Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Kabar Mabes

Filipina Gencarkan Operasi Militer, Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf

by Irfan Mualim
29.11.2019
in Kabar Mabes
A A
Filipina Gencarkan Operasi Militer, Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf

GARDANASIONAL, JAKARTA – Pembebasan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yakni Maharudin Lunani (48 thn), Muhammad Farhan (27 thn), dan Samiun Maneu (27 thn), yang ditangkap pada 24 September 2019 lalu oleh kelompok teroris Abu Sayyaf terus diupayakan. Tak hanya Pemerintah Indonesia, Filipina juga turut serta, dengan melakukan operasi militer.

“Pemerintah Filipina mengedepankan operasi militernya, untuk melakukan pembebasan ketiga sandera tersebut,” ujar Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), kata Asep, terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina, untuk segera melakukan upaya pembebasan. Meski demikian, pihaknya berharap, tiga WNI dibebaskan dengan selamat.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Mudah-mudahan bisa dibebaskan dengan selamat,” katanya.

Sebelumnya, dari video yang beredar, ketiga WNI yang diketahui berasal dari Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara itu, meminta pemerintah membantu mereka untuk dibebaskan. Samiun, salah satu korban penyanderaan menuturkan, Abu Sayyaf meminta tebusan senilai lebih dari Rp8 miliar

“Kami bekerja di Malaysia. Kami ditangkap Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019. Kami harap, bos kami bantu kami untuk bebaskan kami,” ujarnya dalam video tersebut.

“Presiden Republik Indonesia tolong kami, dan Abu Sayyaf meminta tebusan 30 juta peso (sekitar Rp8 miliar) agar kami dapat kembali ke Indonesia,” Samiun menambahkan.

Pada Oktober 2019 lalu, Istri Samiun – salah satu sandera Abu Sayyaf- Mila, menjelaskan dirinya menerima kabar bahwa pihak Abu Sayyaf meminta uang tebusan sebesar 100 ribu ringgit Malaysia atau senilai lebih dari Rp335 juta.

“Abu Sayyaf minta duit tebusan 100 ribu ringgit,” katanya.

Informasi itu, kata Mila, diterima dari teman suaminya. Karenanya, ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar ketiga sandera dapat pulang dengan keadaan selamat.

Sebelumnya, The Star, salah satu Media Malaysia merilis, jika ketiga WNI itu ditangkap sekitar pukul 23.58 waktu setempat di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Wilayah perairan itu, memang dikenal rawan pembajakan dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata dari selatan Filipina seperti Abu Sayyaf.

Ketiganya tengah memancing udang di Pulau Tambisan, namun tiba-tiba muncul dua kapal kecil dan merapat dari bagian buritan.

“Tujuh orang bersenjata menaiki kapal tersebut,” tulis The Star.

Informasi dari otoritas Filipina, kelompok teroris itu meminta tebusan kepada pihak keluarga beberapa hari setelah penyanderaan terjadi. Namun tak ada angka pasti berapa nominal yang diminta.

Sekadar diketahui, aksi penculikan bukan kali pertama dilakuak oleh kelompok Abu Sayyaf. Bahkan tercatat pada 5 November 2016, sebanyak dua orang yakni La Utu dan La Hadi juga menjadi korban, Namun berhasil dibebaskan pada Jumat 19 Januari 2018.

Lalu, pada Desember 2018, kembali menangkap Heri dan Hariadin. Akan tetapi saat proses pembebasan salah satunya tewas ketika kontak senjata tentara Philipina dengan Abu Sayyaf.

Tags: Abu SayyafTerorisme
Previous Post

Radikalisme-Terorisme Bukan Hal Baru

Next Post

Peringati HMPI, Satgas Perbatasan Tanam Pohon

BERITA TERKAIT

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Next Post
Peringati HMPI, Satgas Perbatasan Tanam Pohon

Peringati HMPI, Satgas Perbatasan Tanam Pohon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In