Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Perjuangan Palestina, Perjuangan Nasionalisme Rakyat

by Irfan Mualim
26.05.2021
in Nasional
A A
Perjuangan Palestina, Perjuangan Nasionalisme Rakyat

SUKOHARJO – Perjuangan Palestina hendaknya dibaca sebagai gerakan nasionalisme rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai negara yang berdaulat. Oleh karena itu, jika isu konflik digeser dalam politik identitas dengan framing solusi keagamaan, tentu patut diwaspadai. Apalagi jika narasi yang dimainkan adalah khilafah sebagai solusi Palestina.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan Sukoharjo, Mohammad Dian Nafi, mengatakan menyusupkan wacana khilafah ke dalam perjuangan (nasionalisme) Palestina, justru menjauhkan rakyat Palestina dari pokok permasalahan yang sedang dihadapi dan menjadi hak mereka sebagai bangsa, yaitu mencapai kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan.

“Bangsa Palestina sedang berjuang untuk memulihkan kedaulatan politiknya sebagai bangsa yang merdeka. Untuk perjuangan itu penumbuhan kerukunan kebangsaan Palestina tentu menjadi keniscayaan,” ujarnya di Sukoharjo, Selasa (25/5/2021).

BACA JUGA

Donald Trump

Kontroversi Rencana Donald Trump: Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza

12.02.2025
Penarikan Pasukan Israel

Penarikan Pasukan Israel dari Rafah

20.01.2025

Perjuangan politik sebagai bangsa, lanjut Nafi, merupakan spirit persatuan sesama warga bangsa Palestina, yang tentunya berhak untuk hidup bermartabat bersama bangsa-bangsa di dunia. Dengan demikian, gagasan khilafah yang sejak awal menolak nasionalisme malah mengaburkan pokok perjuangan bangsa Palestina.

Ia menjelaskan, ada tiga cara utama untuk mensterilkan perjuangan nasionalisme Palestina dari narasi khilafah dan politik identitas.

membuka diri kepada realitas perjuangan bangsa, yakni di dalam bangsa Palestina saat ini terdapat beberapa faksi yang belum sependapat. Karena adanya hal tersebut, bangsa Palestina mengalami kesulitan menyelenggarakan urusan keamanan dan kesejahteraan bagi penduduknya sendiri.

“Apalagi negara-negara arab tetangganya, juga belum sepakat melangkah secara sinergis dan efektif untuk membantu Palestina,” kata dia.

Ia mencontohkan, perjuangan bangsa Indonesia berjuang bermodalkan spirit yang disebut nasionalisme. Setelah merdeka, spirit tersebut menjadi semangat kebangsaan yang bersifat mengisi kemerdekaan dengan perjuangan untuk mencapai tujuan nasional.

Selanjutnya, konsolidasi warga bangsa ke dalam strategi terpadu dalam memahami masalah-masalah antarbangsa. Warga bangsa Indonesia perlu menyatukan diri ke dalam strategi terpadu untuk ikut mendukung perjuangan bangsa Palestina.

“Politik luar negeri bebas aktif yang dirintis Wakil Presiden pertama Republik Indonesia (Mohammad Hatta) tentunya merupakan pilihan terbaik di dalam mewujudkannya,” kata Nafi.

Oleh karena itu, konsep khilafah yang menolak gagasan nasionalisme tidak cocok digunakan sebagai upaya perjuangan membantu Palestina ataupun digunakan di Indonesia sendiri. Karena yang diperjuangkan oleh para ulama Indonesia bersama-sama semua pendiri bangsa ketika merdeka dulu, adalah kesadaran untuk hidup rukun, adil dan bermartabat.

Dalam situasi saat ini juga harus waspada, karena tidak tertutup kemungkinan adanya susupan provokasi. Untuk menghindarkan diri hal tersebut, ada beberapa strategi yang berguna, di antaranya menyadari bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk merdeka sebagai sebuah bangsa.

“Hal itu dapat dicapai melalui kerukunan kebangsaan yang kokoh dan kerukunan kebangsaan tidak menjadi perhatian dari konsep khilafah,” ujarnya.

Selanjutnya, menyerap pelajaran penting dari strategi para rasul dalam membangun akhlak umat. Yang mana hal itu bermula dari persaudaraan kebangsaan, ajakan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, gerakan kemakmuran bersama, dan pola sikap reflektif agar tidak bertindak berlebihan.

Kemudian, gagasan-gagasan yang memperparah perpecahan haruslah selalu dihindarkan. Gagasan khilafah di Timur Tengah sendiri banyak ditolak, sebagiannya karena memicu perpecahan di kalangan masyarakat dan mengendurkan kepatuhan kepada pemerintah yang sah.

“Kebutuhan pokok bangsa Palestina saat ini adalah penguatan kerukunan nasional dan konsolidasi pemerintahan sebagai modal pokok perjuangan menuju kemerdekaannya,” ujar dia.

Ia menambahkan, terbuka untuk mempelajari sejarah pasang surut perjuangan bangsa Palestina sendiri. Terbukti bangsa Palestina berada di puncak pencapaian pada saat mereka bersatu sebagai sebuah bangsa, mampu mengakomodasi keragaman rakyatnya, dan berhasil menegakkan supremasi kepemimpinan nasional.

“Dalam situasi itu Palestina berkemudahan untuk mewujudkan keamanan dan kesejahteraan bagi rakyatnya,” katanya.

Terakhir, di era modern dukungan internasional lebih mudah didapatkan jika suatu perjuangan kebangsaan benar-benar mewakili seluruh elemen bangsa. Politik identitas memperuncing perbedaan primordial di masyarakat.

“Dan ekses dari gagasan Khilafah itu adalah menguatnya politik identitas, maka gagasan sistem khilafah justru menjauhkan pencapaian cita-cita persatuan nasional Palestina,” kata Nafi.

Tags: NasionalismePalestina
Previous Post

Panglima TNI Mutasi 80 Pati, Mulai Kepala BNPB hingga Pangkostrad

Next Post

TNI Kontingen Garuda Berhasil Jinakan Amunisi RPG Temuan Warga Kongo

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
TNI Kontingen Garuda Berhasil Jinakan Amunisi RPG Temuan Warga Kongo

TNI Kontingen Garuda Berhasil Jinakan Amunisi RPG Temuan Warga Kongo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In