Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Meluruskan Makna Doktrin Al Wala’ Wal Bara’ yang Dipopulerkan Kelompok Radikal

by Irfan Mualim
15.09.2022
in Nasional
A A
Meluruskan Makna Doktrin Al Wala’ Wal Bara’ yang Dipopulerkan Kelompok Radikal

JAKARTA – Kelompok radikal, masih begitu gencar membawa semacam doktrin Al Wala’ Wal Bara’ sebagai legitimasi pembenar ajaran (eksklusifisme). Bahwa umat Islam hanya boleh loyal atau bersaudara sesama umat Islam Al Wala’ (loyalitas) sesama umat Islam. Sedangkan terhadap mereka yang non-muslim, harus bersikap Wal Bara’ (melepas diri) atau bermusuhan.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (PB DDI), Muhammad Suaib Tahir, memandang miris penyempitan makna yang dilakukan kelompok radikal terkait ungkapan Al Wala’ Wal Bara’ tersebut.

Padahal sejatinya ungkapan tersebut memiliki makna yang mulia untuk tuntunan umat agar loyal memperjuangkan kebaikan bersama, terlepas dari perbedaan suku, ras, dan agama.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Kesalahan sebagian orang adalah karena makna ini diartikan secara terbatas. Kenapa? Karena sesungguhnya kita juga memang harus loyal kepada agama kita, tetapi dalam arti bukan berarti bahwa kita harus memusuhi yang lain,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/9).

Dirinya melanjutkan, Al Wala’ dan Wal Bara’ sendiri berasal dari bahasa Arab. Al Wala’ artinya loyalitas, sedangkan Wal Bara’ memiliki makna melepaskan diri.

“Artinya, sebagai muslim harus loyal kepada umat Islam dan tidak boleh loyal kepada mereka yang bukan muslim,” katanya.

Istilah itu, lanjut dia, begitu populer ketika keruntuhan kekhilafan Islam atau pada pasca penyerangan Mongolia ke negara-negara Islam di Timur Tengah.

Kemudian kemunculan penguasa baru pada saat itu, menimbulkan pertanyaan di masyarakat apakah mereka (penguasa) merepresentasikan Islam, dan apakah harus loyal kepada pemerintah.

Namun ia melihat, dewasa ini ungkapan tersebut menjadi doktrin negatif yang mendominasi banyak kelompok radikal. Dimana mereka memandang Al Wala’ Wal Bara’ hanya semata-mata untuk orang muslim saja. Sementara yang bukan muslim tidak perlu loyal, bahkan mengganggu dan mengancam, karena menganggap bukan bagian dari mereka.

“Itu adalah suatu kekeliruan tentang memaknai Al Wala’ Wal Bara’,” ujar dia.

Padahal didalam ajaran Islam sendiri, tidak ada batasan dalam pergaulan. Karena sejatinya manusia memiliki hubungan hak dan kewajiban dengan manusia lainnya, terlebih dalam hal yang bersifat kepentingan umum.

”Di dalam Islam tidak ada batasan pergaulan. Orang mau bergaul sama siapa pun tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurutnya, di era sekarang ini manusia hidup dalam satu negara, hidup dalam satu komunitas yang tentunya tidak boleh membatasi diri dalam bergaul hanya sesama muslim saja.

Menurut dia, membentuk perbedaan-perbedaan sosial tidak bagus. Termasuk dalam kasus penolakan pembangunan rumah ibadah umat non-muslim.

“Kita di Indonesia yang juga ada banyak orang Kristen, kemudian ingin mendirikan gereja yang selama itu sudah memenuhi ketentuan-ketentuan. Kita tidak mesti harus melarang selama dia sudah memiliki legalitas. Kenapa mesti harus dilarang? Undang-Undang sudah menjamin hal itu, jadi jangan hanya maunya sendiri,” katanya.

Ia berharap, semestinya organisasi masyarakat (ormas) dan para tokoh-tokoh moderat dapat berperan guna meluruskan dan menetralisir doktrin keliru dari Al Wala’ Wal Bara’.

Tak hanya itu, ia menilai masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang benar terkait konsep dan doktrin tersebut, agar tidak terjerumus kepada perilaku serta justifikasi untuk melakukan tindakan kekerasan.

“Kita harus menjelaskan makna yang sebenarnya tentang jihad, hijrah, syahid, Al Wala’ Wal Bara’. Bukan penjelasan yang dibuat atau yang didoktrinkan oleh kelompok radikal yang menyesatkan,” ujar dia.

Tags: RadikalRadikalismeTerorisme
Previous Post

Silaturahmi ke Ponpes Abu Bakar Baasyir, BNPT: Salah Satu Fondasi Cegah Radikalisme

Next Post

Menjadi Mitra Strategis, Ini Harapan BNPT Terhadap LPOI

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Menjadi Mitra Strategis, Ini Harapan BNPT Terhadap LPOI

Menjadi Mitra Strategis, Ini Harapan BNPT Terhadap LPOI

Comments 3

  1. Ping-balik: Menjadi Mitra Strategis, Ini Harapan BNPT Terhadap LPOI
  2. Ping-balik: Wassops Panglima TNI: Staff Exercise Gema Bhakti, Tingkatkan Hubungan Kerjasama TNI dan Amerika
  3. Ping-balik: Kepala BIN kalbar: Masih Ada Kelompok Radikal di Kalbar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In