Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Masyarakat ‘Wajib’ Waspada Ancaman Radikalisme dan Terorisme

by Irfan Mualim
26.03.2022
in Nasional
A A
Masyarakat ‘Wajib’ Waspada Ancaman Radikalisme dan Terorisme

Masyarakat yang menjadi objek proses ideologisasi kelompok radikal terorisme, diharapkan mempunyai imunitas, dapat melakukan perlawanan, dan sekaligus punya alternatif.

Sekretaris LPOI, Imam Putuduh

JAKARTA – Perlu wake-up alarm untuk membangunkan kepekaan seluruh komponen masyarakat untuk siap siaga, dan waspada terhadap ancaman radikalisme dan intoleransi yang merupakan benih awal dari tumbuh berkembangnya terorisme.

Karena itu dalam hal mendorong kepekaan masyarakat terhadap virus radikalisme, dibutuhkan pemantik dan orkestrasi sebagai upaya deteksi dini.

Demikian dikatakan Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Imam Putuduh, di Jakarta, Sabtu (26/3).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Harus ada kesatuan aksi, kesatuan komando, yang di orkestrasi, supaya bisa bergerak serempak. Jangan sampai masyarakat menjadi acuh tak acuh, tidak peduli, skeptis, apatisme terhadap isu-isu ini,” ujarnya.

Selain itu, upaya efektif agar masyarakat memiliki resistensi terhadap doktrin radikalisme dan intoleransi yang disemai dan disebarkan secara omni channel, online dan offline channel.

Hal itu juga demi kepentingan menjaga kedaulatan PBNU (Pancasila,  Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Harus ada re-unifikasi media-media, baik itu media muslim, media interfaith, media dakwah dan media-media lainnya,” katanya.

Re-unifikasi media menjadi kata kunci utama dalam upaya membangun kesedaran bersama, Hal ini sangat signifikan dan tentunya  harus di counter, agar tidak dibiarkan apalagi sampai terlambat, untuk melawan proses ideologisasi yang bertentangan dengan Ideologi Bangsa.

Masyarakat yang menjadi objek proses ideologisasi kelompok radikal terorisme, diharapkan mempunyai imunitas, dapat melakukan perlawanan, dan sekaligus punya alternatif.

Gus Imam menambahkan, tidak hanya secara online, namun di ranah offline haruslah diperbanyak pejuang Mujahid NKRI yang bekerja secara militant mempropagandakan perdamaian dan nilai nilai kebaikan.

“Harus ada ‘AGITPROP’, yaitu agitasi dan propaganda untuk kedaulatan dan kesatuan NKRI. Jadi harus banyak pejuang Mujahid NKRI,” katanya.

Keluarga, Benteng Utama Cegah Radikal Terorisme

Ia juga menyinggung ranah keluarga sebagai benteng paling utama pertahanan NKRI, bukan tanpa sebab, akibat banyaknya kasus radikalisme dan terorisme yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Sehingga, ia menganggap pentingnya juga mengedukasi keluarga, terutama anak-anak dan pemuda.

“Kalau di keluarga sudah jebol, radikalismenya narasi intoleransi, dan ekstrimismenya sudah masuk, maka tinggal sedikit lagi dipicu, negaranya akan porak-poranda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanggungjawab pencegahan dan deteksi dini virus radikalisme, merupakan tanggungjawab seluruh stakeholder bangsa, sebagaimana konsep Pentahelix BNPT melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Jangan dibiarkan, kita bisa optimalkan kekuatannya, menjadi garda depan, penyemai narasi dan kontra narasi yang didedikasikan untuk NKRI,” katanya.

Lima Upaya yang Dapat Dilakukan Stakeholder Detekai Dini Cegah Radikalisme

Terdapat lima upaya yang bisa dilakukan stakeholder komponen Pentahelix dalam upaya deteksi dini guna mencegah masyarakat terpapar virus radikalisme.

Pertama, dengan membangun solidaritas dan kebersamaan seluruh sakeholder.

Kedua, dalam konteks pemerintahan yaitu ketegasan dalam regulasi, contohnya berupa undang-undang seperti pencegahan penanggulangan terorisme (harus diimplementasi secara maksimal) dan yang diperlukan lagi yaitu Inpres, Perpres atau Keppres secara spesifik tentang pencegahan radikalisme dan intoleransi.

Ketiga, mengusulkan sebuah intitusionalisasi Gerakan, berupa Gerakan Nasional Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi (GeNPRI), yang bergerak bersama-sama dan serentak melibatkan seluruh stakeholder.

“Keempat adalah pasukan, adalah orang-orang yang bergerak untuk kepentingan menjaga NKRI yang kita sebut sebagai Mujahid NKRI,” ujar dia.

Dirinya juga berharap, media dakwah yang ada bisa terstandarisasi dan terasosiasi untuk menyebarkan nilai RADAR (Ramah, Damai dan Anti Radikal).

“Itu semuanya akan sempurna ketika juga terbangun kebersamaan stakeholder untuk bekerja berjamaah dengan terstuktur, sistematis dan masif dalam melawan virus radikalisme,” ujarnya.

Tags: BNPTRadikalismeTerorisme
Previous Post

DPR RI Anggarkan Rp48,7 Miliar untuk Gorden

Next Post

Kepala BNPT: Keberadaan Masjid dan Ponpes, Mampu Reduksi Radikal Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Kepala BNPT: Keberadaan Masjid dan Ponpes, Mampu Reduksi Radikal Terorisme

Kepala BNPT: Keberadaan Masjid dan Ponpes, Mampu Reduksi Radikal Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In