Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Habib Ja’far: Anak Muda Harus Komitmen, Sebarkan Konten Damai Lawan Radikalisme

by Irfan Mualim
10.10.2023
in Nasional
A A
Menyerang balik Propaganda Kekerasan dengan Narasi Cinta dan Perdamaian

PRIGEN – Anak muda adalah sosok paling penting dalam memastikan perdamaian Indonesia. Karena itu, anak muda harus memiliki komitmen untuk beraksi secara kreatif dalam menggalang perdamaan di tengah keragaman Indonesia suku, agama, dan lain-lain. 

Utamanya dengan menyebarkan konten-konten damai, nasionalisme, toleransi, sebagai kontra narasi melawan propaganda radikalisme dan terorisme.

“Secara kuantitas  sekarang Indonesia itu mayoritas anak muda, lebih dari 60 persen penduduk Indoensia anak muda. Tentunya yang bicara ke anak muda ya sesama anak muda. Itu lebih akan diterima,” ujar pendakwah dan konten kreator, Habib Husein Ja’far Al Hadar, saat menjadi narasumber Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Duta Damai Dunia Maya dan Duta Santri 2023 di Prigen, Pasuruan, Senin (9/10/2023).

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

Habib Ja’far menambahkan, kalau dalam Islam, anak muda saat ini adalah penentu masa depan. Kemudian dalam kebangsaan Ben Andersen bilang revolusi di Indonesia selalu diimotori annak muda.

“Karena itu buat anak muda yok kita bergerak bersama untuk perdamaian Indonesia. Indonesia bukan hak kita, tapi hak semua orang, maka tugas kita menjamin Indonesia baik-baik saja sebagai warisan terbaik untuk generasi setelah kita,” ajak Habib Ja’far.

Ia meyakinkan, tidak ada negeri yang lebih indah dari Indonesia. Keindahan dan kedamaian itu berkat karunia dari danTuhan. Bandingkan dengan negara Afghanistan, yang hanya terdiri dari tujuh suku dan satu agama, tapi perang saudara terus berkecamuk. Sementara Indonesia dengan ribuan suku dan bermacam agama bisa damai dan bersatu.

Menurutnya, duta perdamiaan bukan hanya agama atau suku, tapi berbagai hal. Maka para duta damai dan duta sanrti harus berada di tengah dan berpihak pada yang benar.

“Yuk kita jadi duta damai, apapun agama Anda saya yakin anda akan masuk surga. Karena semua agama mengajarkan kedamaian,” katanya.

Ia menjelaskan, menjadi duta damai itu harus verbal secara tindakan dan digital. Hal itu penting, karena dari data Kementerian Agama (Kemenag) tentang perbincangan di media sosial, konten digital tentang perdamaian hanya 21 persen, sedangkan 63 persen masih bernuansa tidak damai, dari menyerang, menyindir, dan sebagainya.

“Karena itu kita butuh kalian semua untuk menyebarkan nilai perdamiaan di media digital, karena mudah dan murah, dan efektif. Saya sendiri sudah mengurangi 80 persen pertemuan langsung, saya lebih sering syuting dan kontennya ditonton banyak orang di ruang digital,” kata dia.

Dalam hal ini, duta damai dan duta santri diminta untuk tidak berpikir viral dulu, yang penting bikin konten dulu. Pun isi kontennya, bisa dari hal-hal sederhana. 

Ia mencontohkan, kontennya yang bergandengan tangan dengan Bhante Dhirrapunno saat naik panggung di sebuah acara ditonton 2,7 penonton.

“Buat dan sebarkan konten positif untuk pedamaian yang sederhana di sekitar Anda. Karena yang dianggap gini-gini saja, bisa jadi luar biasa buat orang lain,” katanya.

Makna Toleransi 

Pada kesempatan itu, Habib Ja’far juga menguraikan tentang makna toleransi. Ia mengajak generasi muda benar-benar memahami dan menerapkan nilai-nilai toleransi sesuai dengan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

“Agar kita tetap dengna identias masing-masing di tengah kebersamaan kita. Karena bagi saya toleransi itu bukan pemaksaan, bukan pencerabutan identitas, dengan saya menyampaikan assalamualaikum anda jawab dengan salam masing-masing. Kita hargai dalam perbedaan dan kita tetap bersama dalam bingkai-bingkai yang kita sepakati,” ujar Habib Ja’far.

Menurutnya, toleransi adalah kunci untuk menciptakan perdamaian. Dengan toleransi tentu tidak aka nada kekejian atau kemungkuran seorang pemeluk satu agama terhadap pemeluk agama lain. 

Baginya sebagai Muslim, ia meyakin bahwa menjauhi kekejian dan kemungkaran adalah kewajiban. Begitu juga dengan umat Kristen, Katolik, Hindu, Budha, penganut kepercayaan, dan lain-lain.  

“Anda punya ritual dalam kebenaran yang anda yakini, tapi saya yakin semua agama ujung-ujungnya sama yaitu kebaikan. Sebagaimana dalam Alquran bicara fastabiqul khairot yaitu mari berlomba dalam kebaikan, bukan fastabiqul haq, berlomba dalam kebenaran,” kata Habib Ja’far.

Kebenaran , lanjut Habib Ja’far, seperti pakaian dalam yang fungsinya sangat penting, tapi tidak perlu dipertontonkan. Justru yang dipertontonkan adalah kebaikan sebagai output dari kebenaran yang sama-sama diyakini. 

Karena manusia sendiri sudah super sebagai manusia, tidak seperti Superman yang mempertontonkan celana dalamnya.

Kedamaian, lanjutnya, seharusnya jadi core perjuangan generasi muda. Kalau suasana tidak damai, apakah masyarakat bisa menjalankan ibadah agama dengan baik. Ia menegaskan bahwa nikmat paling besar adalah perdamaian yang didapat dari rasa damai.

“Kalau gak damai yang Muslim salat susah, yang Kristen mau ke gereja, mungkin gereja sudah dibakar, begitu juga umat beragama lainnya. Perdamaian untuk menjamin kita hidup sebagai umat beragama dengan maksimal. Percayalan akan mengerikan apabila Indonesia tidak damai,” kata Habib Ja’far.

Tags: Anak MudaDuta Damai Dunia MayaRadikalisme
Previous Post

Italia dan India Sepakat Kerja Sama  Cegah Terorisme dan Radikalisme

Next Post

Pasukan Khusus TNI Kelas Dunia, Latihan Bersama Australia

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post

Pasukan Khusus TNI Kelas Dunia, Latihan Bersama Australia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In