Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Cegah Intoleransi dan Radikalisme, Perempuan Sangat Krusial Tentukan Pola Pikir Keluarga

by Irfan Mualim
02.09.2023
in Nasional
A A
Cegah Intoleransi dan Radikalisme, Perempuan Sangat Krusial Tentukan Pola Pikir Keluarga

JAKARTA – Sosok perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Perempuan tidak boleh dipandang hanya sebagai ibu rumah tangga, melainkan memiliki peran penting dalam mencetak generasi bangsa. 

Dalam konteks pencegahan pemahaman intoleran dan radikalisme yang mengarah kepada terorisme, peran perempuan menjadi sangat krusial dalam menentukan pola pikir keluarga.

Aktivis Perdamaian, HAM dan Perempuan, Dwi Rubiyanti Kholifah, mengatakan seorang ibu memiliki kuasa otoritatif dalam membentuk karakter dan konstruksi berpikir sang anak. 

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Selain itu, ibu memiliki emosional kuat dengan anak-anak karena dia dilahirkan dari rahimnya. Maka, ibu sangat bisa mempengaruhi anaknya untuk tidak terlibat di dalam ekstrimisme.

Menurut Ruby hal inilah yang perlu dijaga. Jangan sampai peran otoritatif orang tua disalahgunakan untuk memaksa atau mengajak anak dalam berbuat hal yang menyalahi aturan. Keluarga Dita, pelaku Bom Surabaya tahun 2018 merupakan salah satu potret pelaku teroris yang mengajak keluarganya untuk ‘beramaliyah’.

“Perempuan sangat bisa dan otoritatif untuk menggeret anak-anak mereka terlibat di dalam terorisme. Laki-laki biasanya kalau terlibat itu sendirian aja tapi kalau perempuan terlibat di aksi teror mereka ngajak anaknya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/9/2023).

“Bayangkan kalau para ibu dan anak-anaknya terlibat aksi-aksi begini, tentu semakin mengerikan nasib bangsa,” lanjutnya.

Menurut Ruby, sejatinya dalam penanganan konflik maupun pencegahan radikal terorisme, kaum perempuan juga perlu dilibatkan. Meski masih ada yang menganggap sebelah mata, namun perempuan dinilai memiliki naluri tersendiri dalam mendeteksi dini perubahan sosial di lingkungannya.

Menurut perwakilan Asian Muslim Action Network (AMAN) di Indonesia ini, satu dari 100 wanita berprestasi di dunia versi BBC (British Broadcasting Corporation) tahun 2014 ini, kaum ibu dapat memberikan data dan fakta karena terlibat dalam banyak hal di lingkungannya. 

Misalnya mengurus posyandu, lansia, anak anak, kebersihan dan aktivitas lainnya. Jika ada sesuatu hal yang tidak wajar, para ibu-ibu dapat memberikan rekomendasi untuk mengambil keputusan dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.

“Ketika ada fenomena di mana ada sekelompok orang mempengaruhi dengan cara-cara tertentu menjauhkan dari nilai-nilai di masyarakat yang guyub saling membantu dan sebagainya itu menjadi eksklusif, nah itu biasanya perempuan sangat tahu,” kata Ruby.

Untuk membangun kemampuan tersebut, maka dibutuhkan pembelajaran dan peningkatan keahlian bagi perempuan. Salah satunya adalah membangun cara pikir atau berpikir kritis. 

Hal ini berhubungan dengan kemampuan memahami hak, dan kemampuan menganalisa. Sehingga, seorang perempuan peka terhadap sekitar, mampu mengindentifikasi dan menyelesaikan konflik. Jangan sampai perempuan tersebut malah menjadi eskalator konflik itu sendiri.

“Kita bekali mereka tentang teknik berdialog, teknik mediasi agar kalau ada persoalan di tingkat keluarga maupun tetangga mereka berani untuk melakukan dialog,” kata Ruby.

Oleh karena itu, menurut Ruby, baik sosok ayah maupun ibu sama-sama menjadi pilar keluarga dalam membangun keluarga yang inklusif dan toleran. Tanggung jawab membentuk karakter, pola pikir dan tingkah laku tidak bisa di bebankan pada satu orang saja. 

Orang tua dituntut untuk bekerja sama untuk dapat memastikan bahwa keluarga itu dalam kondisi yang aman keluarga memiliki lingkungan yang sehat untuk bertumbuh dan terbuka, sehingga apapun yang terjadi kepada anggota keluarga itu bisa dideteksi lebih dini.

“Kalau perspektif orang tua tidak punya perspektif bahwa bernegara ini adalah ber-NKRI maka akan sulit dia akan digoyahkan dengan ideologi-ideologi yang mengarah kepada melawan negara. Ini bahaya banget,” tekan Ruby.

Maka dari itu, Ruby menyatakan pentingnya membangun wawasan kebangsaan kepada orang tua, menanamkankan jiwa persatuan, dan kebhinekaan yang menjadi identitas bangsa untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Komunikasi antar keluarga menjadi kunci untuk berbagi peran dalam membangun karakter anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Semua warga negara Indonesia punya kewajiban yang sama. Nah caranya yang mungkin beda-beda. Karena caranya mungkin berbeda, bukan berarti satu lebih tinggi daripada yang lain kewajibannya, enggak. Tetap keduanya memiliki kewajiban yang setara,” kata Ruby.

Tags: IntoleransiKeluargaPerempuanRadikalismeTerorismeWanita
Previous Post

Tingkatkan Diplomasi Militer, Indonesia Menjadi Ketua Asosiasi Atase Pertahanan Di Kamboja 

Next Post

TNI-Polri Antisipasi Ancaman Teroris dan Serangan Siber di KTT ASEAN

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
TNI-Polri Antisipasi Ancaman Teroris dan Serangan Siber di KTT ASEAN

TNI-Polri Antisipasi Ancaman Teroris dan Serangan Siber di KTT ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In