Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketum AADAI: Orang yang Berpuasa Seharusnya Menghindari Provokasi dan Konflik

by Irfan Mualim
20.03.2024
in Nasional
A A
Ketum AADAI: Orang yang Berpuasa Seharusnya Menghindari Provokasi dan Konflik

JAKARTA – Bulan Ramadan yang juga disebut sebagai Syahru Rahmat (bulan yang penuh rahmat), tidak hanya sekadar diisi dengan ritual berpuasa semata. Terkadang umat Islam lupa tentang bagaimana esensi puasa yang seharusnya, yaitu membentuk individu muslim menjadi pribadi yang menyebar rahmat dan perdamaian.

Membahas makna puasa Ramadhan secara mendalam, Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Moch. Syarif Hidayatullah, menjelaskan dalam bulan Ramadan, umat Islam dilatih untuk bersabar, merukunkan, dan mengasihi sesama manusia.

“Ini adalah momen di mana kesabaran, perdamaian, dan kasih sayang menjadi fokus latihan. Jadi, jika seseorang berpuasa tetapi tidak mempraktikkan sifat-sifat tersebut, maka dia sebenarnya gagal memahami esensi sejati dari puasa,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA

Pilkada Berpotensi Konflik bahkan Terorisme

Pilkada Berpotensi Ciptakan Konflik Hingga Terorisme

29.06.2024
Stanislaus Riyanta

Pengamat Intelijen: Jangan Terpengaruh Isu Konflik di Timur Tengah

24.04.2024

Dalam konteks ini, Syarif mengutip sebuah hadis yang menekankan bahwa orang yang berpuasa seharusnya menghindari provokasi dan konflik. Bahkan, mereka diperintahkan untuk menjawab provokasi dengan menyatakan bahwa mereka sedang berpuasa.

“Maka dari itu, jika ada seseorang yang berpuasa lalu ia justru menebar konflik dan hal-hal yang negatif, maka dipastikan ia telah gagal dalam memahami esensi puasa itu sendiri. Kalau orang yang memahami esensi puasa pasti dia akan jadi pribadi yang ramah dan menebar rahmat kepada seluruh manusia,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta ini, juga memberikan penekanan tentang signifikasi ibadah puasa dalam mereduksi fenomena Islamofobia yang masih saja ada.

Menurutnya, Islamofobia adalah fenomena yang timbul akibat tindakan kekerasan yang mengatasnamakan Islam dan isu itu membutuhkan perhatian semua pihak. Karena itu, islamofobia harus dilihat tidak hanya dari satu perspektif saja.

“Kebencian terhadap Islam tidak hanya berasal dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam, tetapi juga dari propaganda media yang merusak. Oleh karena itu, penanganan islamofobia memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk pengawasan media yang lebih fair dan edukasi yang lebih baik terhadap umat Islam tentang prinsip-prinsip agama mereka,” jelasnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya umat Islam untuk tidak memonopoli kebenaran dan memahami bahwa ajaran Islam tidak mendukung tindakan kekerasan. Bahkan, konsep jihad sendiri sering disalahpahami hingga digunakan untuk kepentingan politik atau ekonomi.

Oleh karena itu, menurut Pembina Yayasan Raudhatul Mustariyah ini, umat Islam perlu mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama mereka dari sumber-sumber yang kredibel. Hal ini termasuk dari ulama-ulama yang berpengalaman dan mampu membawa kedamaian dalam masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

Syarif juga menyatakan bahwa ibadah puasa memiliki peran penting dalam menghindarkan seseorang dari sikap merasa paling benar. Ia menjelaskan, kesombongan dan sikap merasa paling benar seringkali disebabkan oleh keterbatasan ilmu dan wawasan seseorang.

“Dalam Islam, pluralitas pemahaman ajaran agama itu jelas diperbolehkan dan diakui. Oleh karena itu, orang yang benar-benar memahami ajaran Islam akan menghargai keragaman dan tidak merasa bahwa pendapatnya adalah satu-satunya yang benar,” imbuhnya.

Selain menyampaikan pentingnya mawas diri dan menghormati perbedaan, Direktur Zakat dan Wakaf Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta ini mengatakan bahwa dalam rangka mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin dan mereduksi islamofobia, Dr. Syarif juga menyampaikan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan oleh umat Islam dan masyarakat global.

“Pertama, umat Islam perlu memahami esensi ajaran agama mereka dan mengimplementasikan nilai-nilai rahmat dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dia.

“Kedua, umat Islam harus memperluas persaudaraan mereka tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada seluruh umat manusia. Hal ini akan membantu dalam upaya membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat global harus terlibat dalam memerangi islamofobia dengan memahami bahwa kebencian terhadap Islam sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan ekonomi. Pengawasan media yang lebih adil dan edukasi yang lebih baik tentang Islam juga diperlukan untuk mengatasi islamofobia.

Lebih dari itu, semua pihak perlu memahami bahwa keberagaman pemahaman dan pendekatan terhadap agama adalah sesuatu yang menjadi sunnatullah dan harus dihargai oleh semua.

“Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan Islam dan umatnya dapat benar-benar menjadi rahmatan lil’alamin, dan islamofobia dapat diatasi sehingga mampu menciptakan dunia yang lebih toleran dan damai bagi semua kalangan,” kata Syarif.

Tags: KonflikProfokasiPuasa
Previous Post

Direktur Pencegahan BNPT RI: Media Massa, Berikan Pemahaman Benar dan Tepat Mengenai Isu Terorisme pada Masyarakat

Next Post

Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J, Perlebar Bandara UN Flight Mpoko

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J, Perlebar Bandara UN Flight Mpoko

Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J, Perlebar Bandara UN Flight Mpoko

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In