Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Tiga Faktor Membuat Masyarakat Mudah Terpapar Narasi Radikal, Apa Saja?

by Irfan Mualim
05.11.2021
in Nasional
A A
Tiga Faktor Membuat Masyarakat Mudah Terpapar Narasi Radikal, Apa Saja?

MAKASSAR – Indonesia dengan berbagai potensi keberagaman dan kekayaan yang dimilikinya, dianggap sebagai sasaran empuk oleh kelompok radikal untuk menyebarkan paham transnasional yang bertentangan dengan falsafah bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengeksploitasi sentimen agama sebagai senjata memecah belah kerukunan dan solidaritas masyarakat.

Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, H. Andi Aderus, menyayangkan fenomena yang terjadi saat ini terkait merebaknya narasi radikal yang kerap kali menunggangi isu agama.

Ia menilai fenomena ini terjadi akibat faktor-faktor yang mempengaruhi lemahnya kewaspadaan masyarakat akan narasi-narasi yang memecah belah kerukunan dan solidaritas bangsa.

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

Faktor pertama, kelompok radikal punya trik tersendiri, yaitu menyasar masyarakat yang wawasan keagamaannya kurang, sehingga mudah diberikan narasi keagamaan yang menyimpang.

“Kedua, terhadap orang yang terlalu semangat beragama,” ujarnya di Makassar, Jumat (5/11/2021).

Ketiga, yang melatar belakangi mudahnya masyarakat terpapar narasi radikal adalah kebiasaan masyarakat dalam menilai sesuatu hanya dipermukaannya saja tanpa mempelajari maksud dan tujuan suatu kelompok atau narasi yang beredar.

Menurutnya, masyarakat mudah terkesan dengan label-label yang ditampilkan dan ditawarkan seperti misalnya Syariah, Islam, Sunnah, dan lain sebagainya tanpa mengkajinya lebih dalam. Padahal yang diperlukan disini adalah kajian yang lebih mendalam dan pendapat para ulama.

“Kita sering dengar narasi radikal berkedok ‘Kembali ke Al-Quran dan Sunnah’, padahal tidak semua masalah itu secara teks ada dalam alquran dan sunah tetapi itu perlu pendekatan dan penafsiran ahli,” kata dia.

Ia menegaskan, perlunya penalaran, penafsiran, dan pemahaman yang melatarbelakangi suatu ayat atau hadits diturunkan agar tidak menimbulkan kemunkaran.

Disisi lain, keberagaman dan kekayaan bangsa menjadi faktor pendorong Indonesia menjadi sasaran empuk kelompok radikal. Latar belakang kesukuan, budaya dan agama yang mencolok itulah yang kerap menjadi isu digunakan untuk narasi perpecahan, termasuk isu anti-nasionalisme yang juga menolak kearifan lokal dengan membenturkan antara nasionalisme dan agama.

“Ini yang luput dari pandangan kaum radikal, bahwa sesungguhnya Rasulullah dari awal telah membangun nasionalisme dengan keberagaman suku dan agama yang disatukan dalam piagam Madinah. Saya rasa nilai yang seperti itulah yang juga ditanamkan oleh para pendahulu kita,” katanya.

Ia menambahkan, peran para tokoh agama dan masyarakat dalam menanggulangi dan memperkuat kewasapadaan masyarakat terhadap narasi radikal, yakni dengan mengkaderisasi anak muda untuk ikut menjadi da’i atau pemuka agama yang nantinya hadir ditengah masyarakat untuk menyebarkan narasi agama yang moderat.

Andi mengapresiasi peran pemerintah saat ini yang salah satunya BNPT telah membentuk Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama dengan menggandeng para tokoh lintas agama untuk melawan narasi radikal dengan moderasi beragama yang menyejukkan.

“Sekarang ini pemerintah sudah berperan dengan berbagai macam hal termasuk apa yang dilakukan BNPT melalui Gugus Tugas, dan ini yang harus dipertahankan demi keamanan negara,” ujar dia.

Langkah BNPT dengan membentuk Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama, merupakan langkah yang tepat dan perlu dipertahankan, karena ia meyakini untuk memberantas ideologi radikal tidak cukup hanya dengan tindakan penegakan hokum (hard approach) semata, namun perlu adanya langkah penguatan ideologi kebangsaan dan narasi agama.

“Tidak cukup jika radikalisme ini dilakukan dengan tindakan (hard approach) saja, karena ini menyangkut ideologi. Sehingga harus dilawan dengan pemahaman dan penguatan ideologi kebangsan dan narasi agama, karena radikalisme perlu dibasmi hingga ke akarnya,” katanya.

Tags: Narasi RadikalRadikalisme
Previous Post

Waduh! Kepala Sekolah Ini Diduga Masuk Jaringan Teroris

Next Post

Waasops Panglima TNI: Pengawak KRI SIM-367, Prajurit Handal

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Waasops Panglima TNI: Pengawak KRI SIM-367, Prajurit Handal

Waasops Panglima TNI: Pengawak KRI SIM-367, Prajurit Handal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In