Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Peristiwa Hirah Rasulullah, Harus Diilhami dengan Semangat Persatuan Bangsa

by Irfan Mualim
22.07.2023
in Nasional
A A
Peristiwa Hirah Rasulullah, Harus Diilhami dengan Semangat Persatuan Bangsa

JAKARTA – Tahun Baru Islam merupakan refleksi peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa ini merupakan salah satu momentum penting Nabi Muhammad dalam perjuangan dakwah agama Islam. 

Momentum ini juga menjadi titik balik perubahan besar dari kondisi penuh penindasan di Madinah menjadi umat yang membangun peradaban yang mengagumkan dalam sejarah Islam.

Guru besar tasawuf Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Hamid Nasuhi, mengatakan pada awalnya Madinah merupakan penduduk yang heterogen, yang terdiri dari kelompok-kelompok yang kerap berselisih, seperti Bani Aus, Bani Khazraj, Yahudi dan kelompok lainnya.

BACA JUGA

hari santri nasional

Hari Santri Nasional 2024: Momen Rekonsiliasi untuk Persatuan Bangsa

24.10.2024
Rasulullah

Maulid Nabi Muhammad, Presiden Jokowi: Rasulullah Inspirasi Menebar Kedamaian

16.09.2024

“Singkatnya, kedatangan Nabi Muhammad SAW mampu meredam konflik dan politik adu domba yang terjadi di Madinah,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/7/2023).

“Maka peristiwa Hijrah Nabi juga dikenal dengan istilah Ummatan Wahidah yang mempersatukan antar imigran (Muhajirin) dan pribumi (Anshar) yang memiliki perbedaan suku dan agama yang berbeda,” lanjutnya.

Jika ditelisik, Hamid mengatakan, Islam sesungguhnya kalangan minoritas di Madinah. Namun dengan kepiawaian dan kepemimpinan Nabi Muhammad, kelompok kelompok besar yang ada di Madinah dapat disatukan.

 “Mereka disatukan oleh Nabi, karena mereka sebelumnya itu suka berperang dan sebagainya, maka Nabi diundang ke Madinah. Jadi Nabi itu menjadi pemersatu, jadi imam untuk satu komunitas besar yang terdiri dari bermacam-macam komunitas kecil sebelumnya,” kata dia.

Dalam peristiwa di Madinah kala itu, yang dimaksud umat  (ummatan wahidah) adalah kesatuan dari berbagai kelompok di bawah satu imam, satu pemimpin untuk menghadapi ancaman dari luar Madinah. 

Jika dalam konteks kenegaraan, pemimpin yang dimaksud juga bisa disebut Presiden atau pemimpin tertinggi dalam sebuah negara, karena dapat menyatukan atau mempertahankan berbagai entitas menjadi satu kesatuan.

Oleh karena itu, Direktur Advokasi dan Knowledge Management Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan momentum Tahun Baru Hijriyah ini juga harus diilhami dengan semangat persatuan bangsa. 

Mempererat persatuan untuk mencegah terjadinya perpecahan dan masuknya ideologi asing yang tidak sejalan dengan kesepakatan para pendiri bangsa.

Selain itu, Hamid juga mendorong agar menjaga tradisi perayaan Tahun Baru Islam dirayakan dengan kontemplatif maupun dipadukan kreativitas atau dikolaborasikan dengan kearifan budaya lokal seperti pawai obor, Dzikir satu Muharram atau muhasabah. 

Selain membangkitkan dakwah Islam, hal ini juga bertujuan untuk berkontemplasi agar menjadi Insan yang lebih baik di tahun mendatang.

Di sisi lain, Hamid juga menyinggung terkait adanya oknum yang melakukan pembubaran terhadap acara bertemakan Hijrah. 

Menurutnya hal ini kontra produktif dan dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Apalagi animo masyarakat untuk hadir dalam acara tersebut cukup besar. Jangan sampai hal ini membuat perspektif Islam menjadi sempit. 

Menurut Hamid untuk membuat orang tertarik atau mengajak dalam jalan kebaikan itu tidak mudah, daripada generasi bangsa dirusak dengan aktivitas tidak bermanfaat seperti tawuran, narkoba dan sebagainya. Tinggal bagaimana pelaksanaanya diimplementasikan nilai nilai kebangsaan.

Pria kelahiran Demak, Jawa Tengah ini juga menambahkan pentingya literasi yang baik dalam berhijrah seperti mengedepankan persatuan, persaudaraan dan pemahaman yang moderat. Jangan sampai informasi yang diterima tidak utuh sehingga mudah untuk mengharamkan, atau mengkafirkan orang lain.

 “Intinya dibutuhkan literasi, jangan sampai mereka itu langsung terima informasi yang kaget begitu, langsung mengklaim paling benar. Terus kemudian, jika dia beda, maka dia musuh,” kata Hamid. 

“Menurut saya, itu kurang gaul, kurang piknik, kurang baca,” tambah Hamid.

Seperti Rasulullah menyatukan kaum Anshar dan Muhajirin, tentu prosesnya tidak mudah. Dibutuhkan kedewasaan dan mampu meredam ego untuk bisa berbaur dan bersatu dengan lainnya. 

Untuk itu, Hamid mengatakan, jangan cepat memvonis atau menjadikan orang atau kelompok lain hal yang tidak baik. Apalagi memusuhi, terus kemudian membenci. 

Ia berharap agar sesama anak bangsa bisa bersatu dan bersama membangun Indonesia yang lebih baik.

 “Karena siapa tahu orang yang Anda benci sekarang itu bisa menjadi kekasih di waktu yang lain dan orang yang sangat Anda kasih bisa besok menjadi musuh. Nah ini perlu menjadikan momentum untuk selalu introspeksi yang diharapkan bisa berubah dari yang kurang baik menjadi lebih baik,” tutup Hamid.

Tags: HijrahPersatuan BangsaRasulullah
Previous Post

Kunjungi Kantor MUI, BNPT RI Bahas Ponpes Al Zaytun

Next Post

Bertemu Panglima Bersenjata Thailand, Panglima TNI Bahas Ini

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Bertemu Panglima Bersenjata Thailand, Panglima TNI Bahas Ini

Bertemu Panglima Bersenjata Thailand, Panglima TNI Bahas Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In