Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ekonomi hingga Sains, Fenomena Munculnya Kerajaan Imajinatif

by Irfan Mualim
27.01.2020
in Nasional
A A
Ekonomi hingga Sains, Fenomena Munculnya Kerajaan Imajinatif

JAKARTA – Akhir-akhir ini muncul sejumlah kerajaan-kerajaan ‘ilusi’, seperti Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, Kesultanan Selacau, dan lain-lain. Meski terlihat seperti dagelan. Namun seharusnya tetap di diwaspadai, sebab bisa memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat.

Founder lembaga survei KedaiKOPI yang juga Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio, menilai meski kelihatannya seperti dagelan, akan tetapi fenomena ini bisa menjadi alat, kemungkinan tak sedikit masyarakat yang muak dengan politik pemerintahan saat ini, ditambah situasi sosial dan ekonomi rakyat.

Menurut, Hendri, sebelum Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat muncul. Kerajaan-kerajaan imajinatif lain juga sempat muncul, bahkan tak sedikit masyarakat percaya, seperti SwissIndo, yang bisa melunasi hutang Indonesia dan masyarakat.

BACA JUGA

Tolak PPN 12 Persen

MUI Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN: Implikasi bagi Perekonomian Rakyat

28.12.2024
Manmohan Singh

Manmohan Singh: Warisan Sang Arsitek Ekonomi India yang Berpulang

27.12.2024

“Tahun 2002, Kementerian Agama sempat menggali Istana Batu Tulis untuk mendapatkan harta karun. Lalu Kerajaan Ubur-Ubur, Gafatar, bahkan Kerajaan Lia Eden yang sempat gempar dengan membawa isu agama,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Oleh karena itu, Hendri menjelaskan, ada dua penyebab yang menjadi pemicu. Pertama, kondisi ekonomi dan sosial yang makin rumit bagi masyarakat, sehingga mereka butuh alternatif.  Kedua, literasi sains alias pengetahuan yang begitu rendah.

Selain itu, ada gejala kerinduan kejayaan masa lalu yang kembali ke identitas promordial seperti suku, kerajaan yang pernah jaya, dan juga agama.

“White supremacy di Amerika, supremasi Hindu di India, dan gerakan Neo Nazi di Eropas, merupakan reaksi atas kekecewaan masyarakat. Protes terhadap modernisasi dan globalisasi yang tak kunjung menyejahterakan,” katanya.

Terkait literasi sains dan nalar kritis masyarakat, lanjut Hendri, masih banyak orang percaya terhadap flat earth atau teori konspirasi. Padahal fenomena ini hanya memanfaatkan ketidakmampuan masyarakat mengkonfirmasi suatu narasi dengan landasan sains.

“Bila flat earth terkait fisika dan astronomi, maka kesultanan dan segala kerajaan itu terkait dengan disiplin ilmu sejarah,” kata dia.

Hendri melanjutkan, semua itu juga tak lepas dari peran media sosial meski sangat kecil. Dimana berimbas pada post truth yang tak lepas dari informasi bohong atau hoaks. Itu terlihat dari pendekatan yang dilakukan pelaku-pelakunya (Keraton Djipang, Keraton Agung Sejagat, dan Sunda Empire).

“Pertama, melibatkan emosi masyarakat. Kedua, menggabungkan dengan gerakan populer,” ujar dia.

“Salah satu kerajaan imajinatif menggunakan logo mirip Nazi dan bintang Daud, atau Sunda Empire yang menyomot nama NATO. Tujuannya, tentu untuk menyamarkan mana yang fakta dan mana yang fiktif,” Hendri menambahkan.

Untuk itu, ia berharap hal tersebut patut diwaspadai. Sebab bisa saja hal-hal semacam ini ditunggangi kelompok tertentu yang ingin memecah belah Indonesia.

“Justru ini glorifikasi karena kita kalah di masa sekarang. Tapi dampaknya bisa akan besar bila glorifikasi ini terus terjadi,” katanya.

Tags: EkonomiKerajaan ImajinatifKeraton Agung SejagatSunda Empire
Previous Post

DPR RI Minta Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Wuhan, Cina

Next Post

Menteri Yasonna Bentuk Tim Independen Terkait Harun Masiku, ICW: Tak Relevan

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Notaris Harus Ikut Pencegahan Pendanaan Terorisme

Menteri Yasonna Bentuk Tim Independen Terkait Harun Masiku, ICW: Tak Relevan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In