Ilustrasi Libur Sekolah

Libur Sekolah Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 Diperpanjang

04.03.2025
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar

BPOM Jamin Makan Bergizi Gratis Aman Dibawah ke Rumah Selama Ramadhan

04.03.2025

Ia menegaskan, ibadah yang benar selayaknya mencakup kedua dimensi yakni vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan horizontal (hubungan dengan sesama manusia).

Dirinya juga menekankan pentingnya memahami konteks ruang dan waktu dalam menjalankan ibadah yang diyakini. Umat Islam sebaiknya bisa mempertimbangkan lokalitas dan menjaga rasa toleransi dalam menjalankan ibadah. Prinsipnya adalah menghormati lingkungan sekitar serta tidak mengganggu orang lain.

Dalam konteks memaknai Pancasila sebagai landasan bernegara Indonesia, jabolan Al Azhar Mesir ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai keimanan kepada Tuhan, kemanusiaan, dan persatuan sangat relevan dengan suasana Ramadan.

“Bulan suci Ramadan memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperkuat iman kepada Tuhan, merasakan empati terhadap penderitaan sesama manusia, dan mempererat silaturahmi antar individu dan komunitas,” kata dia.

Ia menambahkan, jika bicara puasa Ramadan dalam konteks ibadah, berarti erat kaitannya dengan konsep ketuhanan. Dalam Pancasila, ketuhanan diletakkan di poin pertama, menandakan signifikansinya yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pada seluruh agama dan keyakinan yang diakui di Indonesia, sosok Tuhan juga diyakini sebagai entitas yang mengawasi semua ciptaannya.

“Tuhan diimani sebagai figur yang mengetahui segala sesuatu. Kita meyakini bahwa Tuhan itu Maha Esa. Hal ini tidak hanya berarti mengimani sebagai bahwa Tuhan itu satu, akan tetapi kita mengimani sebagai bahwa Tuhan itu satu-satunya yang mengetahui segala kegiatan kita,” kata Dr. Suaib.

Ia menegaskan, memaknai puasa Ramadan sebagai sarana penggugah rasa kemanusiaan. Saat menahan lapar dan dahaga ketika berpuasa, seorang muslim turut merasakan bagaimana orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makan dan minum.

Ia mengatakan, menempatkan dirinya pada kondisi yang sama dengan mereka yang tidak berkecukupan menjadi wujud solidaritas umat Islam. Misalnya saja, kondisi lapar dan haus yang saat ini dirasakan oleh muslim yang berpuasa, ternyata sudah dirasakan terlebih dulu oleh rakyat Palestina dalam menghadapi konflik berkepanjangan.

Dr. Suaib mengungkapkan, saat ini umat Islam bisa sedikit merasakan bagaimana penderitaan rakyat Palestina dalam menghadapi kehidupan. Dengan ikut merasakannya, diharapkan bisa memunculkan rasa empati untuk membantu siapapun yang tertimpa musibah dan mereka di sekitar kita yang tidak berkecukupan.

“Oleh karenanya, puasa itu tidak hanya mengandung nilai keimanan kepada Tuhan, namun juga nilai kemanusiaan. Rasa kebersamaan yang begitu tinggi juga bisa kita rasakan ketika melaksanakan salat tarawih berjamaah dan buka puasa bersama dengan keluarga dan teman-teman. Hal tersebut tentu akan memperkuat rasa persaudaraan dan silaturahmi,” jelas Dr. Suaib.

Mengingat Ramadan tahun ini yang juga berdekatan dengan berakhirnya Pemilu 2024, Dr. Suaib juga menyoroti situasi politik yang kian tegang. Dia menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas sosial sebagai bagian dari keseluruhan pengalaman Ramadan.

Ia berharap, pemerintah dan seluruh masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai, dan memastikan bahwa negara tetap aman selepas perhelatan Pemilu 2024. Demi terciptanya kolaborasi yang baik dalam kehidupan sosial, diperlukan sumbangsih dari semua elemen masyarakat Indonesia.

“Kalau misalkan selama ini kita kurang berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, sudah sepatutnya kita berkontribusi lebih banyak lagi. Jika selama ini kita kurang membantu orang di sekitar, kita harus persiapkan bagaimana supaya solidaritas terhadap sesama bisa ditingkatkan setelah Ramadan,” katanya.

Mengakhiri penjelasannya terkait esensi Ramadan di tahun ini, Dr. Suaib mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia dihadapkan dengan kondisi kehidupan sosial yang agak sulit pasca Pemilu 2024. Hal ini karena Ia rasa masih banyak riak-riak gesekan bahkan perpecahan horizontal yang masih tersisa di tataran akar rumput.

“Kita semua berharap bahwa di bulan suci Ramadan, khususnya mengenai situasi politik yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah serta pihak terkait dapat menyelesaikannya dengan baik. Dengan demikian, kita bisa mengharapkan kondisi masyarakat dan negara Indonesia kembali aman dan damai,” kata dia.

Tags: Bulan RamadhanIbadahManusia
Previous Post

Susun Modul Bahan Ajar, BNPT RI Tingkatkan Kemampuan Pencegahan Terorisme?

Next Post

Kasum TNI: Intelijen TNI harus Memiliki Kemampuan Cyber Intelligence

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Kasum TNI: Intelijen TNI harus Memiliki Kemampuan Cyber Intelligence

Kasum TNI: Intelijen TNI harus Memiliki Kemampuan Cyber Intelligence

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In