Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Perempuan Benteng Kokoh Halau Kekerasan dan Intoleransi Sejak Dini

by Irfan Mualim
09.03.2023
in Nasional
A A
Perempuan Benteng Kokoh Halau Kekerasan dan Intoleransi Sejak Dini

JAKARTA – Segala bentuk tindak kekerasan, baik di sekolah, perkantoran, ataupun di lingkungan tempat tinggal, bersumber dari pola pendidikan yang diterapkan di keluarga masing-masing. Pada tingkatan sosial terkecil yaitu rumah tangga, perempuan memiliki peranan penting dalam menentukan model pengasuhan yang dijalankan bagi anak-anaknya.

Momentum Hari Perempuan Internasional kiranya dapat menjadi pengingat bagi semua tentang pentingnya peranan perempuan dalam lingkup keluarga dan lingkungan. Perempuan diharapkan dapat menjadi benteng yang kokoh untuk menghalau praktik kekerasan dan intoleransi sedari dini dari rumah tangganya masing-masing.

Direktur Nasional GusDurian Network Indonesia (GNI) yang juga Aktivis Pemerhati Isu Perempuan dan Anak, Alissa Wahid, mengatakan, tingkat pendidikan seorang perempuan sangat berpengaruh terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak-anaknya.

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

Praktik kekerasan dalam keluarga yang berulang dan turun temurun banyak disebabkan oleh kurangnya pendidikan yang didapatkan oleh perempuan. Padahal, menggunakan kekerasan dalam mendidik anak adalah cara yang tidak efektif dan hanya menimbulkan trauma berkepanjangan.

“Sudah semestinya kita mendorong perempuan supaya berpendidikan lebih tinggi, walaupun nantinya perempuan tersebut memilih untuk jadi ibu rumah tangga. Harus dipahami bahwa pendidikan yang lebih tinggi itu tidak akan terbuang begitu saja,” ujar Alissa di Jakarta, Kamis (9/3/2023).

Alissa juga menekankan pentingnya kerjasama antara ayah dan ibu dalam keluarga. Ia mencontohkan, kerjasama yang baik antara kedua orang tua dengan mencapai kesepakatan dalam pembagian peran.

Ia menegaskan, tanggung jawab untuk menendidik sebetulnya bukan hanya pada ibu, tapi juga ada pada bapak. Walaupun begitu, ia menyadari pada realitanya di Indonesia, beban pendidikan anak lebih banyak diberikan kepada ibu.

“Ini pengalaman pribadi ya. Saya pernah mau ikut camping, lalu tidak diizinkan sama ibu. Alasannya karena Ibu khawatir saat camping laki-laki dan perempuan bareng (dicampur) gitu. Kemudian saya mengadu ke bapak (Gus Dur) dengan harapan akan diizinkan untuk berangkat camping. Waktu itu, Gus Dur menjawabnya begini, ‘urusan pendidikan kalian, ibu itu komandannya. Jadi kalau ibu bilang tidak boleh, bapak ikut ibu.’ Nah, di situ saya belajar banget bagaimana kemudian orang ketika menghormati orang lain itu harus secara utuh gitu loh ya. Tidak ada perkataan, ‘kok pendapatku beda, jadi aku harus begini,’ tidak ada itu. Karena sudah kesepakatan beliau berdua, kalau urusan pendidikan anak, yang akan menjadi jenderalnya adalah ibu. Jadi bapak akan mengikuti ibu,” kenangnya.

Alissa mengemukakan, pembentukan karakter anak akan sangat dipengaruhi oleh keluarganya di rumah. Ia memberikan gambaran seperti pada kasus pemukulan yang dilakukan oleh anak dari seorang PNS Ditjen Pajak.

“Akar kehidupan seorang manusia terdapat di keluarganya. Pada kasus Mario Dandy kita melihat cara mengelola keluarga yang diterapkan orang tuanya Mario itu bermasalah. Dengan menggunakan cara-cara yang tidak baik, akhirnya pola asuh tersebut jadi akar (penyebab) kepada anaknya. Memang dimulainya dari keluarga,“ ungkap wanita yang menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU periode 2022-2027 ini.

Menurutnya, kasus kekerasan yang dilakukan oleh Mario Dandy merupakan salah satu contoh dari relasi kuasa. Ia berharap, praktik relasi kuasa ini tidak dilakukan bahkan pada lingkup keluarga karena akan menimbulkan ketidakharmonisan.

“Relasi kuasa itu contohnya seperti pada pemukulan yang dilakukan Mario, karena dia yakin bahwa bapaknya akan bisa menyelesaikan semuanya. Bahkan hal itu yang dia sampaikan ke temannya. ‘Nanti di urus bapakku.’ Dia pakai relasi kuasa. Ketika dia melakukan penyiksaan, dia pakai relasi kuasa. Karena dia merasa sebagai anak orang yang lebih berkuasa, kemudian menghajar orang yang dipandang sebagai rakyat jelata. Dia (Mario) tidak tahu siapa keluarga David (korban), sehingga korban diperlakukan sebagai orang kebanyakan atau rakyat kecil. Itu relasi kuasa,” jelas Alissa.

Ia berharap perempuan Indonesia memiliki kemauan untuk terus mengembangkan dirinya. Dengan semakin berkembang dan bertambahnya pendidikan serta wawasan yang didapat, diharapkan kaum perempuan dapat memiliki kontribusi yang lebih baik di lingkup keluarga dan masyarakat.

“Dari sikap tumbuh dan mau belajar terus menerus itu, kita bisa berproses menjadi perempuan yang baik untuk dirinya sendiri. Kemudian yang kedua, dia bisa menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Lalu yang ketiga, dia baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tandas Alissa.

Tags: IntoleransiKekerasanPerempuanRadikalisme
Previous Post

BNPT: Jawa Tengah Rentan Terhadap Penyebaran Radikal Terorisme

Next Post

Dankoopssus TNI: Latihan Bersama, Salah Satu Langkah Diplomasi Jaga Perdamaian

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Dankoopssus TNI: Latihan Bersama, Salah Satu Langkah Diplomasi Jaga Perdamaian

Dankoopssus TNI: Latihan Bersama, Salah Satu Langkah Diplomasi Jaga Perdamaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In