Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Kepala BNPT Beberkan Empat Alasan Pendidikan Kebangsaan Cegah Ideologi Radikal Terorisme

by Irfan Mualim
10.11.2023
in Nasional
A A
Kepala BNPT Beberkan Empat Alasan Pendidikan Kebangsaan Cegah Ideologi Radikal Terorisme

PURWOKERTO – Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus terus meneladani semangat dan daya juang para pahlawan bangsa saat merebut kemerdekaan Republik Indonesia dulu.

Karena itu, penting bagi mahasiswa terus meningatkan pendidikan kebangsaan dalam rangka membangun ketahanan nasional untuk melawan berbagai serangan ideologi transnasional yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, saat memberikan Kuliah Umum dalam rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan 2023 di Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto, Jum’at (10/11/2023).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Rycko mengatakan, ada empat alasan mengapa pendidikan kebangsaan itu penting kaitannya dengan pencegahan ideologi radikal terorisme. Pertama, radikalisme dan terorisme tidak sesuai dan mengancam keutuhan NKRI. Kedua, paham radikalisme-terorisme merusak peradaban umat manusia dan merobek-robek humankind.

Ketiga, lanjut Rycko, sasaran utama radikalisme dan terorisme adalah perempuan, anak, dan remaja. Keempat, paham radikalisme dan terorisme memanipulasi kesucian simbol dan atribut agama untuk kepentingan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara atas nama agama.

“Radikalisme terorisme tidak sesuai dan mengancam keutuhan NKRI karena berasal dari bibit intoleran yang tidak dapat menerima perbedaan, padahal fitrah manusia adalah menjadi berbeda. Sikap Intoleran saja sudah tidak sesuai kompatibel dengan konsep kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Ia menambahkan, radikalisme terorisme mengajarkan kekerasan dan kebiadaban, serta merusak peradaban, menghancurkan manusia yang sudah mempunyai adab.

“Mereka hidup dengan barbar, yang kuat akan menang, tidak menghargai perempuan, dan membenarkan apapun atas nama agama,” kata dia.

Menurut Rycko, BNPT bersama beberapa peneliti sudah melakukan penelitian tren sikap toleransi siswa dari tahun ke tahun. Hasilnya, terjadi migrasi signifikan di antara para remaja SMA di antara 2016-2023.

“Peningkatan dari intoleran menjadi intoleran pasif, peningkatan juga dari pasif menjadi intoleran aktif, peningkatan dari pasif menjadi kelompok terpapar,” ujar dia.

Ia memaparkan, ada tiga faktor mendasar mengapa terjadi migrasi dan peningkatan signifikan terhadap sikap toleransi pada remaja. Pertama, lack of history, yakni kurangnya kesadaran tentang bagaimana para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Kedua, budi pekerti. Ketiga, pengetahuan dan wawasan kebangsaan.

Rycko menegaskan, terjadi pola perubahan serangan terorisme di Indonesia. Dari 2018-2023 terjadi penurunan open attack. Hal itu karena masifnya penindakan dari Densus 88. Kemudian, karakter generasi muda yang tidak menyukai kekerasan, di samping kekerasan yang sudah tidak populer di kalangan remaja. Karena itu, para radikal teroris mengubah pendekatan dari hard approach menjadi soft approach, yaitu gerakan di bawah tanah secara sistematis, terstruktur, dan masif.

“Target utama radikalisasi ini adalah remaja, anak, dan perempuan. Mereka menggunakan media sosial, yang dulunya menggunakan strategy bullet lalu sekarang menjadi ballot strategy,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengkorelasikan antara strategi bawah tanah itu dengan fenomena self radicalization yang merupakan anak kandung dari online radicalization. Self radicalization itu kemudian melahirkan lonewolf yang bergerak sendirian tanpa struktur hierarkis.

“Mereka (lonewolf) bergerak sendirian, mengumpulkan dana-dana lewat barcode memanfaatkan sifat orang Indonesia yang murah hati. Mereka bersedekah yang tahunya masuk ke rekening akun radikal,” kata Rycko.

Ia meminta tiga kelompok rentan ini jangan sampai terpapar karena mereka merupakan generasi penerus bangsa.

“Jika ketiga kelompok ini menjadi intoleran, dapat dibayangkan dapat terjadi banalisasi bangsa, konsep kebangsaan yang dibangun dari persatuan dan perbedaan ini selesai. Ini yang saya saya katakan jika ingin mengakhiri bangsa Indonesia,” tegas Rycko.

Ia menambahkan, kelompok radikal teroris juga pandai memanipulasi kesucian simbol dan atribut agama untuk mempersuasi targetnya. Mahasiswa pada dasarnya tidak menyukai cara kekerasan, namun karena dibungkus dengan dalil agama maka ia menjadi menarik dan membuat korbannya terbuai.

Rycko berpesan, kepada para mahasiswa dan civitas Universitas Jenderal Soedirman untuk membangun kesadaran bersama tentang bahaya laten ideologi kekerasan apapun namanya. Ia menyuruh mahasiswa untuk lapor ke pihak berwenang jika menemukan kajian yang mengajarkan kekerasan dan intoleran.

“Kalau menemukan kajian aneh-aneh di media sosial, Telegram, WA dan semacamnya, yang mengajarkan kebencian mengolok-olok, cepat diblock saja. Hati-hati, mereka menyusupnya lewat soft-approach,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Akhmad Sodiq, menyampaikan visi UNSOED yaitu pengobatan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal.

Ia berharap visi ini bisa menjambatani bahwa NKRI yang begitu kaya akan sumber daya melalui generasi Soedirman akan lebih memperkokoh tentang NKRI harga mati, terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan pemberantasan kebodohan.

“Semoga kuliah ini bisa membentuk sikap visioner, membuka clear understanding, dan agile untuk pencegahan paham radikal terorisme,” katanya.

Kuliah umum ini menjadi langkah konkret BNPT RI dan UNSOED dalam upaya mengedukasi generasi muda Indonesia tentang bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

BNPT RI dan UNSOED terus mengajak generasi muda untuk bersatu dalam perbedaan demi masa depan bangsa yang lebih harmonis dan sejahtera terutama dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2023.

Tags: BNPTKomjen Pol Rycko Amelza DahnielPendidikan KebangsaanTerorisme
Previous Post

Perlu Analisis Komprehensif Menyikapi Kekerasan Terhadap Kemanusiaan

Next Post

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 105 Perwira Tinggi TNI, Ini Daftarnya

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 105 Perwira Tinggi TNI, Ini Daftarnya

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 105 Perwira Tinggi TNI, Ini Daftarnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In