Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat Pendidikan: Wabah Intoleransi di Sekolah Harus Diamputasi

by Irfan Mualim
19.11.2020
in Nasional
A A
Pengamat Pendidikan: Wabah Intoleransi di Sekolah Harus Diamputasi

YOGYAKARTA – Perbedaan agama di sekolah menjadi pembeda dalam pergaulan dan akses hak di lingkungan sekolah. Padahal, sekolah sejatinya menjadi penanaman toleransi sejak dini yang diharapkan menjadi karakter anak kelak ketika dewasa.

Karena itu, wabah intoleransi di sekolah harus segera diamputasi, agar tidak menjadi virus sejak dini terhadap generasi bangsa ke depan.

Demikian dikatakan Pengamat Pendidikan Nasional, Darmaningtyas, di Yogyakarta, Kamis (19/11/2020).

BACA JUGA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti

Kebijakan Baru Penerimaan Murid di Sekolah Menengah Kejuruan

04.03.2025
Ilustrasi Libur Sekolah Ramadhan 2025

Libur Sekolah Ramadhan 2025: Momen Berharga untuk Pembelajaran dan Refleksi

22.02.2025

Darmaningtyas menjelaskan, untuk memulai penanaman toleransi di lingkungan sekolah, yakni melalui pendekatan sosial, seni, dan budaya, terutama budaya lokal. Hal ini sebagai salah satu langkah memutus wabah intoleransi yang ada di lingkungan sekolah.

“Saya lebih memilih pendekatan itu, karena biasanya orang yang memahami dan mengerti tentang budaya, sikap toleransinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengenal,” katanya.

“Kalau pendekatannya itu melalui materi, katakanlah misalnya materi P-4, materi Pancasila, itu saya kira agak sulit untuk bisa diterapkan. Karena itu berarti harus melawan arus dengan narasi yang sudah dibangun oleh ideolognya,” Darmaningtyas menambahkan.

Ia menyarankan, sebaiknya pemerintah menggalakkan kegiatan-kegiatan seni budaya di masing-masing wilayah. Seperti di Yogyakarta, hampir setiap sekolah ada gamelan. Sehingga tidak hanya sekadar dimiliki, tetapi harus menjadi instrumen untuk pendidikan karakternya.

“Semestinya jam pelajaran seni dan budaya itu ditambah, bukan malah dikurangi. Sekarang ini kan yang ditambah itu malah pelajaran agama, sementara yang dikurangi justru malah pelajaran seni dan budayanya. Perlu dilakukan kalau mau agak sestematik dan jangka panjang untuk menangkal intoleransi di lingkungan sekolah yaitu melalui penanaman sosial, seni, dan budaya,” katanya.

Menurut dia, kalau metode yang digunakan seperti Penataran P-4 tidak akan signifikan. Apalagi Rohis (Rohani Islam) di sekolah sudah menjadi kekuatan tersendiri. Padahal pembinaan pendidikan agama Islam lebih baik di lakukan oleh guru agama, bukan malah dilakukan oleh seniornya atau mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

“Kalau misalkan mengurangi kebosanan karena pelajaran agama juga ketemu guru agama, maka bisa mendatangkan ustad-ustad yang paham kebangsaannya yang tinggi. Dan jangan diserahkan kepada mahasiswa atau seniornya,”kata dia.

Dirinya mengakui, tidaklah mudah mengikis virus intoleransi yang ada di lingkungan sekolah, karena penyebarannya sudah sistematis. Hal ini dikarenakan rata-rata para guru juga sudah terkontaminasi.

“Kalau sudah beranak pinak seperti itu tentunya cukup susah. Jadi guru-gurunya sudah terkontaminasi, murid-muridnya yang mengikuti Rohis juga sudah beranak-pinak, sehingga setelah kuantitatif itu jumlahnya menjadi besar. Jadi perlu penekatan lain seperti pendidikan sosoal, seni dan budaya itu untuk memutus intoleransi,” ujarnya.

Selain itu, ada ketidaktahuan orang tua murid dalam memilih sekolah berbasis agama, utamanya di tingkat SD yang mana penyebaran intolerasinya tinggi. Untuk itu, ia berpesan agar jangan sampai penanaman ideologi menjadi doktriner. Karena kalau metode doktriner, pastinya jelas menimbulkan resistensi.

Tags: IntoleransiSekolah
Previous Post

Densus 88 Bareng 13 Kementerian Sepakat Cegah Pendanaan Teroris Melalui NPO

Next Post

Bupati dan Masyarakat Dogiyai, Papua Tolak RDP Otsus

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Bupati dan Masyarakat Dogiyai, Papua Tolak RDP Otsus

Bupati dan Masyarakat Dogiyai, Papua Tolak RDP Otsus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In