Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Implementasi Konsep At-Tasamuh: Beribadah di Bulan Ramadan Tanpa Melupakan Berbuat Baik dengan Sesama Manusia

by Irfan Mualim
14.03.2024
in Nasional
A A
Implementasi Konsep At-Tasamuh: Beribadah di Bulan Ramadan Tanpa Melupakan Berbuat Baik dengan Sesama Manusia

JAKARTA – Bulan Ramadan kembali hadir, membawa momen spiritual yang selalu ditunggu-tunggu seluruh umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia. Tak hanya memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun juga kesempatan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Membahas tentang konsep keseimbangan Hablumminallah (hubungan dengan Allah) dan Hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia), Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, KH. Bukhori Sail Attahiri, menjelaskan pentingnya dua hal ini dijalankan secara bersama tanpa meninggalkan salah satunya.

“Ada yang hanya mementingkan hubungan dirinya dengan Allah, artinya ibadahnya kelihatan rajin banget, tapi tidak peduli dengan tetangganya. Dia justru merasa dirinya itu lebih hebat dari tetangganya yang ibadahnya tidak kelihatan sepertinya. Orang yang demikian bisa dipastikan salah dalam memahami esensi bulan Ramadan,” ujarnya di Jakarta Kamis (14/3/2024).

BACA JUGA

Ilustrasi Libur Sekolah

Libur Sekolah Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 Diperpanjang

04.03.2025
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar

BPOM Jamin Makan Bergizi Gratis Aman Dibawah ke Rumah Selama Ramadhan

04.03.2025

Menurutnya, seorang muslim yang menjalankan puasa tidak bisa mengesampingkan pentingnya berbuat baik pada sesama manusia, atau yang juga dikenal dengan istilah hablumminannas. Berbuat baik terhadap sesama manusia juga berarti saling menghormati antara umat Islam yang berpuasa dengan mereka yang tidak menjalankannya.

KH. Bukhori juga mengatakan, bahwa konsep toleransi sebenarnya juga diajarkan dalam Islam. Islam mengenalnya dengan istilah at-tasamuh. Mendalami konsep ini, manusia diajarkan untuk tidak semena-mena lalu melanggar hak dari mereka yang dianggap berbeda.

“Karena kita ini hidup dalam suasana yang damai, berbeda kalau kita sedang dalam situasi perang ya, itu lain lagi kaidahnya. Hidupnya kita di negara Indonesia yang kondusif dan dinaungi oleh peraturan hukum yang berlaku, maka kita semuanya mengacu kepada regulasi Pemerintah serta nilai dan norma masyarakat yang ada,” jelas KH. Bukhori.

Agar rasa toleransi dapat dihayati oleh masing-masing individu, ia juga menyoroti pentingnya saling mengerti dan memahami. Dengan demikian, masyarakat Indonesia bisa tetap kondusif walaupun berbeda suku, golongan, hingga keyakinan.

Menurutnya, semua elemen masyarakat harus saling mengingatkan apabila terjadi keresahan yang ditimbulkan pihak tertentu. Manakala ada satu oknum saja yang bikin onar, dampak buruknya bisa ikut dirasakan masyarakat yang lain.

KH. Bukhori mencontohkan, dulu ada berita orang yang melakukan salat di tengah jalan, sehingga membuat lalu lintas di suatu tempat menjadi terganggu.

“Ibadah salat itu memang kewajiban kita sebagai muslim dan itu bentuk penghambaan manusia kepada Allah. Tapi pelaksanaan salat di tengah jalan tentu tidak dibenarkan karena mengganggu lalu lintas. Dia hanya mengedepankan hubungan dirinya dengan Allah, tapi tidak memperhatikan hak-hak manusia lainnya untuk berlalu lintas. Oknum yang demikian bisa dikatakan ilmu agama dan pemahaman keislamannya masih rendah,” kata KH. Bukhori.

Dirinya pun berpesan pada umat Islam agar dapat menjadikan ibadah puasa di tahun ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Walaupun diharuskan menahan lapar dan haus, ibadah puasa tidak hanya menyoal perkara jasmani, namun juga sebagai sarana perbaikan aspek rohani.

Ia menambahkan bahwa menjalankan puasa berarti harus menghindari berprasangka atau bahkan mengatakan keburukan tentang orang lain (ghibah). Jika melakukannya, berarti puasanya tidak sempurna karena hanya memperhatikan aspek jasmani namun meninggalkan kerohaniannya, khususnya dalam menjaga lisan dari perkataan yang buruk.

“Andaikata kita makan atau minum ketika menjalankan ibadah puasa, maka puasanya batal. Ketika kita sanggup menahan untuk tidak makan atau minum hingga waktu berbuka tiba, namun kita masih menyibukkan diri kita dengan memperbincangkan kejelekan orang lain, maka sulit untuk mengatakan bahwa puasa kita ada nilai pahalanya,” katanya.

Ia menegaskan, jika dalam berpuasa masih menyakiti orang lain melalui perkataan atau perbuatan, maka sebenarnya yang demikian tidak menghayati puasanya. Orang yang sungguh-sungguh dalam ibadah puasa adalah mereka yang mencari ridha Allah SWT sekaligus menjaga kerukunan dengan sesama manusia.

Menurut KH. Bukhori, keberhasilan dalam menjalankan ibadah puasa akan menunjukkan kadar ketakwaan seseorang di hadapan Allah. Dalam ajaran Islam, orang yang bertakwa adalah orang-orang yang bisa memilih yang terbaik dan menghindari yang dilarang oleh Tuhannya.

“Manusia yang bisa menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT adalah yang dapat dikatakan bertakwa. Memiliki ketakwaan berarti punya kesadaran dan berupaya melalui tindakan preventif, supaya ia tidak termasuk dalam jurang yang dilarang oleh Allah SWT,” kata KH. Bukhori.

Tags: Bulan RamadhanIbadahManusia
Previous Post

Satgas Indo RDB XXXIX-E/MONUSCO dan FET Laksanakan Kampanye Kesehatan

Next Post

Sambut Peace Keepers Indonesia, Panglima TNI: Terima Kasih Telah Mengharumkan TNI dan Indonesia

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Sambut Peace Keepers Indonesia, Panglima TNI: Terima Kasih Telah Mengharumkan TNI dan Indonesia

Sambut Peace Keepers Indonesia, Panglima TNI: Terima Kasih Telah Mengharumkan TNI dan Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In