Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ken Setiawan: Pelajaran Agama Hanya Diterapkan Secara Simbolistik

by Irfan Mualim
29.01.2021
in Nasional
A A
Ken Setiawan: Pelajaran Agama Hanya Diterapkan Secara Simbolistik

JAKARTA – Mata pelajaran agama di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi saat ini lebih menekankan nilai ritual daripada spriritual, ditambah lagi  beberapa daerah di Indonesia melalui Peraturan Daerah (Perda) mewajibkan simbol agama diterapkan. Hal itu mengakibatkan diskriminasi dan bertambah suburnya pemikiran intoleransi dan radikalisme di Indonesia.

Demikian diungkapkan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (29/1/2021).

Ken mengaku prihatin atas pengajaran agama di lingkungan pendidikan masih diterapkan secara simbolik-ritualistik, tanpa memikirkan korelasi antara simbol-simbol agama dengan kenyataan dan aktivitas kehidupan di lingkungan sekitar.

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

“Agama diperlakukan sebagai kumpulan simbol-simbol yang harus diajarkan kepada peserta didik dan diulang-ulang,” katanya.

Dalam hal pemikiran, peserta didik kerap dibombardir dengan serangkaian norma legalistik berdasarkan aturan-aturan fiqih yang telah kehilangan nilai moralnya. 

Karena itu, pendidikan agama dinilai gagal karena mengabaikan syarat-syarat dasar pendidikan yang mencakup tiga komponen, yakni intelektual, emosional, dan psikomotorik. 

“Pendidikan agama hanya terfokus pada aspek kognisi (intelektual-pengetahuan) semata, sehingga ukuran keberhasilan peserta didik hanya dinilai ketika mampu menghafal, menguasai materi pendidikan, bukan bagaimana nilai-nilai pendidikan agama seperti nilai keadilan, tasamuh, dan silaturrahmi,” kata dia.

Akibat pola pendidikan tersebut, tidak menjadikan peserta didik sebagai manusia yang semakin tawadlu, manusia yang shaleh secara individual maupun sosial.

“Menjadikan  manusia (anak didik) terasing dari agamanya, bahkan dengan kehidupannya sendiri,” ujar dia. 

“Mereka hanya mengenal agama sebagai klaim-klaim kebenaran sepihak. Mereka terperangkap dengan pemahaman ajaran agama yang bersifat permukaan dan bersifat legal-formalistik yang hanya terkait dengan persoalan hitam putih, benar salah, halal-haram, iman-kafir, surga dan neraka.” Ken menambahkan.

Dari permasalahan itu, Ken berharap, Kementrian Pendidikan, Kementrian Agama, dan Kementrian Ristek Dikti atau Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia mengadakan evaluasi dan perubahan, termasuk membongkar praktik diskriminasi di dunia pendidikan, agar persoalan intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan cepat teratasi.

Ia juga meminta perguruan tinggi negeri menyiapkan kawasan ibadah yang mencakup semua kepercayaan yang diakui di Tanah Air agar tercipta toleransi beragama. 

Tags: AgamaKen SetiawanPelajaran AgamaRadikalisme
Previous Post

Tidak Lengkap, Berkas Habib Rizieq Dikembalikan

Next Post

Helikopter Buatan Dalam Negeri Pesanan Kemenhan Sudah Diterima TNI AU

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Helikopter Buatan Dalam Negeri Pesanan Kemenhan Sudah Diterima TNI AU

Helikopter Buatan Dalam Negeri Pesanan Kemenhan Sudah Diterima TNI AU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In