Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Patriotisme Pemuda di Era Digital, Anak Muda Harus Komitmen Jadi Agen dan Duta Perdamaian

by Irfan Mualim
08.11.2023
in Nasional
A A
Septiaji Eko Nugroho

JAKARTA – Kemajuan teknologi digital membuat informasi dan pengetahuan menjadi sangat canggih. Namun ironisnya, kemajuan teknologi digital tidak hanya berdampak positif bagi kehidupan umat manusia, tapi juga ekses negatif. Contohnya, banyak negara di dunia yang kondisinya saat ini hancur lebur hanya karena penduduknya tidak mampu memfiltrasi informasi secara kritis dan bijak, tak terkecuali Indonesia.

Ketua Presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan dalam momen Sumpah Pemuda yang baru saja diperingati, Bangsa Indonesia perlu belajar dari berbagai negara yang sama-sama menghadapi tantangan di dunia digital.

Septiaji mengatakan, banyak negara yang kemudian mengalami kekacauan, karena masyarakatnya tidak bisa menyaring konten hoax yang datang, lalu ikut menyebarkan dan mempercayainya sebagai sebuah kebenaran. 

BACA JUGA

Menangkal Terorisme di Era Digital, Kerja Sama BNPT dan UEA

Menangkal Terorisme di Era Digital: Kerja Sama BNPT dan UEA

24.02.2025
Ketua Forum Koordinasi Pembangunan Terpadu (FKPT) Sulawesi Tenggara, Andi Intang Dulung

Strategi Menangkal Radikalisme Melalui Peran Anak Muda

01.02.2025

Dampaknya, melahirkan polarisasi yang kuat bahkan akhirnya menuju pada dehumanisasi yang menjelekkan hingga menjatuhkan orang lain.

Menurutnya, isu-isu semacam itu sangat mudah untuk dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, apalagi menjelang pemilu 2024.

Olehnya itu, anak muda harus mau berkomitmen untuk menjadi agen dan duta perdamaian. Mereka perlu mulai dari sekarang menentukan sikap tentang peran apa yang akan mereka ambil dalam mengusung perdamaian dan anti hoax.

Ia menambahkan, banyak cara untuk menjadi agen perdamaian. Misalnya dengan menjadi content creator yang menyajikan narasi-narasi kebangsaan, kepercayaan, atau pun persaudaraan, dengan cara-cara yang asik. 

Para pemuda bisa turut serta membumikan konten positif dengan mengunggahnya di berbagai media sosial seperti TikTok dan Instagram. 

“Mereka juga bisa ambil bagian dalam mensosialisasikan penggunaan media sosial secara langsung terhadap masyarakat sekitarnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Septiaji mengatakan, pendekatan anti hoax yang dilakukan anak muda terhadap masyarakat, bisa dilakukan di banyak kesempatan. Banyak acara keagamaan seperti pengajian, sekolah minggu atau di kesempatan lain yang banyak orang hadir, para agen perdamaian bisa menularkan pengetahuan mereka tentang indahnya toleransi.

“Ada banyak sekali momen ataupun kegiatan yang sebenarnya perlu kita datangi untuk mensosialisasikan ini. Bisa juga dengan cara bergabung menjadi relawan dari beberapa organisasi yang secara konsisten menyuarakan tentang bahayanya sebaran kebohongan dan kebencian, serta pentingnya berpikir kritis,” jelasnya.

Septiaji mengungkapkan, harus diakui konflik Palestina-Israel adalah suatu kekejian yang sangat luar biasa. Imbas lainnya juga terjadi berbagai tekanan terhadap masyarakat yang menjadi kelompok minoritas di negara lain sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina dan balasan terhadap Israel.

“Tapi seringkali hal semacam ini dibumbui dengan narasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kelompok radikal dan intoleran mengemas ini menjadi konten-konten yang dibuat untuk mengiring masyarakat, bahwa kamu harus memilih dan mendukung mereka,” kata dia.

“Jika tidak begitu, berarti kamu sama saja tidak berempati kepada umatmu dan agamamu. Hal-hal yang dapat membakar emosi semacam ini lalu didukung dengan teknologi digital sekarang yang sudah semakin canggih, membuat kemampuan melakukan persuasi serta mengiring emosi orang banyak, menjadikan dampaknya lebih kompleks dari sebelumnya,” lanjut Septiaji.

Untuk itu, ia mengingatkan, kalau masyarakat khususnya generasi muda, tidak punya ketahanan dan pengalaman menghadapi konten kebohongan dan kebencian semacam itu, sangat mungkin akan larut dan termakan konten-konten tersebut. Dikhawatirkan dengan kondisi itu seseorang juga ikut menjadi bagian dari masalah.

“Potensi risiko yang seperti ini sangat mungkin terjadi di era digital, dan biasanya terakumulasi antara hoax yang berkembang dengan kepercayaan publik terhadap institusi Pemerintah yang semakin menurun,” katanya.

Selain itu, lanjut Septiaji, penggiringan isu negatif yang sedang trending biasanya juga dipoles dengan politik identitas, untuk mengiring banyak orang ke suatu arah tertentu. 

Sasarannya adalah mereka yang sebenarnya peduli, tetapi karena mereka tidak memiliki pengetahuan atau ilmu yang komprehensif, akhirnya rasa kepedulian banyak orang bisa dibelokkan menjadi suatu aksi yang tidak produktif.

Septiaji pun berpesan, agar generasi muda tidak menjadi seperti katak dalam tempurung, menganggap dirinya tahu segalanya, tapi sebenarnya memiliki pemahaman yang sempit karena tidak pernah mempertimbangkan perspektif dari selain yang ia yakini.

“Orang atau kelompok yang selalu merasa benar sendiri akan cenderung membentuk pemikirannya menjadi sempit atau seperti katak dalam tempurung. Dari sinilah biasanya isu-isu radikalisme akan mudah sekali ditanamkan kepada orang yang demikian dan mereka memiliki tendensi menolak pemikiran yang berbeda dengannya,” kata Septiaji mengakhiri.

Tags: Anak MudaDuta PerdamaianEra DigitalGenerasi MilenialSumpah Pemuda
Previous Post

Jenderal Agus Ancam TNI Tak Netral di Pemilu Dipidanakan, DPR RI Usul Dibentuk Panja

Next Post

Dialog Konstruktif dan Diplomatif, Efektif Selesaikan Konflik Bukan dengan Kekerasan

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Dialog Konstruktif dan Diplomatif, Efektif Selesaikan Konflik Bukan dengan Kekerasan

Dialog Konstruktif dan Diplomatif, Efektif Selesaikan Konflik Bukan dengan Kekerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In