Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Kelompok Takfiri, Duri dan Bencana Bagi Kehidupan Beragama

by Irfan Mualim
31.01.2023
in Nasional
A A
Maman Imanulhaq: Tiga Nilai Utama Idul Fitri Tahun Ini

JAKARTA – Kelompok takfiri selalu mengkafirkan umat Muslim lainnya yang tidak sepaham dengan mereka. Paham inilah yang sering digunakan kelompok radikalisme dan terorisme, untuk menghalalkan aksi kekerasan dan terorisme. Karena itulah, mencegah penyebaran paham yang berpotensi menimbulkan konflik sosial dan bertentangan nilai kebudayaan dan keragaman bangsa ini mutlak dilakukan.

“Kelompok takfiri itu memiliki karakteristik penting: klaim kebenaran tunggal dan mudah mengkafirkan orang lain. Mereka jadi duri dan bencana bagi kehidupan beragama,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, di Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Ia mengungkapkan, kelompok ini mempunyai sejarah panjang dalam dunia Islam, bahkan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup. Mereka mudah menuduh orang lain yang berbeda dengan tuduhan sesat, syirik bahkan kafir sehingga memunculkan banyak sekali tragedi-tragedi kemanusiaan, kekerasan dan bahkan pembunuhan.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Mereka punya ciri Ahistoris, anti-dialog, dan menghalalkan kekerasan. Itu yang jadi sumber koflik di mana-mana,” imbuhnya.

Ironisnya, saat ini kelompok-kelompok itu sangat aktif melakukan propaganda di media sosial. Sejak era kelompok teroris Al-Qaeda sampai ISIS, media sosial dijadikan arena penyebaran ideologi takfiri dan paham-paham kekerasan lainnya.

Karena itu, Kang Maman, panggilan karibnya menyarankan, agar tidak mudah percaya konten-konten yang bersumber dari media sosial atau internet. Terutama konten-konten yang menggunakan ayat-ayat agama yang sepenggal-sepenggal.

“Lebih baik sebarkan konten-konten Islam ramah, Islam damai, dan Islam toleran, saat beraktivitas di medsos,” ajaknya.

Kang Maman menilai radikalisme itu bukan soal ajaran agama, tetapi pemahaman yang sempit, keliru, dan menyesatkan. Dari pemahaman yang sempat itulah, radikalisme muncul dan itu bukan hanya penganut agama Islam, tetapi juga penganut agama-agama lain.

Seperti yang terjadi pada kasus seorang ustaz di Pamekasan beberapa hari kemarin. Dia dengan lantang memecah umat Islam melalui fitnah terhadap pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim As’yari terkait Maulid Nabi. Padahal, apa yang diucapkan ustaz tersebut tidak berdasar. Dan itu telah diakui saat ustaz tersebut kemudian meminta maaf.

Dari kasus itu, Kang Mamang menegaskan Islam mempunyai arti keselamatan dan perdamaian, nilai dan spirit Islam adalah perdamaian dan toleransi. Bukan saling menjelekkan, apalagi memfitnah sesama muslim.

“Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Dakwah Islam menyebarkan kasih sayang dan kebaikan serta rahmatan lil alamin,” tutur Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Jelas, tegas Kang Maman, ideologi-ideologi diatas tidak sesuai dengan Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah tempat keragaman agama,keyakinan, tradisi dan budaya bisa tumbuh subur dengan sikap toleransi, ramah dan gotong royong.

“Maka kelompok takfiri seperti khawarij dan wahabi garis keras gak cocok hidup di Indonesia. Mereka akan benturan di masyarakat seperti kasus di Pamekasan Madura kemarin,” jelas Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat ini.

Untuk itu, ia menyarakan perlu terus dilakukan edukasi di masyarakat oleh ormas seperti NU, Muhamadiyah, MUI, juga pesantren dan para dai tentang pentingnya sikap moderasi beragama dan toleransi. Menurutnya, moderasi beragama dan toleransi adalah warisan ampuh bangsa Indonesia, tidak hanya untuk generasi dulu dan sekarang, tetapi juga generasi masa depan.

Selain itu, Kang Maman juga meminta negara bersikap tegas terhadap kelompok takfiri. Ini penting karena sudah terbukti keberadaan mereka membuat banyak negara-negara Islam di Timur Tengah hancur akibat konflik agama berkepanjangan.

“Negara harus tegas terhadap kelompok yang menebar kebencian dan bikin onar apalagi radikalisme dan terorusme,” tandasnya.

Tags: Kelompok TakfiriRadikalismeTerorismeToleransi Beragama
Previous Post

Presiden Amerika Tak Bakal Kirim Jet Tempur F-16 AS ke Ukraina

Next Post

Hindari Paham Memecah Belah Sebagai Bentuk Memelihara Indonesia yang Toleran

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Hindari Paham Memecah Belah Sebagai Bentuk Memelihara Indonesia yang Toleran

Hindari Paham Memecah Belah Sebagai Bentuk Memelihara Indonesia yang Toleran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In