Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Eks Kombatan Jamaah Islamiyah: Hanya Orang Bodoh yang Sebut Bom Bunuh Diri Itu Mati Syahid

by Irfan Mualim
30.03.2021
in Nasional
A A
Eks Kombatan Jamaah Islamiyah: Hanya Orang Bodoh yang Sebut Bom Bunuh Diri Itu Mati Syahid

JAKARTA – Sepasang suami istri melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi. Bom itu meledak saat umat Kristiani usai melakukan ibadah Misa Palma. Tidak ada korban tewas dari pihak Gereja, sementara kedua bomber itu tewas setelah tubuhnya hancur berkeping-keping. Lalu apakah dua sejoli itu mati syahid?

Munir alias Abu Rimba yang merupakan mantan kombatan yang menjadi salah satu tokoh pelatihan teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Jalin Jantho, Aceh, tahun 2010 lalu, menjelaskan aksi bom bunuh diri di Makassar adalah tindakan konyol.

“Bom Makassar, pasang bom di badan, apakah itu syahid? Hanya orang bodoh yang bilang itu syahid,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Bom bunuh diri, kata Munir, adalah cara-cara yang salah besar. Bahkan langkah seperti itu hanya ingin mencari perhatian. Apalagi dilakukan di tempat ibadah.

“Kalau pendapat saya tindakan begitu jelas salah. Sepertinya mereka hanya ingin cari perhatian, sehingga gereja itu dijadikan sasaran,” katanya.

Menurut dia, pemahaman agama pelaku bom bunuh diri tersebut sudah jauh dari hakikat agama Islam yaitu Islam rahmatan lil alamin.

“Kalau mereka paham dengan Islam rahmatan lil alamin, dia tahu hukumnya melakukan tindakan bom bunuh diri. Dosa besar itu, kita membunuh orang yang nggak mendzalimi kita. Kecuali kalau orang itu sudah mengganggu kita, sudah mendzalimi umat Islam,” kata Abu Rimba.

Abu Rimba bercerita, jika dulu masuk ke jaringan teroris berawal dari niatnya menjadi relawan membela Palestina yang ditindas Israel tahun 2008 silam. Dimana saat itu, dari selebaran yang ia dapat, mengetahui Front Pembela Islam (FPI) membutuhkan relawan untuk ke Palestina. Sehingg mengikuti tes dan pelatihan FPI di Aceh Utara.

Kemudiana berangkat ke Jakarta untuk bergabung dan persiapan berangkat ke Palestina. Namun cita-citanya tidak terwujud karena gagal berangkat. Beberapa kali menanyakan keberangkatannya ke para pengurus FPI di Petamburan, tapi jawabannya tidak jelas.

“Saya kemudian diminta menunggu dan stand by di Bogor, juga tidak mendapat kepastian,” ujar dia.

Abu Rimba akhirnya memutuskan pulang ke Aceh. Dari situlah yang dikontak Yudhi Zulfahri untuk menyiapkan lahan pelatihan dan menjemput beberapa tokoh JI yang akan menggelar pelatihan di Aceh.

Yudhi Zulfahri, mahasiswa STPDN yang bergabung dengan JI dan ikut pelatihan di Jalin Jantho. Dari situlah akhirnya, Abu Rimba berkenalan dengan beberapa tokoh JI, salah satunya Dulmatin.

Ia pun terdoktrin ideologi kekerasan atas nama agama. Namun secara pribadi ia mengaku sebenarnya kurang sepakat dengan ideologi kelompok JI, terutama yang saat ingin melakukan aksi terorisme di Indonesia.

“Sejak awal saya mau bergabung, dengan motivasi melawan orang-orang atau negara yang mendzalimi Islam,” ujarnya.

Abu Rimba harus membayar mahal keterlibatannya dalam kelompok pelatihan teroris di Jalin Jantho tersebut. Ia pun harus mendekam di penjara selama tujuh tahun untuk membayar kesalahannya tersebut.

Karenanya, ia pun tidak ingin kembali ke masa lalunya dan ingin mengisi masa depannya dengan hal-hal yang bermanfaat. Untuk itu, menyarankan semua pihak, terutama generas muda, selalu waspada dengan penyebaran paham kelompok-kelompok teroris.

“Hati-hati jangan sama sekali bersentuhan dengan mereka,” katanya.

Tags: Bom Gereja Katedral MakassarTerorisme
Previous Post

Aspers Panglima TNI: Pembinaan Mental Prajurit, Keniscayaan yang Tak Bisa Ditawar

Next Post

Kepala BNPT: Penyintas dan Eks Napiter Harus Menjadi Agen Perdamaian

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Kepala BNPT: Penyintas dan Eks Napiter Harus Menjadi Agen Perdamaian

Kepala BNPT: Penyintas dan Eks Napiter Harus Menjadi Agen Perdamaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In