Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Perangi Radikalisme, Kaum Milenial Harus Belajar Islam ke Ustad Bukan Mengandalkan YouTube

by Irfan Mualim
15.03.2021
in Nasional
A A
Perangi Radikalisme, Kaum Milenial Harus Belajar Islam ke Ustad Bukan Mengandalkan YouTube

JAKARTA – Kaum muda atau milenial harus bisa memaknai agama Islam secara utuh, sebagai agama yang menyenangkan. Karena itu, harus banyak belajar dari para guru atau ustadz yang berkualitas, dimana memiliki pemahaman Islam mendalam.

Demikian dikatakan Pengamat Timur Tengah, Zuhairi Misrawi, di Jakarta, Senin (15/3/2021).

Menurut Zuhairi, kaum milenial harus lebih sering mendengar ceramah yang membangun dan menyejukkan. Bukan ceramah ekstrem dan tidak relevan. Karenanya, tidak hanya mengandalkan ceramah para ustadz dari channel-channel Youtube.

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

“Anak-anak muda harus diajak agar tidak memilih ustadz-ustadz yang radikal. Kalau pun harus menonton ceramah Youtube, pilih yang dakwahnya menyejukkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para milenial untuk bisa menyaring isu-isu yang sengaja disebarkan kelompok tertentu, yang mau merusak Islam dan Indonesia. Sebab cara berfikir seperti itu adalah salah. Sehingga tugas generasi muda Islam dan umat Islam indonesia pada umumnya adalah memberikan inspirasi, solusi bagi negeri ini dan dunia, bukan justru menampilkan wajah Islam yang radikal.

“Indonesia presidennya beragama Islam, ormas paling banyak Islam, bahkan secara jumlah umat Islam adalah mayoritas, sehingga tidak tepat jika dikatakan umat Islam di Indonesia ini dizalimi,” kata dia.

”Saya percaya bahwa kelompok-kelompok radikal ini akan terus mengecil, karena sudah mulai ada ketegasan dari pemerintah dan masyarakat, untuk memahami Islam yang rahmatan lil alamin,” Zuhairi menambahkan.

Zuhairi pun mengajak semua pihak untuk memahami hikmah Isra Miraj yang baru saya diperingati umat Muslim di seluruh dunia. Dimana Isra Miraj memiliki dua esensi. Pertama, terkait hablum minannas, bahwa supaya diterima oleh Allah, di antara manusia harus membangun ukhuwah atau persaudaraan, sebagai sebuah bangsa harus bersatu dan bersaudara.

”Tidak boleh berkonflik apalagi menyebarkan hoax yang bisa menimbulkan fitnah di antara sesama. Ini adalah garis yang harus kita lalui dalam membangun peradaban Indonesia. Hablum Minannas-nya harus kuat karena itu esensi dari isra,” kata dia.

Kedua, hablum minallah. Dimana memohon kepada Allah supaya menurunkan rahmat-Nya. Diwujudkan dengan perintah shalat yang artinya mengingat Allah.

”Supaya kita mengingat Allah bahwa kita semua ini adalah ciptaan Allah, qadarullah. Semuanya mulia apapun agamanya, apapun mahzabnya, apapun etnisnya. Kita ini mulia di sisi Allah. Maka perjalanan Isra Miraj itulah yang menggambarkan hablum minannas menjadi hablum minallah,” ujar dia.

Zuhairi mengatakan, jika seseorang mengerti agama dengan baik, tidak mungkin berbuat radikalisme negatif. Karenanya, agama itu sumber kebajikan, kerahmatan, dan persaudaraan.

“Islam adalah sumber toleransi, karena Rasulullah hadir ke muka bumi ini dengan membawa rahmat,” ujarnya.

Tags: Generasi MilenialRadikalismeYouTube
Previous Post

LBH Jakarta Minta Jokowi Batalkan Rancangan Perpres Libatkan TNI Tanggani Terorisme

Next Post

Aster Panglima TNI: Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemda Harus Selalu Bersinergi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Aster Panglima TNI: Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemda Harus Selalu Bersinergi

Aster Panglima TNI: Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemda Harus Selalu Bersinergi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In