Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Kepala BNPT: Kelompok Radikal Terorisme masih Bergentayangan

by Irfan Mualim
02.12.2022
in Nasional
A A
Kepala BNPT: Kelompok Radikal Terorisme masih Bergentayangan

SUBANG – Meski kondisi bangsa Indonesia saat ini cukup aman dari aksi terorisme, namun masyarakat diminta untuk tidak lengah. Dikarenakan kelompok radikalisme masih bergentayangan, sehingga harus dicegah sedini mungkin. Bahkan persoalan radikalisme dan terorisme menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT), Komjen Pol Boy Rafly Amar, dalam keynote speakernya pada acara Dialog Kebangsaan antar Lembaga se-Jawa Barat dengan tema ” Meneguhkan Toleransi dan Menjaga Disintegrasi Bangsa” yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah, Desa Jatireja Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, Kamis (1/12/2022).

“Paham radikalisme dan terorisme tentunya dilarang keras di negara Indonesia, karena sangat berbahaya dan bisa menumbuhkan disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, pencegahan radikalisme dan aksi terorisme menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Ia menjelaskan, karakter dari kelompok atau orang-orang yang digolongkan sebagai teroris yaitu pertama, kelompok atau orang tersebut memusuhi konstitusi negara yaitu Undang-Undang Dasar (UUD) 45 dan ideologi negara Pancasila.

Kedua tidak suka bertoleransi. Jika tidak sama keyakinannya dengannya dianggap sebagai musuh, harus diperangi, dan halal darahnya.

“Mereka mengajarkan seperti itu, tidak ada tabayyunnya dan tidak ada ukhuwahnya. Jadi ia berintoleransi dan eksklusif,” kata dia.

Dimana menurutnya apa yang menjadi pemahaman kelompok radikal terorisme itu merupakan ideologi yang sifatnya transnasional dan bukan ideologi yang ditinggalkan oleh leluhur bangsa Indonesia.

“Leluhur kita meninggalkan hubbul wathon minal iman, mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman. Tapi kalau kelompiok mereka justru ingin anak bangsa ini membenci dengan bangsanya sendiri,” ujarnya.

Lalu karakter lainnya, kelompok radikal terorisme ini selalu suka menggunakan narasi agama untuk disalahgunakan dalam melakukan dakwahnya dan mengedepankan kekerasan mencapai tujuannya.

Dari cara pola kerjanya dalam mencapai tujuannya tersebut, dapat menyebabkan efek sosial yang luas. Untuk menangkal itu umat Islam yang mayoritas harus melindungi umat yang minoritas, menjalankan syariat agamanya sesui dengan keyakinan dan kepercayaannya.

“Kelompok intoleran memberikan pemahaman yang sesat, terutama kepada anak muda. Ini sangat merugikan keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah disatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika yang sudah ada sejak jaman pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan,” kata dia.

Intoleransi yang dilakukan kelompok radikal menyasar ke semua elemen anak bangsa. Mulai dari akademisi dan non akademisi serta berbagai profesi dan strata sosial yang ada di masyarakat. Untuk itulah, menurutnya perlu dibangun rasa saling hormat menghormati dan menghargai atas keyakinan dan kepercayaan umat yang majemuk.

Dalam mencegah penyebaran virus intoleransi itu salah satunya, adalah melalui organisasi kemasyarakatan seperti Nahdaltul Ulama (NU), Muhamadiyah, dan ormas lainnya. Ormas harus bergandeng tangan terus dalam membangun anak bangsa sebagai upaya untuk membentengi paham ideologi kebangsaan yang berbudaya luhur.

“Karakter Islam Nusantara menjadi sebuah benteng dalam memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dalam meneguhkan toleransi dan menjaga disintegrasi bangsa. BNPT sendiri telah membangun kerjasama dan kemitraan dengan NU dan Muslimat NU di tingkat pusat dan daerah,” jelasnya.

Oleh karena itu Kepala BNPT menyampaikan bahwa keberadaan Ponpes menjadi salah satu andalan bangsa dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter kebangsaan, menjunjung nilai-nilai budaya lokal yang berkepribadian Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari bersama-sama kita berjihad untuk memerangi terorisme dan keutuhan NKRI. Dan itu tentunya wajib dilaksanakan bersama sama,” katanya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, KH Ushfuri Anshor, mengatakan selain sebagai ajang sarana silaturahmi alim ulama, pondok pesantren juga untuk membangun dan mempererat tali ukhuwah insaniyah.

“Karena sekarang ini kelompok radikal terorisme itu sedang berusaha keras untuk memasukan idenya agar supaya kita ini bisa mengikuti kehendak mereka. Naudzubillah min dzalik. Mudah mudahan kita selamat dan tidak terpengaruh,” ujarnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk selalu mewaspadai penyebaran radikalisme dan terorisme tersebut. “Mudah-mudahan tidak terjadi disini dan tidak ada seorang pun teroris di daerah kita,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PWNU Jabar), KH Abun Bunyamin, menambahkan agar terhindar dari paham radikal terorisme, dirinya berpesan kepada santri untuk belajar agama dengan baik, cermat dan mendalam.

“Kami berharap kepada para kyai dan ulama untuk memberikan spirit dalam pengamalan agama yang rahmatan lil alamin. Kami juga berharap agar masyarakat, anak anak, santri untuk tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang tidak jelas. Apalagi arahnya kepada intoleransi dan radikalsime,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada para santri untuk lebih tekun belajar agama yang menyangkut masalah kehidupan bernegara, berbangsa, bertanah air. “Pahamilah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Karena dengan bagaimanapun paham radikalisme itu harus ditolak. Karena Islam mengajarkan utnuk hidup dengan baik dengan siapa pun dan agama apaun. Kita harus baik,” katanya

Tags: BNPTRadikalismeTerorisme
Previous Post

Empat Terduga Teroris Diamankan dalam Sehari Ditempat Berbeda

Next Post

Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah, Ketum Asosiasi Dai Indonesia: Itu Ngawur dan Cocokologi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah, Ketum Asosiasi Dai Indonesia: Itu Ngawur dan Cocokologi

Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah, Ketum Asosiasi Dai Indonesia: Itu Ngawur dan Cocokologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In