Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Menteri Airlangga: Kader HMI Banyak Membantu Pembangunan Indonesia

by Irfan Mualim
05.02.2022
in Nasional
A A
Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

JAKARTA – Banyak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  yang kini menduduki jabatan penting di pemerintahan. Bukan hanya pada pemerintahan saat ini, tetapi diperiode sebelumnya. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya keberadaan HMI sebagai kawah candradimuka tokoh bangsa  selama 75 tahun.

Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperingati Dies Natalis Ke-75 melalui pesan video, Sabtu (5/2).

Menurut dia, lembaga yang diprakarsai Lafran Pane itu telah menunjukkan banyak kiprah dalam membantu pembangunan Indonesia melalui kadernya. Pada usia yang ke-75 tahun ini, Airlangga berharap HMI selalu menjadi lidah rakyat yang memperjuangkan kesejahteraan.

BACA JUGA

Airlangga Hartarto

Liburan Lebaran 2025, Pemerintah Tawarkan Diskon Tiket Pesawat

19.02.2025
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

PB HMI Desak Pemecatan Oknum Polisi Usai Pengeroyokan di Mamuju

06.01.2025

“Milad berusia 75 tahun, HMI telah menjadi organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia. Setiap kadernya diandalkan untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan untuk pembangunan Indonesia,” katanya.

“Banyak tokoh bangsa lahir dari tempaan HMI, menjadi kritis, solutif, dan bermanfaat untuk sesamanya. Pemikiran-pemikiran tokoh HMI selalu ditunggu untuk menemukan solusi persoalan bangsa demi kemajuan Indonesia,” lanjut dia.

Dies Natalis ke-75 menjadi momentum pengingat bagi masyarakat atas keberadaan HMI dan pentingnya proses pendidikan di organisasi mahasiswa Islam bagi bangsa Indonesia.

“Terutama yang menjadi harapan adalah kader HMI ikut berperan menjaga masyarakat kita aman dari pandemi COVID-19. Dari penularan sampai dampaknya. Semoga HMI semakin berjaya, maju, dan sejahtera bersama masyarakat Indonesia,” kata dia.

Berdirinya HMI dan Keberainan Lafran Pane

Himpunan Mahasiswa Islam merupakan organisasi mahasiswa yang di himpun oleh mahasiswa beragama islam. Didirikan oleh  Lafran Pane (mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta) dan rekannya pada 5 februari 1947.

Sebelum terbentuk, terlebih dulu berdiri organisasi kemahasiswaan bernama Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) pada tahun 1946,  beranggotakan mahasiswa dari tiga Perguruan Tinggi di Yogyakarta, yaitu Sekolah Tinggi Teknik (STT), Sekolah Tinggi Islam (STI), dan Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada yang pada waktu itu hanya memiliki Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra.

Karena PMY dirasa tidak memperhatikan kepentingan para mahasiswa, teruatama aspirasi keagamaan, sehingga membuat Lafran bersama teman-temannya  mendirikan organisasi.

Pada tahun 1946, suasana politik di Indonesia khususnya di Ibu kota Yogyakarta mengalami polarisasi antara pihak Pemerintah yang dipelopori Partai Sosialis pimpinan Syahrir – Amir Syarifuddin dan pihak oposisi  dipelopori Masyumi pimpinan Soekiman – Wali Al-Fatah, PNI pimpinan Ki Sarmidi Mangunsarkoro – Suyono Hadinoto, serta  Tan Malaka.

Polarisasi itu membawa mahasiswa yang juga sebagian besar dari mereka adalah pengurus PMY berorientasi kepada Partai Sosialis.  Namun mahasiswa yang masih memiliki idealisme tidak dapat membiarkan usaha Partai Sosialis hendak mendominir PMY.

Dengan suasana yang sangat kritis, dimana Belanda semakin memperkuatkan diri dan terus-menerus mendatangkan bala bantuan, disertai peristiwa Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947, membuat para mahasiswa berideologi murni tetap bersatu menghadapi Belanda.

Atas alasan itu, Lafran Pane, melakukan pertemuan dengan teman-temannya mengenai gagasan membentuk organisasi mahasiswa bernapaskan Islam.

Setelah mendapatkan cukup dukungan, pada bulan November 1946, mereka mengundang para mahasiswa Islam yang berada di Yogyakarta membicarakan maksud tersebut, namun tidak menghasilkan kesepakatan.

Namun Lafran Pane mengambil jalan keluar dengan mengadakan pertemuan mendadak. Pada tanggal 5 Februari 1947 (bertepatan dengan 14 Rabiulawal 1366 H), di salah satu ruangan kuliah Sekolah Tinggi Islam, Lafran berdiri di depan kelas dan memimpin rapat yang dalam prakatanya mengatakan “Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena semua persiapan yang diperlukan sudah beres”.

Tujuan HMI saat itu yakni mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat Rakyat Indonesia, menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam, mengesahkan anggaran dasar Himpunan Mahasiswa Islam.

Tags: Airlangga HartartoEkonomiHimpunan Mahasiswa Islam (HMI)Kader HMILafran PaneNegaraPembangunan Indonesia
Previous Post

Praktisi Pesantren: Waspadai Institusi Pendidikan Berkedok Pesantren

Next Post

Sempat Ditahan Empat Tahun Penjara, Terduga Teroris Ini Kembali Ditangkap

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
10 Tahun Radikalisme Mengakar, Ini Solusinya

Sempat Ditahan Empat Tahun Penjara, Terduga Teroris Ini Kembali Ditangkap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In