Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Lima Fungsi Puasa di Bulan Ramadan yang Memerdekakan dan Mempersatukan

by Irfan Mualim
05.04.2022
in Nasional
A A
Lima Fungsi Puasa di Bulan Ramadan yang Memerdekakan dan Mempersatukan

“Dengan menyelenggarakan puasa, berarti menyatakan diri sebagai hamba yang tunduk pada perintah Allah SWT”

JAKARTA – Setidaknya ada lima fungsi berpuasa yang perlu dipahami umat Islam, agar mampu memerdekakan diri dari hawa nafsu, yang dapat menimbulkan perpecahan dan merusak esensi bulan Ramadan sebagai bulan suci.

Demikian dikatakan Dosen Pasca Sarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, Muhammad Suaib Tahir, di Sentul, Bogor, Selasa (5/4).

Pertama, puasa memiliki fungsi konfirmatif, yakni mengkonfirmasi bahwa seseorang adalah hamba Tuhan yang beriman.

BACA JUGA

Ilustrasi Libur Sekolah

Libur Sekolah Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 Diperpanjang

04.03.2025
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar

BPOM Jamin Makan Bergizi Gratis Aman Dibawah ke Rumah Selama Ramadhan

04.03.2025

“Dengan menyelenggarakan puasa, berarti menyatakan diri sebagai hamba yang tunduk pada perintah Allah SWT,” kata dia.

Kedua, fungsi puasa adalah lebih bersifat purifikatif, artinya membersihkan jiwa. Sehingga di bulan Ramadhan, sebuah kesempatan membersihkan diri dari hal-hal dan kebiasaan buruk.

Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda-367 Jadi Tuan Rumah Pertemuan Petinggi UNIFIL

Ketiga, fungsi iluminatif, yaitu memperbaiki sesuatu. Sebagaimana puasa mendorong memenuhi target, untuk berpindah dari derajat ke derajat lain dalam hal karakter dan ketaqwaan.

Keempat, fungsi preservatif yaitu bagaimana puasa yang konteksnya adalah ibadah serta urusan antara manusia dan Tuhannya, namun juga memberikan kebermanfaatan, misalnya dalam segi kesehatan.

“Puasa menjaga keadaan tubuh kita, seperti yang sering kita dengar ada seorang dokter dan para ahli ahli mengatakan bahwa berpuasa itu memberikan kesehatan,” katanya.

“Terbukti banyak yang merasakan manfaat bagaimana mengatur makanan dengan baik,” lanjutnya.

Kelima, fungsi transformatif, dimana berpuasa seharusnya mendorong seseorang agar dapat bertransformasi menjadi umat yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Dengan memahami kelima fungsi tersebut, tambah Suaib, tentunya akan bebas dari kungkungan hawa nafsu yang selalu mengarahkan kepada hal-hal yang negatif.

Bulan Ramadhan, Bulan yang Memerdekakan

Ia menjelaskan, makna bulan Ramadan sebagai bulan yang memerdekakan adalah bagaimana seseorang mengontontrol hawa nafsu.

“Ketika orang-orang sudah bebas dari dorongan-dorongan hawa nafsu, tentunya manusia akan kembali ke naturalnya, bahwa kita semua ini adalah sama, tidak boleh terpecah-pecah,” ujar dia.

Ia juga menyinggung polemik dan permusuhan yang kerap terjadi yakni terkait pembatasan operasional rumah makan selama bulan Ramadan.

Menurutnya hal ini terjadi ketika seseorang gagal memaknai dan memahami fungsi Ramadan.

“Padahal ini hubungan dengan Tuhan, sehingga tidak harus dihargai oleh orang lain,” katanya.

Tindakan pemaksaan, dengan melakukan penutupan operasional sejumlah rumah makan sebagai fanatisme kosong, tanpa ilmu.

Hal itu seharusnya diredam, agar tidak semakin menimbulkan perpecahan suku, ras, budaya dan khusunya agama di tengah pluralisme bangsa.

“Saya pikir apapun itu harus ilmu. Jadi orang yang fanatik itu harus belajar, membaca lebih banyak. Karena di dalam agama itu ‘agama itu adalah akal’. Artinya, tidak ada agama bagi orang yang tidak punya akal,” katanya.

Sering kali masalah di tengah masyarakat yang terkait dengan agama dan persatuan umat, diakibatkan oleh penceramah yang menganggap dirinya memiliki ilmu agama yang mumpuni, padahal sebenarnya tidak.

“Karena orang kalau sudah punya ilmu tentunya tidak akan fanatik, enak untuk diajak berbicara,” ujar dia.

Ia berpesan seluruh masyarakat di bulan suci Ramadan, agar bisa bersama-sama menyadari bahwa bangsa Indonesia ini sangat beragam.

Di mana masyarakat diminta untuk tidak merasa diri paling benar, yang pada akhirnya justru malah merusak keindahan negeri yang beragam.

“Kita hidup di dalam satu komunitas yang berbeda-beda. Karena perbedaan ini adalah suatu keniscayaan,” kata dia.

“Jangan sampai perbedaan itu menjadi saling menjatuhkan dan saling menimbulkan persoalan antara yang satu dengan yang lainnya,” lanjut dia.

Tags: Bulan RamadhanFungsi PuasaPuasa
Previous Post

KRI Sultan Iskandar Muda-367 Jadi Tuan Rumah Pertemuan Petinggi UNIFIL

Next Post

Puluhan Ribu Penyelenggara Negara Belum Lapor Kekayaan ke KPK

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Dalami Kasus Dugaan Suap Eks Komisioner KPU, Advokat PDIP Diperiksa KPK

Puluhan Ribu Penyelenggara Negara Belum Lapor Kekayaan ke KPK

Comments 1

  1. Ping-balik: Puluhan Ribu Penyelenggara Negara Belum Lapor Kekayaan ke KPK | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In