Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Momentum Kebangkitan Nasional, Kedaulatan Indonesia Tak Lepas dari Konsep Ketuhanan

by Irfan Mualim
24.05.2024
in Nasional
A A
Ideologi Transnasional

JAKARTA – Hari Kebangkitan Nasional adalah salah satu peringatan bersejarah yang memiliki makna mendalam tentang perjuangan dan kebanggaan menjadi bagian dari Indonesia.

Dimulai dari pergerakan Boedi Oetomo pada tahun 1908, lahirlah cita-cita besar untuk mencerdaskan bangsa Indonesia, hingga akhirnya menjadi negara yang merdeka dan memiliki kedaulatannya.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Pastor Antonius Benny Susetyo, menjelaskan kemerdekaan sejati tercapai, ketika individu dan masyarakat di suatu negara mampu mengelola sumber daya alam serta manusianya, untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama.

BACA JUGA

Konsep Ketuhanan dalam Bingkai Pancasila

Konsep Ketuhanan dalam Bingkai Pancasila

05.06.2024
Penghayatan Kebangkitan Nasional melalui Kedamaian Hari Raya Waisak

Penghayatan Kebangkitan Nasional melalui Kedamaian Hari Raya Waisak

23.05.2024

“Oleh karena itu, semangat yang digelorakan oleh Dr. Soetomo dan Dr. Wahidin Soedirohoesodo, serta para pendiri Boedi Oetomo harus dihidupkan kembali dalam konteks zaman modern,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/5/2024).

Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional, Momentum Bangun Gerakan Lawan Intoleransi, Ekstremisme dan Terorisme

Ia menambahkan, perjuangan kemerdekaan untuk kedaulatan Indonesia, rasanya sulit dilepaskan dari konsep ketuhanan. Bahkan poin penting ini, menjadi sila pertama dalam Pancasila.

“Agama memiliki peranan penting sebagai motivasi besar para pejuang dan pendiri bangsa untuk mengantarkan Indonesia agar menjadi bangsa yang mandiri,” kata dia.

Romo Benny, panggilan karibnya, berpendapat bahwa agama memainkan posisi krusial dalam menginspirasi manusia. Melalui agama yang sarat dengan nilai-nilai kebajikan, seorang manusia akan menghayati apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Dengan menjalankan nilai keimanan dan ketakwaan, seseorang akan semakin giat bekerja, demi mengejar makna dan tujuan hidup itu sendiri. Selain itu, kejujuran, integritas, disiplin, kerja keras itu juga bagian dari iman.

 

Orang yang Bekerja Melayani Publik, Sama Seperti Para Pejuang Kemerdekaan

 

Romo menjelaskan soal Kebangkitan Nasional

 

Karenanya, orang yang bekerja melayani publik itu sama halnya dengan para pejuang kemerdekaan, mereka sama-sama mengaktualisasikan keimanan mereka dalam tindakan nyata.

“Sebenarnya agama itu menjadi spirit. Bisa menjadi etos kerja, sehingga seseorang itu kalau tidak bekerja atau menganggur, dia merasa berdosa, karena tidak menggunakan kemampuannya yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.

“Karena agama menjadi spirit untuk kerja keras itulah yang akhirnya membuat seseorang yang beriman itu merasa memiliki kewajiban. Nah kewajiban orang beriman itu apa? Yaitu berbagi kepada sesamanya,” lanjut Romo Benny.

Selain menyangkut soal keimanan, kemandirian suatu bangsa juga bisa ditunjukkan dari kedewasaan dalam berpikir, bernalar, dan menjalin hubungan sesama manusia.

Jika masyarakat suatu negara mampu berinovasi dalam kreasinya untuk mengembangkan potensinya, dan diamplifikasi di tingkat nasional, maka perbaikan ekonomi adalah konsekuensi logis dari perjuangan kemandirian negara tersebut.

Romo Benny juga mengulas akan hal ini. Menurutnya, Bung Karno sebagai proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia pernah menyampaikan cita-citanya bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Hal ini berarti Indonesia bisa mengolah potensi sumber daya alamnya tanpa harus bergantung pada negara atau pihak lain.

Pengelolaan sumber daya alam Indonesia, tentu tidak lepas dari mekanisme pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah dan pihak terkait.

Romo Benny juga mengingatkan agar para pemangku kepentingan mampu mewujudkan kemandirian bangsa. Besar harapan bangsa Indonesia agar tidak lagi bergantung kepada pihak asing.

 

Pemerintah Harus Menyiapkan Iklim Kondusif

 

Romo Benny soal kebangkitan nasional

 

Menurut Romo Benny, Pemerintah harus menyediakan iklim yang kondusif bagi perkembangan inovasi dan kreativitas masyarakatnya. Sementara itu, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional, dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan mendukung kemandirian bangsa.

“Kemandirian dalam bidang politik dan kebijakan publik harus menjadi prioritas. Ini semua bisa dicapai dengan mengupayakan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan dari dalam negeri. Elite politik harus mendorong kebijakan yang bisa mengembangkan potensi sumber daya alam dan manusia dalam negeri,” katanya.

Romo Benny Susetyo berharap, generasi muda Indonesia bisa mengisi semangat kebangkitan nasional dengan memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.

Pemuda Indonesia perlu banyak belajar dari peristiwa bersejarah seperti perintisan gerakan Boedi Oetomo, yang sejatinya berangkat dari keprihatinan sosial kaum intelektual kala itu.

“Mengapa Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan Dr. Soetomo memiliki kepekaan bahwa kita harus lepas dari penjajahan? Karena pengalaman mereka sebagai dokter yang berjumpa dengan rakyat kecil,” ujar dia.

“Mayoritas orang Indonesia saat itu mengalami kemiskinan. Menyaksikan betapa susahnya orang-orang kecil itu tertindas, maka timbul kesadaran untuk memperjuangkan kecerdasan rakyat agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat,” katanya mengakhiri.

 

Tags: Hari Kebangkitan NasionalKedaulatan IndonesiaKetuhanan
Previous Post

Menteri Budi Arie: Indonesia Darurat Judi Online

Next Post

Cegah Terorisme di Jawa Timur, Kemenko Polhukam Lakukan Ini

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Asisten Deputi Koordinasi HAM Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Rudy Syamsir, membahas aksi pencegahan terhadap terorisme di Jawa Timur

Cegah Terorisme di Jawa Timur, Kemenko Polhukam Lakukan Ini

Comments 2

  1. Ping-balik: Tujuh Kapal Perang TNI AL Jaga Perairan Bali, Ada Apa?
  2. Ping-balik: Bamsoet: Ancaman Geopolitik Global Tak Hanya Fisik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In