Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

by Irfan Mualim
30.05.2023
in Nasional
A A
Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

JAKARTA – Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Dalam sila-sila Pancasila termaktub nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang mencakup kebhinekaan, persatuan, dan toleransi. 

Untuk itu, pengarusutamaan Pancasila harus terus dilakukan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh lapisan kehidupan bermasyarakat. 

Hal tersebut sangat penting untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menghormati perbedaan, menjaga keharmonisan sosial, dan mencegah radikalisme serta terorisme.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Kepala Program Studi Kajian Terorisme, Universitas Indonesia, Muhammad Syauqillah, mengatakan pengarusutamaan Pancasila dalam konteks kehidupan bermasyarakat menjadi hal yang urgen dewasa ini. Terlebih Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dari sisi etnis, suku, ras dan agama.

“Karena negara ini besar sekali. Pengarusutamaan Pancasila dalam konteks kehidupan masyarakat menjadi sangat urgen hari ini. Karena kita tidak bisa menafikan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beragam. Nah yang mempersatukan justru Pancasila itu sendiri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Ia melanjutkan, karena Indonesia adalah bangsa yang agamis, maka pengarusutamaan nilai Pancasila harus dikembalikan pada pemahaman bahwa tidak ada hal yang kontra atau bertentangan antara sila-silanya terhadap ajaran agama apapun.

“Agama mana yang tidak suka dengan persatuan, kebhinekaan, kemanusiaan yang adil, peradaban dan etika? Nah tentunya dikembalikan lagi pada masyarakat, karena masyarakat inilah yang mempunyai keyakinan, punya agama, punya kepercayaan. Dan Pancasila itu merupakan representasi dari seluruh keyakinan yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Menurut dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) ini, sangatlah tidak valid jika masih ada pernyataan bahwa Pancasila dianggap merupakan biang masalah bangsa yang perlu untuk segera diganti karena tidak relevan dengan ajaran agama.

“Berada di negara ini masih bisa beribadah, bisa menikmati jalan ke sana-sini, bisa menikmati alam Indonesia.Iitu karena Pancasila, karena persatuan. Kita semua memang perlu memformulasikan Pancasila dalam konteks bermasayarakat,” katanya.

Ia menilai pemerintah kedepannya harus bisa lebih tegas dan tajam dalam hal melarang ideologi yang bertentangan dengan Pancasila di negeri ini.

“Negara harus memiliki kekuatan untuk memayungi dengan aturan-aturan atau negara harus berani untuk mengatakan tidak terhadap ideologi-ideologi yang mencoba untuk  merong rong Pancasila,” ujar Syauqillah.

Memperingati hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, dirinya menyebut setidaknya ada dua hal yang bisa direfleksikan oleh segenap anak bangsa guna memperkuat komitmen untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan.

“Pertama, kita harus jadi bangsa yang bersyukur atas nikmat kemerdekaan, persatuan, bangsa yang bersyukur bisa menjalankan ibadah dengan tenang di Indonesia ini sesuai dengan keyakinan masing-masing. Jadilah bangsa yang bersyukur dan menghargai apa yang sudah dilakukan oleh founding fathers kita,” kata dia.

Kedua, lanjut Syauqillah, menghormati orang-orang tua yang terdahulu.  Menurutnya itu yang harus dilakukan, yakni dengan  menghargai jasa para pendahulu, orang-orang tua dan bersyukur atas apa yang kita miliki,  apa yang kita nikmati di Indonesia hari ini.

Untuk itu, ia berharap, pemerintah, lembaga dan badan bersama tokoh agama perlu bekerja sama dalam hal pengarusutamaan kompatibilitas Pancasila dan ajaran agama.

“Bersama-sama kita diberikan dorongan dan dukungan ke tokoh-tokoh agama untuk terus berbicara. Karena kita tahu komponen agama di negara ini sangat vital sekali sejak kemerdekaan. Tetapi ini bukan hanya problem sektoral atau menjadi masalah-masalah sektoral, tapi ini menjadi problem bersama. Semua harus digelorakan,” tutup Syauqillah.

Tags: IntoleransiPancasilaRadikalismeTerorisme
Previous Post

Oknum TNI Pembawa Puluhan Narkotika Divonis Penjara Seumur Hidup

Next Post

BNPT RI: Diperlukan Kerjasama dan Sinergisitas Semua Pihak Cegah Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Kukuhkan Duta Damai Dunia Maya Papua Barat, Ini Pesan BNPT

BNPT RI: Diperlukan Kerjasama dan Sinergisitas Semua Pihak Cegah Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In