Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Menghapus Stigma Islamofobia dengan Keberkahan Puasa Ramadan

by Irfan Mualim
22.03.2024
in Nasional
A A
Menghapus Stigma Islamofobia dengan Keberkahan Puasa Ramadan

JAKARTA – Maraknya kekerasan dan radikalisme di penjuru dunia menyisakan residu yang bernama Islamofobia. Hadirnya bulan Ramadan merupakan momentum untuk menggugah semangat toleransi dan perdamaian.

Menyoroti keutamaan ibadah puasa Ramadan, Mantan Peneliti Senior Badan Litbang Kementerian Agama, Abdul Jamil Wahab, mengajak umat Islam untuk menghayati intisari puasa Ramadan. Puasa tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai alat untuk mengatasi berbagai konflik dan mengurangi polarisasi antaragama.

“Seperti yang bisa kita lihat di berbagai pemberitaan, bulan Ramadan ternyata tidak hanya dirayakan oleh umat Islam yang berpuasa, namun juga banyak non-muslim yang membagikan makanan untuk berbuka puasa,” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/3/2024).

BACA JUGA

Ilustrasi Libur Sekolah Ramadhan 2025

Libur Sekolah Ramadhan 2025: Momen Berharga untuk Pembelajaran dan Refleksi

22.02.2025
Hikmah di Penghujung Ramadan: Ibadah Puasa dan Zakat untuk Kemanusiaan

Hikmah di Penghujung Ramadan: Ibadah Puasa dan Zakat untuk Kemanusiaan

06.04.2024

Menurut Abdul Jamil, hal ini ia anggap sebagai suatu kehebatan bulan Ramadan. Datangnya kewajiban puasa Ramadan bagi mereka yang muslim nampaknya juga menjadi berkah bagi semua golongan karena bisa menjadi penghubung antar golongan.

Selain dengan yang berbeda keimanan, puasa Ramadan juga seringkali menambah intensitas interaksi antar masyarakat dalam hidup bertetangga. Hal ini biasanya terlihat ketika mengadakan buka puasa bersama, atau saling memberikan makanan untuk disantap ketika adzan maghrib berkumandang.

Tidak hanya perkara kerukunan dan kebersamaan, Abdul Jamil juga berpendapat bahwa puasa Ramadan dapat menurunkan tensi islamofobia yang diakibatkan oleh kelompok radikal, yang hingga kini umat Islam sedunia masih menanggung efek negatifnya. Walaupun demikian, akademisi pemerhati isu keagamaan ini menyadari perlunya penanganan islamofobia secara holistik.

“Pertama-tama, dari pihak Muslim sendiri, penting untuk menghindari tindakan atau sikap yang dapat memberikan alasan bagi pihak lain untuk menilai negatif terhadap Islam. Contoh nyatanya adalah serangan 11 September 2001 yang hingga kini dianggap sebagai salah satu serangan terorisme terburuk yang pernah ada, menyebabkan masyarakat Barat menilai negatif terhadap Islam,” jelasnya.

“Kedua, dari pihak Barat, diperlukan pemahaman yang lebih objektif terhadap Islam dan masyarakat Muslim. Ketidaktahuan akan karakteristik dan ajaran Islam sering kali menjadi penyebab dari Islamofobia,” lanjutnya.

Abdul Jamil berharap meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dengan menerapkan toleransi secara menyeluruh. Beliau menegaskan bahwa seluruh ajaran agama yang diakui di Indonesia, termasuk Islam, mengandung nilai-nilai perdamaian, kerukunan, dan harmoni.

Ia mencontohkan dengan menerangkan bahwa praktik zakat fitrah tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, tetapi juga untuk mereka yang membutuhkan tanpa memandang agama. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama.

“Dalam ajaran Islam itu juga sebenarnya banyak nilai-nilai yang mengajarkan kepada kedamaian dan kerukunan untuk hidup dengan harmonis. Salah satunya, di bulan Ramadan itu ada kewajiban zakat fitrah. Saya seringkali sampaikan bahwa zakat fitrah itu jangan hanya untuk kelompok Muslim, namun juga harus dibagi pada mereka yang non-muslim jika membutuhkan,” katanya.

Keharmonisan hidup bermasyarakat juga dapat dicapai jika masyarakat menerima exposure yang cukup terhadap pemahaman nilai-nilai keagamaan secara lebih luas. Hal ini tentu tidak hanya terbatas pada pengetahuan agama Islam saja, agar kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan yang universal dapat dicapai.

Abdul Jamil beranggapan, jika saja masyarakat telah matang dalam memandang perbedaan, maka Indonesia dengan kemajemukannya dapat merespons kebutuhan sesama manusia tanpa memandang perbedaan agama.

“Dalam hal ini, Indonesia memiliki keunggulan karena sejak awal republik ini berdiri, kita berada dalam keadaan yang sudah pluralistik. Kualitas pemahaman pluralisme dalam masyarakat Indonesia harus terus ditingkatkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan inklusif,” kata dia.

Abdul Jamil berharap agar bulan Ramadan tidak hanya dipandang sebagai momen untuk beribadah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menguatkan kerja sama antarumat beragama dan merespons tantangan radikalisme serta islamofobia.

“Tantangan umat Islam dengan adanya fenomena Islamofobia harus disikapi secara lebih bijaksana dan toleran. Tidak hanya kita mengharapkan untuk dimengerti oleh pihak lain, namun kita juga harus bisa menyediakan ruang yang sehat bagi semua golongan. Semoga upaya-upaya ini dapat terus dilakukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai di Indonesia dan di seluruh dunia,” jelasnya.

Tags: IslamofobiaPuasaRamadhan
Previous Post

TNI Selidiki Video Viral Diduga Aniaya Warga di Papua

Next Post

TNI Perkenalkan Blangkon hingga Wayang Kulit ke Internasional

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
TNI Perkenalkan Blangkon hingga Wayang Kulit ke Internasional

TNI Perkenalkan Blangkon hingga Wayang Kulit ke Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In