Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Kelompok Radikalisme Jadi Alat Politik Oposisi Pemerintah

by Irfan Mualim
02.04.2021
in Nasional
A A
Kelompok Radikal Sakit Hati ke Ahok, Waspada Aksi Teror

“Ada simbiosis mutualisme antara politisi yang ingin menggunakan politisasi agama dengan kekuatan gerakan radikal”

JAKARTA – Kelompok penganut radikalisme kerap jadi alat politik untuk mengumpulkan kekuatan sebagai oposisi pemerintah, simbiosis mutualisme dan saling memanfaatkan. Kritik sebagai oposisi boleh saja, tetapi yang konstruktif dan membangun, bukan selalu dan menyebut apa yang di lakukan pemerintah semua salah dan selalu berseberangan.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Demikian dikatakan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, di Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Menurut Ken, paham radikal muncul karena adanya politisasi agama yang dipicu sikap benci terhadap pemerintah atau pemimpin yang sah.

“Ada simbiosis mutualisme antara politisi yang ingin menggunakan politisasi agama dengan kekuatan gerakan radikal,” ujarnya.

Kelompok gerakan radikalisme berasal dari orang-orang yang anti pemerintah. Sering kali, radikalisme ini selalu mengatasnamakan agama, bahkan bukan monopoli satu agama tertentu.

Secara teori, lanjut Ken, radikalisme adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara kekerasan.

Karena itu, selain politisasi agama, radikalisme juga dipicu sikap intoleransi, kemiskinan, kebodohan, pemahaman agama yang tidak benar, ketidakadilan sosial, ketidakpuasan politik, hingga rasa benci dan dendam karena merasa terdzolimi.

“karakteristik kaum radikal terlihat dari sikap intoleransi, ekslusif, klaim kebenaran, hingga playing fictim,” kata dia.

Ken menilai, radikalisme menjadi musuh agama dan negara. Pada satu sisi, gerakan radikalisme merusak agama karena bertindak tidak sesuai dengan nilai-nilai beragama. Sementara sisi lain, menjadi ancaman negara karena menginginkan perubahan secara inkonstitusional.

“Dari paham radikalisme ini pula, lahir terorisme. Terorisme itu hilirnya, sementara radikalisme itu hulu,” katanya.

Semua teroris berpaham radikal, namun tidak semua radikal akan jadi pelaku aksi teroris. Dimana intoleransi dan radikalisme adalah pintu gerbang terorisme. Untuk itu, Ken meminta, masyarakat waspada dan tidak takut. Karena ketakutan itulah yang diharapkan pelaku terorisme.

“Radikalisme adalah politik berkedok agama dengan bentuk organisasi sebagai alat propaganda,” ujar dia.

Pernyataan Ken tidak lepas dari pengalamannya sebagai mantan komandan Negara Islam Indonesia (NII). Dimana saat bergabung dengan kelompok tersebut hanya memahami secara tekstual.

“Saat itu, saat bergabung di kelompok radikal, bisa dikatakan saya itu mabok agama. Mengkaji kitab suci Al Quran hanya sesuai dengan kebutuhan. Misalnya mengahalkan segala cara untuk menghimpun dana atas nama agama,” kata Ken.

Gerakan radikal saat itu diternak karena saling membutuhkan. Dalam hal ini, Ken menyinggung soal eksistensi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). Pada masa pemerintahan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) cenderung menerima kelompok seperti HTI dan FPI. Bahkan dua organisasi ini diberikan ruang untuk menunjukkan kekuatannya.

“Saya bisa katakan, ini tragedi kemanusiaan atas nama agama, sebab banyak kalangan masyarakat khususnya anak muda dimanfaatkan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama,” ujarnya.

Ken bersyukur kini HTI dan FPI secara organisasi telah ditindak oleh pemerintah, walaupun pahamnya belum berubah, kini mereka metamorfosa dengan nama yang baru, tapi masyarakat tidak boleh lengah, sebab mereka bisa saja ada disekitar lingkungan kehidupan sehari-hari.

“Jumlah mereka memang tidak banyak dibanding masyarakat yang moderat, tapi gerakan mereka sangat masif, terstruktur dan sistematis, 24 jam mereka bergerak tanpa lelah, sementara kita yang mayoritas moderat cenderung diam,” katanya.

Tags: Ken SetiawanRadikal TerorismeRadikalismeTerorisme
Previous Post

Istri Panglima TNI: Memajukan dan Meningkatkan organisasi, Tak Selamanya Berjalan Sesuai Harapan

Next Post

Pasca Serangan Teroris, TNI Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah hingga Objek Vital

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Pasca Serangan Teroris, TNI Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah hingga Objek Vital

Pasca Serangan Teroris, TNI Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah hingga Objek Vital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In