Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Politik Identitas Tidak Relevan untuk Pilpres 2024

by Irfan Mualim
16.06.2022
in Nasional
A A
Politik Identitas Tidak Relevan untuk Pilpres 2024

Ridlwan Habib menyebut politik identitas tak relevan di Pilpres 2024

JAKARTA – Sudah tidak relevan politik identitas untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Sebab masyarakat sudah makin cerdas atas literasi tentang berita palsu. 

Demikian dikatakan Pengamat Terorisme dari Universitas Indonesia, Ridlwan Habib, di Jakarta, Kamis (16/6).

“Mungkin di 2014, 2019 berita hoax masih bisa dan banyak beredar di WA grup, tapi di 2024 saya tidak yakin,” ujarnya.

BACA JUGA

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

SBY Tegaskan: Prajurit TNI Harus Mundur Sebelum Berpolitik

24.02.2025
Sinergi BNPT dan MUI, Melindungi Perempuan dan Anak dari Radikal Terorisme

Sinergi BNPT dan MUI: Melindungi Perempuan dan Anak dari Radikal Terorisme

20.02.2025

Tidak relevannya politik identitas, lanjut Ridlwan, juga terkait banyaknya generasi Z atau millenial yang saat ini yang sudah ‘melek’ digital dan unggul dalam literasi.

Walau begitu, kata dia, berpolitik identitas boleh-boleh saja asal yang positif, tidak bertentangan dengan agama, dan bertujuan memajukan bangsa, serta tidak mengganggu orang lain.

Namun yang tidak boleh adalah jika menggunakan politik identitas untuk menyalahkan pihak lain di luar kelompoknya bahkan mengkampanyekan khilafah.

“Termasuk mengkampanyekan atau mempromosikan bahwa Indonesia harus menganut hukum agama tertentu, yang mana hal tersebut sudah menyalahi konsensus nasional yang telah disepakati para founding fathers bangsa,” kata dia.

Dalam perjalanan demokrasi di Indonesia, seringkali ditemui oknum kepentingan yang memanfaatkan isu sentiment agama yang justru menimbulkan reaksi balik dari segolongan masyarakat yang merasa terganggu dengan isu tersebut. 

Hal itu mengakibatkan kerukunan, persatuan, kemajemukan, tenggangrasa bangsa tercederai oleh narasi keagamaan yang dipaksakan dalam politik.

Baca Lagi: Kepala BNPT: Diperlukan Kolaborasi Indonesia-Belgia dalam Penanggulanganan Terorisme

“Indonesia menganut kebebasan demokrasi, tiap orang boleh berekspresi itu wajib dijaga, tetapi kebebabsan berekspresi tidak boleh melanggar kebebasan orang lain, termasuk dalam hal berpolitik,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi iklim demokrasi yang dirusak dengan pertarungan sentiment agama, justru semakin melanggengkan jalan kelompok radikal mewujudkan visi misinya, yakni mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi atau sistem yang mereka percayai.

“Kalau negara ini chaos, maka mereka akan bilang ‘inilah bukti bahwa Pancasila gagal dan tidak relevan lagi bagi bangsa Indonesia, negara ini gagal, maka gantilah Pancasila ke sistem khilafah,” ujar dia. 

Tidak hanya itu, kondisi adu domba dan polarisasi yang semakin parah di tengah masyarakat Indonesia yang beragam juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat tentang bangkitnya gerakan-gerakan teror menjelang tahun politik 2024, yang belakangan ini kelompok teror seperti sudah samar terdengar keberadannya bagi masyarakat.

Kelompok Radikal Pakai Cara Halus

Kelompok radikal, kata Ridlwan, paham bahwa mereka membuat terror maka masyarakat akan antipati, sehingga mengubah startegi menjadi  soft (halus) yaitu dengan cara konvoi, membagikan selebaran, membuat acara menarik yang tidak menakutkan, tetapi tetap dengan tujuan yang sebenarnya yaitu untuk mengganti ideologi bangsa. 

Oleh sebab itu, ia meminta aktor politik nasionalis untuk tidak mudah terpancing dengan narasi negatif yang diumpankan oleh sebagian oknum berkepentingan, termasuk narasi khilafah yang dewasa ini ramai diperbincangkan, serta bijaksana dalam membalas isu dan narasi yang dikeluarkan oleh kelompok radikal.

Ridlwan juga berharap para aktor politik dan para pendukungnya mampu mengubah cara kompetisinya  dengan mengesampingkan politik identitas yang negatif dan mulai mengedepankan kualitas program, prestasi dan visi misnya untuk kemajuan Indonesia.

“Kalau mau makin baik, maka bicaralah tentang program, tentang prestasi, jangan melulu tentang isu agama. Kalau tetap seperti itu maka 2024 akan terjadi politik identitas lagi. Ayo kita kembali bermain fair saja, tinggalkan narasi politik identitas negatif kepada program dan prestasi,” katanya.

Tags: Pilpres 2024PolitikPolitik IdentitasRadikal
Previous Post

Khilafatul Muslimin Bantah Keinginan Ubah Pancasila Menjadi Khilafah

Next Post

Penyebaran Radikal Terorisme Berbungkus Agama Jadi Ancaman Serius

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Penyebaran Radikal Terorisme Berbungkus Agama Jadi Ancaman Serius

Penyebaran Radikal Terorisme Berbungkus Agama Jadi Ancaman Serius

Comments 1

  1. Ping-balik: Penyebaran Radikal Terorisme Berbungkus Agama Jadi Ancaman Serius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In