Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Hari Pahlawan, Momentum Ormas Berperan Merawat Persatuan

by Irfan Mualim
10.11.2022
in Nasional
A A
Hari Pahlawan, Momentum Ormas Berperan Merawat Persatuan

JAKARTA – Tanggal 10 November 2022 masyarakat kembali diingatkan sebuah momentum yang erat kaitannya dengan perjuangan bangsa, dalam menegakkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan negara. 

Kini perjuangan tidak lagi tentang angkat senjata melawan penjajah, namun lebih dari itu, seluruh unsur masyarakat sedang bergelut melawan paham radikal yang tak hentinya merongrong persatuan.

Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti), KH. Anwar Sanusi, mengutarakan optimismenya bahwa generasi muda mampu menang dalam perjuangan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa pasca 77 tahun kemerdekaan.

BACA JUGA

Wapres Gibran Rakabuming Raka

Memperingati Hari Pahlawan 2024: Menggugah Semangat Kepahlawanan Generasi Muda

10.11.2024
Hari Pahlawan

Menghadapi Tantangan Zaman: Refleksi Hari Pahlawan bagi Pemuda Indonesia

09.11.2024

”Generasi muda ini merupakan tongkat estafet perjuangan bangsa, perekat persatuan atas segala perbedaan. Generasi muda ini harus lebih mencintai tanah airnya untuk merawat kesatuan dan persatuan. Karena lagi-lagi bahwa perjuangan berat ini memang ya mau tidak mau secara alami kan harus berganti (generasi),” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/11/2022).

Demikian juga termasuk keberadaan ormas (organisasi kemasyarakatan) yang menurutnya memiliki peran sangat besar dalam merawat persatuan. 

Sebagaimana sejarah menuliskan bagaimana ormas sejak jaman dahulu telah berjasa dalam mendorong terciptanya kemerdekaan dan melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang hebat.

”Di Indonesia dengan banyaknya ormas-ormas termasuk ormas keagamaan yang tergabung dalam LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam) – LPOK (Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan) memiliki dan mengemban kewajiban untuk mendidik masyarakat dalam menjalin persatuan dan kesatuan,” katanya.

Keberadaan ormas-ormas di tanah air adalah kelebihan yang dimiliki bangsa Indonesia. Ormas-ormas ini sambungnya, memiliki massa yang tergabung dan tersebar dalam pesantren, madrasah, sekolah perguruan tinggi, hingga fasilitas publik yang merupakan aset besar dalam perjuangan melawan paham radikalisme sebagai extraordinary crime.

”Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, ada Al Ittihadiyah,  Syarekat Islam, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (Persis) dan lain sebagainya. Ormas ini kan punya wilayah dan punya cabang. Seperti saya dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah kami punya 35 wilayah dan ratusan cabang. Nah melalui saluran-saluran inilah kita sampaikan pesan perdamaian dan persatuan kepada khususnya generasi muda,” kata dia.

Mengutip pesan sang Proklamator Ir. Soekarno (Bung Karno), ‘Generasi kami ini jelas musuhnya, yaitu melawan penjajah. tetapi nanti generasi-generasi muda ini akan lebih berat (musuhnya)’, sehingga dengan jelas Anwar Sanusi mengatakan bahwa perjuangan mempertahankan persatuan ini merupakan perjuangan berat yang mau tidak mau secara alami harus berganti generasi.

Ia menambahkan, generasi muda tidak boleh dibiarkan begitu saja, terlebih karena dewasa ini, sudah masuk ke era teknologi informasi yang mana informasi baik maupun buruk terkhusus yang terkait pada pemahaman keagamaan kerap menjadi ancaman.

“Oleh sebab itu, kalau agama itu diajarkan secara benar tentunya tidak bertentangan dengan nasionalisme apalagi dengan negara. Kembali lagi kalau kita adalah mencintai agama, Hubbul Wathon Minal Iman, itu mencintai agama untuk mempertahankan persatuan bangsa,” ujar Sanusi.

Setidaknya ada tiga hal yang bisa diupayakan oleh seluruh stakeholder bangsa dalam perjuangan melawan radikalisme dengan membangun deteksi dini di tengah masyarakat.

Pertama, di perguruan tinggi itu pembekalan mahasiswa baru, dosen-dosen baru, dan juga pengurus-pengurus civitas akademika. 

Kedua, di pesantren dengan yang namanya pencerahan kalbu, jadi hatinya dicurahkan dulu, lalu bisa saja di kerjasama dengan beberapa badan atau beberapa lembaga. 

Ketiga, membangun deteksi dini dari lingkup keluarga sebagai lingkungan dan sekolah pertama bagi anak. Ia berharap, kesadaran dari lingkup keluarga untuk memberikan perhatian dan pendidikan mampu menghindarkan seluruh anak bangsa dari radikalisme yang mengancam. 

“Keluarga itu nomor satu sebagai ujung tombak dalam perjuangan pencegahan radikalisme,” katanya.

Ia berharap, seluruh generasi muda dalam memperingati Hari Pahlawan seyogiannya anak muda tidak melupakan bagaimana perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan, dan guna mengingatkan kembali bahwasanya generasi muda harus bersiap melanjutkan perjuangan tersebut.

”Bahwa sekali lagi Jas Merah, ‘Jangan Melupakan Sejarah’, dan mari semangat 10 November tahun 2022 ini pada 77 tahun anda sebagai generasi muda harus siap memegang tongkat estafet perjuangan bangsa,” kata dia.

Tags: Hari PahlawanLembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI)Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK)Ormas Islam
Previous Post

Pemilu 2024, Usulan Komnas HAM: Baiknya Pemerintah Manfaatkan Teknologi dan Pos

Next Post

Pelibatan TNI Amankan Gedung MA Dikritik

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Pelibatan TNI Amankan Gedung MA Dikritik

Pelibatan TNI Amankan Gedung MA Dikritik

Comments 2

  1. Ping-balik: Pelibatan TNI Amankan Gedung MA Dikritik | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Pemilu 2024, Usulan Komnas HAM: Baiknya Pemerintah Manfaatkan Teknologi dan Pos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In