Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Cegah Aksi Teror melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence

by Irfan Mualim
25.07.2024
in Nasional
A A
Cegah Aksi Teror melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence

JAKARTA – Teknologi Artificial Intelligence atau yang sering disebut dengan AI telah menjadi suatu disrupsi budaya dan peradaban manusia dengan berbagai kemudahan yang ditawarkannya. Sayangnya, kemudahan yang ditawarkan AI disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memfasilitasi sebaran konten dengan muatan yang menyesatkan, intoleran, dan bahkan radikal.

Ketua PBNU Bidang Media, IT & Advokasi, Mohamad Syafi’ Alielha atau yang akrab disapa dengan Savic Ali, mengatakan AI telah menjadi daya tarik bagi banyak pihak di dunia.

Menurutnya, AI sebenarnya telah dikembangkan sejak beberapa tahun silam, salah satunya untuk keperluan surveillance atau pengawasan terhadap potensi terjadinya kejahatan.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Beberapa jenis keperluan seperti pelacakan kartu kredit, catatan pembelian tiket pesawat, atau yang sejenisnya, dapat digunakan menjadi data pendukung dalam pengambilan kesimpulan. Namun, kemampuan manusia tentu sangat terbatas dalam hal ini karena begitu banyaknya data yang harus diperiksa dalam kurun waktu yang sangat singkat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Baca Juga: Koordinasi dan Sinergi Antar Stakeholder, Kunci Keberhasilan Program Deradikalisasi

Ia menjelaskan, kemampuan pengambilan kesimpulan secara cepat seringkali jadi faktor penentu pengungkapan kasus kriminal. Hal ini bertujuan agar penegak hukum tidak kecolongan oleh para pelaku kejahatan yang menutupi perbuatannya terlebih dulu, sebelum berhasil diungkap dan dibuktikan.

Savic Ali menyebutkan, tren dalam berbagai bidang, termasuk supremasi hukum, saat ini menuju ke arah pemanfaatan AI dalam pelaksanaannya. Urgensi penggunaan AI juga disebabkan oleh para pelaku teror yang ikut menjadikan AI sebagai alat propaganda sesatnya. Berbagai teknik seperti deepfake dan chatbot nyatanya menjadi kemudahan bagi kelompok intoleran dan radikal untuk mendistorsi persepsi publik.

“Walaupun demikian, saya kira akan tetap ada kesadaran publik bahwa memang sebaran hoax cenderung lebih banyak jika dibandingkan sebelum maraknya AI. Diperlukan kedewasaan masyarakat ketika menemukan sesuatu yang dianggap tidak masuk akal, jangan lantas percaya. Sampai dengan saat ini, belum marak penyuntingan audio visual menggunakan teknik deepfake yang ditujukan khusus untuk sabotase atau aksi teror, karena masih mudah untuk dibedakan mana produk asli dan mana yang buatan AI,” jelas Savic Ali.

Selain itu, dirinya juga menggarisbawahi bahwa banyak orang di internet secara internasional melakukan fact-checking terhadap konten-konten yang dianggap janggal. Ini sangat bermanfaat karena dapat membantu menetralisir sebaran konten bohong atau yang menyesatkan.

Dalam penanggulangan tindak kriminal, AI juga bisa digadang-gadang bisa memetakan pola kejahatan jauh sebelum tindakannya terjadi. Jika sekarang terjadi perampokan pada suatu rumah, para penegak hukum yang mengusutnya baru tiba di rumah korban setelah tindak kejahatannya selesai dilakukan. Namun dengan AI, ia bisa membaca pola pergerakan yang dianggap mencurigakan, lalu memberikan peringatan atau warning agar pihak berwenang dapat melakukan aksi preventif.

Baca Lagi: BNPT RI Tingkatkan Resiliensi WNI di Malaysia

“AI bisa melakukan simulasi atau prediksi kejadian berdasarkan gambar atau perhitungan tertentu yang dimasukkan sebagai data pendukung. Oleh karena itu, perlu ada regulasi yang mengatur penggunaan AI, khususnya di bagian pertukaran informasi dan pencegahan tindak kriminal (preventive action) melalui surveillance atau pemantauan,” katanya.

Terlepas ada yang setuju ataupun tidak terhadap kehadiran AI yang mengubah banyak pola kehidupan manusia, Savic Ali mengingatkan bahwa ini adalah kenyataan saat ini yang harus dihadapi. Menurutnya, menyiapkan diri, bangsa, dan negara untuk memanfaatkan AI dan menanggulangi dampak buruknya bukan lagi suatu pilihan, namun telah menjadi keharusan.

Begitu pesatnya perkembangan AI seolah mengaburkan batasan kepantasan atau bahkan kebenaran. Pemanfaatan AI di bidang penyebaran informasi jelas akan merugikan banyak pihak jika disalahgunakan untuk memproduksi berita bohong secara cepat. Namun bagaimana jika AI ternyata sudah merambah pada dunia militer atau pertahanan?

“Banyak orang yang jelas tidak setuju akan hal ini, tapi wacana penggunaan AI di sistem persenjataan juga semakin menguat. Bayangkan saja, jika kendaraan tank dan pesawat drone nantinya bisa beroperasi tanpa diawaki, lalu alat-alat itu berhasil membunuh manusia lain, siapakah yang akan dimintai pertanggungjawaban? Hal seperti ini memerlukan kajian lebih lanjut untuk menentukan konsekuensi hukumnya,” kata dia.

Tags: Artificial IntelligenceIntoleranRadikalTerorisme
Previous Post

Temui Presiden Prancis, Prabowo Subianto Bahas Isu Keamanan

Next Post

Ke-11 Kali BNPT RI Raih WTP, Sestama: Buah Kerja Keras Seluruh Jajaran

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Ke-11 Kali BNPT RI Raih WTP, Sestama: Buah Kerja Keras Seluruh Jajaran

Ke-11 Kali BNPT RI Raih WTP, Sestama: Buah Kerja Keras Seluruh Jajaran

Comments 3

  1. Ping-balik: Ke-11 Kali BNPT RI Raih WTP, Sestama: Buah Kerja Keras Seluruh Jajaran | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Terorisme Sering Kali Berakar dari Kegagalan Sikapi Perbedaan
  3. Ping-balik: Mengidentifikasi Terorisme dengan Memanfaatkan AI, Perlu Diseriusi Pemerintah | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In