Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Daerah

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

by Irfan Mualim
28.07.2025
in Daerah, Internasional, Nasional
A A
Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Zain Maulana, pakar studi ASEAN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

YOGYAKARTA – Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang kembali memanas sejak Juli 2023, menimbulkan keprihatinan global dan menunjukkan tantangan besar bagi ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan.

Konflik ini tidak hanya menyangkut sengketa wilayah, tetapi juga berimplikasi terhadap keamanan, politik, dan pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara.

Dalam situasi kritis ini, posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di ASEAN memegang peranan penting sebagai mediator dan penengah.

BACA JUGA

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim

Perdamaian di Horizon: Anwar Ibrahim Fasilitasi Perundingan Damai Thailand-Kamboja di Malaysia

28.07.2025
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha

Kemlu RI Pastikan WNI Aman dari Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja

28.07.2025

Menurut Zain Maulana, pakar studi ASEAN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), di Yogyakarta, Senin (28/7/2025), Indonesia memiliki potensi terbesar untuk mendorong penyelesaian damai atas konflik ini.

Posisi geografis, kekuatan diplomatik, serta pengalaman historis dalam menyelesaikan sengketa wilayah menjadi modal utama Indonesia dalam memperkuat peran mediasi di ASEAN.

Baca Juga: Forum Komunikasi Keluarga Besar Pesisir Kepulauan Morowali: Solusi Aspirasi Buruh dan Masyarakat Industri untuk Masa Depan Berkeadilan

Sejarah panjang hubungan Indonesia dengan ASEAN menunjukkan bahwa negara ini selalu berkomitmen menjaga stabilitas kawasan.

Indonesia pernah berhasil menyelesaikan sengketa wilayah melalui jalur hukum internasional, seperti kasus Sipadan-Ligitan dan Ambalat, yang membuktikan bahwa penyelesaian damai melalui diplomasi dan hukum internasional adalah pendekatan yang efektif.

Tantangan Mekanisme ASEAN dalam Menengahi Konflik Internal

Konflik antara Thailand dan Kamboja menunjukkan bahwa ASEAN masih menghadapi kendala besar dalam menjalankan peran mediasi yang efektif.

Prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara anggota seringkali menjadi hambatan utama.

Banyak pengamat internasional, termasuk Foreign Policy dan The Straits Times, mengkritik bahwa ASEAN cenderung menunggu negara yang bersengketa meminta bantuan sebelum bertindak, sehingga menimbulkan rasa frustrasi dan ketidakpastian.

Zain Maulana menilai, bahwa selama ini ASEAN terlalu pasif dalam menyikapi konflik internal. Organisasi ini membutuhkan reformasi struktural dan peningkatan kapasitas agar lebih proaktif dalam mencegah eskalasi konflik, terutama yang berpotensi melibatkan kekerasan militer seperti saat ini.

Dalam konteks ini, Indonesia sebagai anggota terbesar dan salah satu kekuatan ekonomi utama ASEAN memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk mendorong organisasi ini agar lebih responsif dan efektif.

Indonesia tidak hanya mampu, tetapi juga memiliki pengalaman dan kredibilitas untuk memfasilitasi dialog perdamaian.

Selain itu, peran militer dan diplomasi Presiden Prabowo Subianto, yang memiliki latar belakang militer dan pertahanan yang kuat, dianggap sangat relevan.

Pola diplomasi yang menggabungkan pendekatan keras dan lunak menjadi strategi yang memungkinkan Indonesia untuk memperkuat positioningnya sebagai mediator yang kredibel.

Dalam wawancara di berbagai media internasional, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.

Zain Maulana menegaskan, diplomasi harus didukung oleh kekuatan dan ketegasan dalam menegakkan perdamaian dan keadilan.

Perbandingan Pengalaman Internasional dan Pelajaran dari Kasus Lain

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa wilayah secara damai dapat dicapai melalui mekanisme hukum internasional, seperti Mahkamah Internasional (ICJ).

Contohnya, penyelesaian sengketa Sipadan-Ligitan antara Indonesia dan Malaysia yang berhasil melalui jalur hukum di ICJ, memberikan pelajaran berharga bahwa diplomasi dan hukum adalah kunci utama.

Selain itu, konflik di kawasan lain seperti konflik perbatasan India dan China maupun sengketa di Laut China Selatan menunjukkan bahwa organisasi regional dan kekuatan nasional harus mampu mengambil langkah preventif dan mediasi secara cepat dan efektif.

ASEAN saat ini dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan prinsip non-intervensi atau mengambil langkah lebih aktif dalam menyelesaikan konflik internal.

Banyak pengamat menilai bahwa ketidakmampuan ASEAN untuk menegakkan prinsip ini menyebabkan konflik berlarut-larut dan berpotensi meluas.

Namun, peluang besar juga terbuka jika ASEAN mampu melakukan reformasi kelembagaan dan memperkuat kapasitas mediatorynya.

Indonesia, sebagai kekuatan utama di kawasan, harus memanfaatkan posisi ini secara optimal. Melalui diplomasi cerdas dan kerjasama regional yang lebih strategis, Indonesia dapat menjadi kekuatan pendorong perdamaian di Asia Tenggara.

Dalam menghadapi konflik Thailand-Kamboja, Indonesia memiliki posisi strategis yang tidak dapat diabaikan.

Dengan pengalaman diplomasi yang matang dan kekuatan militer yang terintegrasi, Indonesia mampu menjadi mediator utama yang membawa konflik ini ke jalur damai.

Organisasi ASEAN harus memperkuat mekanisme mediasi dan reformasi struktural agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Sebagai kekuatan besar di kawasan, Indonesia harus terus memperkuat peran ini, tidak hanya demi kepentingan nasional, tetapi juga demi stabilitas dan perdamaian regional.

Jika Indonesia mampu mengambil peran aktif dan konstruktif, maka konflik ini bisa diselesaikan secara damai dan berkelanjutan, membuktikan bahwa ASEAN masih relevan sebagai organisasi kawasan yang mampu menjaga perdamaian di tengah tantangan global.

Tags: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)IndonesiaKambojaKonflik Thailand-KambojaThailand
Previous Post

Forum Komunikasi Keluarga Besar Pesisir Kepulauan Morowali: Solusi Aspirasi Buruh dan Masyarakat Industri untuk Masa Depan Berkeadilan

Next Post

Kemlu RI Pastikan WNI Aman dari Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Next Post
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha

Kemlu RI Pastikan WNI Aman dari Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja

Comments 1

  1. Ping-balik: Kemlu RI Pastikan WNI Aman dari Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In