Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Khilafah, Produk Politik Bukan Ajaran Agama, Masyarakat Harus Waspada

by Irfan Mualim
15.02.2023
in Nasional
A A
Khilafah, Produk Politik Bukan Ajaran Agama, Masyarakat Harus Waspada

JAKARTA – Beberapa waktu lalu seluruh Ulama dunia berkumpul di Sidoarjo dalam perbincangan Fikih Peradaban yang digagas oleh Nahdlatul Ulama (NU). Hasil rekomendasi pertemuan tersebut dibacakan oleh KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Yenni Wahid di hadapan Presiden RI Joko Widodo dengan menegaskan cita-cita dan penerapan khilafah yang tidak sesuai dengan prinsip maqasyid syariah (tujuan pokok agama).

Karena dalam konteks berbangsa, cita-cita dan impian penerapan khalifah acapkali bertabrakan dengan tujuan pokok agama. Ketidaksatbilan sosial, politik dan runtuhnya sistem negara akan melahirkan konflik dan kekerasan yang diwarnai permusuhan di negara yang multikultural. Sistem khilafah pada akhirnya menyulut api konflik dan permusuhan antar sesama anak bangsa yang tentu saja bertabrakan dengan nilai-nilai agama

Praktisi Pesantren yang juga Cendekiawan Muslim, Dr. M. Najih Arromadloni menjelaskan bahwa negara Indonesia ini berdiri dengan menaungi banyak agama yang berbeda. Islam adalah salah satu agama yang secara sah diakui di Indonesia dan memiliki jumlah pemeluk yang terbanyak. Walaupun demikian, dasar negara Indonesia disandarkan terhadap konstitusinya yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

BACA JUGA

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

SBY Tegaskan: Prajurit TNI Harus Mundur Sebelum Berpolitik

24.02.2025
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra

Menteri Yusril Sebut MK Berpeluang Batalkan Ambang Batas Parlemen 4 Persen

15.01.2025

“Dalam menjalankan keyakinannya, umat Islam harus memahami maksud atau tujuan dari praktik ibadah yang dijalankannya. Jika dapat memahami maksud dari hukum agama secara utuh, maka umat Islam dapat berperan dengan baik sesuai dengan kaidah agama dan segala peraturan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini juga tertuang dalam prinsip Maqashid Syariah,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Najih ini menjelaskan, Maqashid Syariah sendiri berarti tujuan dari syariat Islam, Dimana ada lima tujuan Allah menurunkan syariat. Pertama adalah menjaga agama, Kedua adalah menjaga nyawa, Ketiga adalah menjaga akal, Keempat adalah menjaga keturunan dan yang kelima adalah menjaga harta atau hifz al-maal. Yang mana semuanya adalah tujuan atau garis besar syariat.

“Kenapa khilafah dianggap bertentangan dengan Maqasyid Syariah. Karena ketika Khilafah diperjuangkan tentu akan mengorbankan tujuan-tujuan syariat ini. Konsekuensi yang tidak mungkin dihindarkan dari perjuangan mendirikan Khilafah itu adalah peperangan. Dan itu jelas-jelas merusak atau mengancam nyawa banyak orang itu jelas bertentangan dengan syariat,” ujanrya.

Karena menurut Sekjen Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia ini, tentunya tidak ada negara yang rela melepaskan wilayahnya untuk diakui sebagai wilayah kekhilafahan. Sehingga masing-masing negara yang merasa terancam akan melancarkan peperangan sebagai tindakan untuk melindungi wilayahnya.

“Peperangan sendiri akan merusak banyak tatanan kehidupan manusia, seperti menimbulkan banyak korban jiwa dan merusak pergaulan yang telah terjalin antar banyak negara,” kata anggota asosiasi Ilmu Tafsir hadits Indonesia ini

Menurutnya, jika hal itu terjadi apa yang sudah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa serta menjadi kesepakatan yang dituangkan dalam konstitusi Indonesia akan hilang tak bersisa. Ini bisa terjadi jika ada pihak yang memaksakan untuk menyatukan berbagai wilayah yang berbeda dalam satu sistem kekhilafahan.

“Peperangan yang ada justru akan bertentangan dengan apa yang ingin dicapai oleh Indonesia sebagai suatu negara yang sah dan diakui di mata Internasional. Suatu negara yang telah diperjuangkan dengan jerih payah para pendirinya harus bisa menaungi perbedaan, karena peperangan bukanlah pilihan,” ujarnya .

Untuk itulah dirinya menegaskan bahwa khilafah itu adalah produk politik dan bukan merupakan ajaran agama apapun , termasuk agama Islam. Karena di dalam Al Quran sendiri juga tidak ada satupun d ayat yang memerintahkan mendirikan Khilafah.

“Jangankan memerintahkan mendirikan Khilafah, kata Khilafah sendiri saja tidak ditemukan di dalam Al Quran. Yang ada hanya kata khalifah dan khalaif. Tapi tidak ada satupun yang merujuk pada sistem politik Khilafah itu,” ujarnya

Lebih lanjut Gus Najih menjelaskan, perdamaian yang diciptakan di tengah perbedaan sebenarnya sudah dilakukan di zaman Rasulullah melalui perjanjian yang bernama Piagam Madinah. Perjanjian ini adalah kontrak sosial yang ditandatangani oleh berbagai suku dan agama di Madinah. Jika dalam konteks Indonesia, Piagam Madinah mirip dengan Pancasila yang sudah menjadi ideologi bangsa ini sehingga konstitusi kita tidak perlu diubah lagi.

“Tujuan negara kita ini adalah negara yang Bhinneka (beragam), kulturnya sangat heterogen yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan budaya. Sehingga kita butuh sistem yang bisa menaungi semua kelompok dan unsur bangsa tersebut. Tidak mungkin kita memaksakan satu sistem (khilafah) di tengah masyarakat yang sangat heterogen sebagaimana di tanah air kita,” ujarGus Najih.

Dan negara Indonesia yang memiliki sistem pemerintahan republik ini menurutnya juga bukanlah tanpa sebab. Ini merupakan buah dari perundingan yang panjang dan dianggap akan membawa maslahat (kebaikan) bagi penduduk Indonesia itu sendiri

“Tanah air yang kita cintai ini haruslah kita jaga keutuhannya. Ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai insan bangsa Indonesia, baik pemerintah maupun rakyatnya. Apa yang bisa kita perbuat adalah terus memperjuangkan kebersamaan dan toleransi di Indonesia sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata Alumni Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus Suriah

Oleh karena itu dirinya meminta kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk dapat ikut mengglorifikasikan hasil rekomendasi muktamar tersebut. Karena rekomendasi itu bukanlah suatu rekomendasi yang terjadi tiba-tiba muncul, tapi ini sudah melalui sebuah proses yang sangat Panjang yang dihasilkan dari halaqah fiqih peradaban atau muktamar internasional fiqih peradaban. Dimana sebelum Muktamar internasional ini dilakukan, sudah ada proses penggodokannya dilakukan di lebih dari 250 titik pesantren di seluruh Indonesia.

“Hal itu dilakukan oleh para intelektual intelektual pesantren dengan mengkaji Al Quran, mengkaji hadis, mengkaji ijma, mengkaji qiyas, mengkaji kitab-kitab para ulama. Maka setelah itu ditemukanlah keputusan semacam itu bahwa ternyata khilafah itu tidak ada perintahnya,” ujan pengurus Badan Pengembangan Jaringan Internasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Selain itu yang terpenting lagi menurutnya adalah Pemerintah perlu tegas terhadap propaganda-propaganda semacam ini. Karena kekuatan masyarakat tentunya juga sangat terbatas dan sebatas kontra narasi.

“Tetapi pemerintah punya kewenangan hukum, sehingga sudah seharusnya propaganda propaganda yang berpotensi merusak keutuhan kita dalam berbangsa dan juga mengancam kedaulatan negara harus ditindak secara tegas,” kata peraih Doktoral dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengakhiri.

Tags: AgamaKhilafahPolitik
Previous Post

Kepala BNPT: Status KKB Papua Sebagai Organisasi Teroris Sedang Berproses di PN Jakarta Pusat

Next Post

Penguatan Ideologi Pancasila di Kalangan Mahasiswa, Mampu Cegah Radikalisme dan Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Awas! Ideologi Selain Pancasila

Penguatan Ideologi Pancasila di Kalangan Mahasiswa, Mampu Cegah Radikalisme dan Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In