Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Pancasila: Kunci Persatuan di Tengah Ancaman Intoleransi dan Ekstremisme

by Irfan Mualim
03.10.2024
in Nasional
A A
Hari Kesaktian Pancasila

JAKARTA – Setiap tahun, Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang menjadi pemersatu di tengah ancaman intoleransi dan ekstremisme yang kian mengemuka.

Dalam pernyataannya pada acara peringatan tersebut, Alissa Wahid, Direktur Nasional GusDurian Network Indonesia dan Ketua Tanfidziyah PBNU, menegaskan bahwa menjaga keseimbangan identitas adalah kunci untuk menangkal fanatisme berlebihan.

Alissa menyebutkan bahwa penggunaan kerangka konstitusi dalam merespons isu-isu sensitif terkait keberagaman sangatlah penting.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Konferensi Internasional ICITES 2025, Menyatukan Energi Global Melawan Terorisme

Konferensi Internasional ICITES 2025: Menyatukan Energi Global Melawan Terorisme

27.01.2025

Baca Juga: Olahraga sebagai Wadah Perlawanan Terhadap Ekstremisme dan Terorisme di Indonesia

“Konstitusi adalah ukuran yang jelas dan universal dalam menyikapi keberagaman,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Ia mendorong semua pihak untuk menggunakan ruang dialog yang ada, mengedepankan toleransi, dan menolak segala bentuk tindakan yang melanggar hukum, menciptakan semangat merawat kebangsaan.

Menghadapi Narasi Intoleransi

Dalam analisisnya, Alissa mengkritik pemuka agama yang seringkali menyebarkan narasi intoleransi untuk meningkatkan antusiasme jamaahnya.

Ia mengingatkan bahwa penting untuk menempatkan ajaran agama dalam konteks kemanusiaan dan kewarganegaraan.

“Ketika ada ajakan untuk mendahulukan semangat beragama, tetapi menganggap sesama sebagai musuh, sebaiknya dihindari,” tegasnya.

Alissa juga menggarisbawahi perlunya prioritaskan aturan negara ketika bertentangan dengan ajaran agama tertentu.

Dalam pandangannya, tidak boleh ada tindakan yang merugikan hak umat beragama lainnya hanya karena dalih agama.

Baca Lagi: TNI Peduli Pendidikan: Kunjungan Spesial ke Sekolah Darurat Kartini

Kunci untuk menghindari fanatisme berlebihan, menurut Alissa, terletak pada keseimbangan tiga identitas: sebagai penganut agama, sebagai warga negara, dan sebagai bagian dari umat manusia.

“Penting untuk selalu mengingat bahwa kita adalah satu kesatuan yang utuh,” katanya.

Dalam konteks ini, Pancasila harus terus dijunjung tinggi sebagai ideologi pemersatu yang dapat mengakomodasi keberagaman dan menangkal ekstremisme.

Dengan menumbuhkan toleransi antara identitas agama, kewarganegaraan, dan kemanusiaan, harapannya masyarakat Indonesia bisa lebih resisten terhadap ancaman polarisasi yang dapat merusak persatuan.

 

Kekerasan Berbasis Agama: Pandangan Holistik

Walaupun pelaku kekerasan berbasis agama di Indonesia sering kali berasal dari latar belakang Islam, Alissa menegaskan bahwa ekstremisme bukanlah monopoli satu agama.

Ia menyoroti fenomena serupa yang terjadi di negara-negara dengan mayoritas agama tertentu, seperti kekerasan yang dilakukan kelompok Buddhis di Myanmar dan Hindu di India.

“Kekerasan berbasis agama harus dilihat dengan komprehensif,” ujarnya, mendorong semua pemuka agama untuk memprioritaskan moderasi beragama di lingkungan mereka.

Hal ini penting agar masyarakat tidak gagap dalam menghadapi perbedaan, serta dapat merespons dengan bijaksana terhadap upaya polarisasi.

Mengakhiri pernyataannya, Alissa mengutip Mahatma Gandhi, “an eye for an eye will make the world blind.” Ia menekankan pentingnya menghindari balas dendam yang hanya akan mengakibatkan penderitaan tanpa akhir.

Dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan rasa saling menghormati, kita bisa menjaga keutuhan bangsa Indonesia, menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam merawat keragaman yang ada.

Tags: Alissa WahidEkstremismeHari Kesaktian PancasilaIntoleransiToleransi
Previous Post

Olahraga sebagai Wadah Perlawanan Terhadap Ekstremisme dan Terorisme di Indonesia

Next Post

Atraksi Spektakuler Drone dan Dogfight: Geladi Bersih HUT Ke-79 TNI di Monas

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
HUT Ke-79 TNI

Atraksi Spektakuler Drone dan Dogfight: Geladi Bersih HUT Ke-79 TNI di Monas

Comments 6

  1. Ping-balik: Kolaka Utara Luncurkan Program Makan Siang Gratis: Solusi Cerdas Atasi Stunting pada Anak | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Atraksi Spektakuler Drone dan Dogfight: Geladi Bersih HUT Ke-79 TNI di Monas | Garda Nasional
  3. Ping-balik: Mengapa Kenaikan Cukai Rokok Penting untuk Kesehatan dan Ekonomi Indonesia? | Garda Nasional
  4. Ping-balik: Target Ambisius Erick Thohir: Timnas Indonesia Harus Raih Poin di Bahrain dan Cina | Garda Nasional
  5. Ping-balik: Sinergi BNPT dan Kemhan: Membangun Generasi Cinta Tanah Air untuk Melawan Radikalisme | Garda Nasional
  6. Ping-balik: BNPT RI Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional Melalui Pelatihan Intelijen di Bali | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In