Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Langkah Pemerintah Tolak WNI Eks ISIS Sudah Tepat, Tegas Hikmahanto

by Irfan Mualim
12.02.2020
in Nasional
A A
Prabowo 'Dingin' Soal Klaim Cina atas Laut Natuna, Guru Besar UI Kesal

JAKARTA – Kisah ‘hijrah’ yang dilakukan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Negeri ‘Daulah Islamiyah’ di Suriah di bawah naungan Khilafah, rupanya tak seperti yang diharapkan, sebagaimana dijanjikan kelompok Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Banyak dari mereka terpedaya propaganda kelompok ISIS di berbagai media sosial (medsos), tentang ajakan hijrah ke Suriah. Bahkan dengan bangga meninggalkan Tanah Air Indonesia yang sejatinya penuh dengan kehidupan yang damai. Paspor pun mereka bakar.

Kini yang terjadi justru ratapan kesedihan, yang tidak menentu dengan menimbulkan penyesalan seiring dengan runtuhnya ISIS. Berharap bisa kembali ke tahan air. Namun Pemerintah telah memutuskan untuk tidak memulangkan mereka. 

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Melihat hal tersebut, Pengamat Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, meminta kepada masyarakat menjadikan masalah itu sebagai pelajaran penting, agar tidak mudah termakan bujuk rayu dan propaganda kelompok radikal terorisme.

“Saya berharap masyarakat benar-benar paham betul, bahwa adanya  iming-iming untuk hidup lebih baik, lalu bisa masuk surga itu ternyata tidak benar. Masuk surga itu keputusan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Sebagai Warga Negara Indonesia, tentunya harus bisa mensyukuri dengan apa yang sudah didapatkan sekarang. Dimana kondisi negara yang penuh keragaman, masyarkat bisa hidup damai, sehingga tidak perlu lagi untuk kemudian berpikir berhijrah dan lain sebagainya.

“Jangan mudah tergoda, jadilah Warga Negara Indonesia yang baik, bisa menjaga perdamaian, jangan kemudian bersentuhan dengan hal-hal yang berkaitan dengan terorisme,” katanya.

Menurut dia, masyarakat harus punya resiliemce (ketahanan), sehingga bisa melihat secara jernih apakah cerita manis tersebut realistis atau tidak. Bila perlu, masyarakat berkonsultasikan ke orang yang lebih tahu dan bisa dipercaya, misalnya kepada tokoh agama atau ustad, bahkan lebih penting juga menayakan ke aparat pemerintah maupun aparat hukum. 

“Pemerintah mungkin melalui BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) juga harus mengencarkan sosialisasi ke masyarakat, bahwa menjadi Warga Negara Indonesia ini adalah sebuah kebanggaan,” kata dia.

Wacana pemulangan eks WNI yang sebelumnya gencar diberitakan, ia menambahkan, landasan negara untuk menyikapi kebijakan memulangkan atau tidaknya, tentu didasarkan pada eks ISIS ini merupakan WNI atau bukan. 

Kalau bukan WNI lagi, tentunya tidak ada kewajiban bagi pemerintah untuk memulangkan,” katanya.

Undang-Undang No.12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan turunannya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007, sudah disebutkan bahwa, seseorang itu bisa secara otomatis kehilangan kewarganegaraan apabila memenuhi beberapa kualifikasi.

“Pertama, dalam pasal 23 huruf d adalah kalau mereka ikut di dalam dinas tentara asing. Di situ bukan disebut negara. Jadi ikut tentara asing. Yang dimaksud tentara asing ini bisa pemberontak mungkin dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kedua, sesuai dengan  pada pasal 23 huruf f, apabila mereka mengangkat sumpah untuk setia pada sebuah negara atau bagian dari negara. Jika ISIS ini merupakan pemberontak dan merupakan bagian dari negara serta eks. WNI sudah melakukan Sumpah Setia, maka mereka sudah kehilangan kewarganegaraan.

Lalu pihak yang mengatakan bagaimana dengan anak, karena anak itu tidak punya kuasa ketika orang tuanya mau pergi ke Suriah. Namun  permasalahannya adalah apakah anak ini ikut dalam dinas perang tentara atau tidak.  

“Karena biasanya di kelompok teroris ini, pada usia yang sangat belia mereka ikut dan mereka ini sudah di brainwash (cuci otak),” kata dia.

“Kita harus tahu terlebih dahulu seberapa terpapar anak-anak ini. Belum lagi kalau anak ini harus kembali ke Indonesia, sementara orang tuanya tidak dikembalikan. Berarti anak itu nanti bisa merasa bahwa dia dipisahkan secara paksa oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah Indonesia. Tentunya itu nantinya akan memunculkan dendam dan yang pasti nantinya juga akan menyulitkan pemerintah sendiri,” Hikmahanto menambahkan. 

Penolakan pemerintah terhadap eks ISIS, kata Hikmahanto, sama sekali tak melanggar HAM. Sebab mereka sudah bukan WNI lagi. “Kalau saya perhatikan bahwa alasan kemanusiaan itu akan berakhir ketika keselamatan dari bangsa dan negara itu sudah mulai muncul. Kita harus tahu bahwa kalau misalnya mereka kembali dan kita tidak bisa menanggulangi penyebaran paham idiologi dari ISIS ini,  nanti ujungnya akan mengganggu keselamatan dari bangsa ini sendiri,” kata dia. 

Ia berharap, pemerintah juga memperketat perbatasan yang bisa menjadi pintu masuk. Namun lain halnya kalau mereka melakukan cara-cara lain yang akhirnya mereka mampu untuk keluar dari Syria atau dari Irak terus kemudian masuk ke Indonesia. 

“Nah kalau misalnya mereka nantinya ketahuan ya tentunya mereka harus menghadapi proses hukum dan lain sebagainya di Indonesia,” ujar Hikmahanto mengakhiri.

Tags: ISISTerorisme
Previous Post

WNI Eks ISIS Hindari Pemerintah, Mahfud: BNPT Sudah Kesana

Next Post

Rakorlog TNI, Panglima Tekankan 7 Hal, Apa Saja?

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
TNI Kirim 44 Satgas Garuda ke Australia, Misinya?

Rakorlog TNI, Panglima Tekankan 7 Hal, Apa Saja?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In