Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Prof Zuly Qodir: Narasi Kebangkitan Khilafah, Perspektif Sempit dan Irasional

by Irfan Mualim
12.01.2024
in Nasional
A A
Zuly Qodir

JAKARTA – Belum genap satu bulan memasuki tahun 2024, beberapa platform media sosial mulai diwarnai dengan narasi kebangkitan khilafah, beriringan dengan 100 tahun runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Sebagian kecil masyarakat Indonesia tampaknya masih meyakini bahwa utopia versi khilafah akan terwujud.

Membahas hal ini, Prof Zuly Qodir, selaku Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menjelaskan narasi tersebut menjadi daya tarik, khusus bagi orang-orang yang masih mempercayai ramalan atau nubuat, dan risalah masa lalu. 

“Jelas sekali sebagian kecil masyarakat Indonesia, meskipun mayoritas tidak, meyakini akan adanya kebangkitan khilafah Islamiyah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/1/2024).

BACA JUGA

Antisipasi Propaganda Khilafah yang Menumpangi Isu Nasional

Antisipasi Propaganda Khilafah yang Menumpangi Isu Nasional

29.08.2024
Prof Zuly Qodir: Ajaran Khilafah Islamiyah Bukan Akidah

Prof Zuly Qodir: Ajaran Khilafah Islamiyah Bukan Akidah

04.07.2024

Menurut dia, pandangan yang melahirkan narasi kebangkitan khilafah, adalah perspektif yang sempit dan irasional. Memang ada sebagian kecil masyarakat Indonesia yang merasa memiliki hubungan dan sentimen terhadap narasi ini, dan tidak terlepas dari agenda politik kelompok tertentu. 

“Beruntungnya kita, bahwa klaim kembalinya khilafah tidak didukung oleh mayoritas masyarakat,” kata dia.

Dirinya secara tegas menolak percaya terhadap sentimen kebangkitan khilafah. Alasannya mudah saja, mengacu pada peristiwa di tahun-tahun sebelumnya, di mana klaim serupa tentang kebangkitan khilafah disuarakan pada pemilu 2004, 2009, dan 2014 tidak terwujud. 

Menurut Prof Zuly, angka-angka belakang 4, kerap dimistifikasi dan dianggap sebagai bagian dari propaganda politik yang tidak memiliki pijakan pada realita. 

Walaupun demikian, kerap kali kelompok yang mendukung propaganda ini melakukannya dengan bombastis sehingga berpotensi menarik perhatian masyarakat untuk mencari tahu lebih dekat.

Beruntungnya, pengaruh narasi khilafah terhadap tahun politik seperti saat ini diprediksi tidak akan begitu signifikan terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024 secara keseluruhan. 

Prof Zuly beralasan, bahwa masing-masing partai politik telah memiliki agenda mereka sendiri, dan masyarakat lebih memilih untuk fokus pada hal-hal yang konkrit dan terkait dengan masa depan Indonesia secara aktual.

“Masyarakat Indonesia memiliki ketahanan lebih terhadap narasi kebangkitan khilafah, karena kita lebih percaya pada organisasi sosial keagamaan mainstream seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), daripada organisasi Islam non-mainstream yang muncul setelahnya. Istilah organisasi Islam non-mainstream digunakan untuk menggambarkan kelompok-kelompok yang mengusung ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara Republik Indonesia,” jelas Prof Zuly.

Ia juga memberikan saran dalam melakukan kontra propaganda terhadap narasi sejenis dengan memberikan bukti dan contoh yang faktual. Prof Zuly menekankan perlunya menyoroti kemajuan negara-negara Islam pasca dinasti Utsmaniyah serta menggambarkan bahwa Indonesia, dengan kerangka Pancasila dan demokrasi, telah mencapai kemajuan yang lebih baik dari segala aspek kehidupan.

“Akan selalu ada saja yang membanding-bandingkan khilafah dengan apa yang saat ini kita jalankan dan yakini untuk menjalani kehidupan bernegara. Indonesia yang memilih untuk berdiri dengan alas Pancasila dan UUD 1945 jelas tidak bebas dari berbagai kekurangan. Namun, jika dianalisis secara proporsional, ideologi alternatif dari apa yang saat ini kita jalani juga tidak menjamin bahwa kehidupan rakyat Indonesia akan jauh lebih baik,” katanya.

Pada porsi tertentu, masyarakat Indonesia perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang memadai. Hal ini diperlukan agar selain seseorang bisa membentengi dirinya dari narasi yang tidak produktif, ia juga dapat menyadarkan orang disekelilingnya yang terpapar wacana sejenis. Tentu semua itu disampaikan secara santai. 

Prof Zuly menekankan, perlunya memberikan bukti yang realistis dan faktual, serta mengajak untuk menjalankan nilai-nilai ajaran Islam sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari.

“Kita perlu mengedukasi dan menyampaikan pencerahan pada orang-orang terdekat kita secara santai. Selain dengan argumentasi, alangkah baiknya kita menyertakan fakta sejarah yang menjelaskan berdirinya Indonesia seperti sekarang ini. Kita juga perlu mempelajari bahwa ideologi atau sistem alternatif yang digaungkan bisa mengganti dan menyejahterakan Indonesia sebenarnya tidak memiliki dasar sejarah yang kuat,” jelas dia.

Mengakhiri penjelasannya, Prof Zuly mengajak semua pihak, baik pemerintah, organisasi sosial keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, dan lembaga lainnya, untuk bersama-sama memberikan bukti bahwa Indonesia sudah jauh lebih baik. 

Ia menilai bahwa dengan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin bahwa indikator kualitas kehidupan masyarakat Indonesia akan semakin membaik. 

“Saya kira ini harus terus ditingkatkan dan dilakukan bersama-sama, baik oleh Pemerintah serta didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Tags: IrasionalKebangkitan KhilafahKhilafahProf Zuly Qodir
Previous Post

Pererat Hubungan Kerjasama, Kapuspen TNI Kunjungi Dewan Pers

Next Post

Enam Pejabat BNPT RI Dilantik, Sestama BNPT RI: Penanggulangan Terorisme Harus Ditingkatkan

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Enam Pejabat BNPT RI Dilantik, Sestama BNPT RI: Penanggulangan Terorisme Harus Ditingkatkan

Enam Pejabat BNPT RI Dilantik, Sestama BNPT RI: Penanggulangan Terorisme Harus Ditingkatkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In